Minggu, 05 Februari 2023

Beauty Photography (Atawe Foto yang Menusung Kecantikan), Satu Aliran dalam Fotografi, dan Penuturannya (Celoteh Bagian Pertama)


Portrait dalam Hitam Putih
Beauty Photography
trisoenoe.com

Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu, 5 Februari 2023

Sobat, kali ini kita akan mencoba untuk membahas tentang satu aliran fotografi,yang Namanya “Beauty Photography” (yang kalau diterjemahkan secara bebas, artinya "fotografi cantik" atau "fotografi yang mengusung kecantikan").  

Portrait dalam Hitam Putih
Beauty Photography
trisoenoe.com

Apa sih sebenarnya “Beauty Photograpy” itu? 


Nah, kalaulah Sobat masih belum terlalu “ngeh” dengan aliran yang satu ini, ada baiknya Sobat bergabung dengan dengan saya, karena saya juga ternyata sama sekali belum paham dengan genre yang satu ini. Untunglah, ada banyak sekali fotografer dengan level “ahlinya-ahli”, yang mau berbagi ilmunya. Dan inilah penuturan mereka (secara singkat tentunya) mengenai “Beauty Photography”, silahkan disimak ya Sob.

Sebenarnya ada banyak sekali “tafsiran” tentang beauty shot dalam fotografi, dan sebagian besar penafsiran tersebut bersifat kontekstual. Menurut kamus Merriam-Webster, beauty shot bisa diartikan secara “leterlijk” sebagai: “A shot or scene that emphasizes someone’s or something’s beauty or attractive aspects or qualities” (Foto atau video yang memperlihatkan aspek yang atraktif atau kualitas kecantikan dari seseorang atau sesuatu). Dan penafsiran tersebut bolehlah dibilang sebagai penafsiran yang paling "mendekati kebenaran" untuk menggambarkan apa itu “Beauty Shot”.

Portrait dalam Hitam Putih
Beauty Photography
trisoenoe.com

Dalam fotografi sendiri, beauty shot bisa dikerucutkan pada portrait yang harus masuk dalam portofolio model. Menampilkan wajah model dengan jelas, dalam setengah badan atau headshot (alias foto diarea wajah). Namun peruntukkan beauty shot dengan subjek foto manusia, juga bisa merujuk pada kebutuhan foto untuk komersial atau editorial.

Demikianlah Sobat, penuturan tentang “Beauty Photography” di bagian pertama. Dan penuturan ini akan saya sambung ke ocehan yang kedua, dengan judul: “Beauty Photography (Atawe Foto Cantik), Satu Aliran dalam Fotografi, dan Penuturannya (Cerita Bagian Kedua)”, semoga Sobat bisa tercerahkan karenanya.

Tetap Sehat, Tetap Semangat.

Salam jepret selalu.

Sumber:

Beberapa sahabat fotografer tulen
(Penuturan dengan warna beberapa gelas kopi dan belasan batang rokok)

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos

Kamis, 02 Februari 2023

Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Kajian Bagian Penghabisan


Bunga !
(Fotografi Dramatik)
trisoenoe.com

Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kalimantan, Kamis, 2 Februari 2023

Salam jumpa rekan-rekan Sobat jepret. Ijinkan saya untuk menyambung renungan saya sebelumnya, yang mengulas tentang fotografi seni. Dan supaya Sobat tidak hilang arah, silahkan Sobat simak tulisan saya pada postingan sebelumnya yang berjudul: "Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Renungan Bagian Keempat". Tulisan ini adalah penjabaran yang penghabisan, silahkan disimak:

Langit Senja !
(Fotografi Dramatik)
trisoenoe.com

Ada perbedaan pandangan antara kegunaan fotografi seni dilihat dari sudut komersil, dalam blog  shutterbug dituturkan bahwa foto seni dapat digunakan sebagai salah satu sumber income karena dapat di komersialkan, sedangkan dalam dalam blog hitam putih, penulis  menemukan  pernyataan bahwa foto seni diciptakan oleh seorang fotografer hanya untuk kepuasan sang fotografi tanpa memikirkan  nilai jual dari foto tersebut sehingga foto seni lebih dianjurkan sebagai hobi saja bukan merupakan suatu pekerjaan.

Sendiri !
(Fotografi Minimalis)
trisoenoe.com

Fine art dalam fotografi sama seperti cabang seni yang lain yang tidak terkait dengan fungsi yang merupakan sebagai media ekspresi atau simbol diri. Seni pada fotografi sering disebut “Fine art“.

Menurut Andreas Feininger (1955), kamera hanyalah sebuah alat untuk menghasilkan “karya seni”. Nilai yang terkandung lebih dari karya seni  itu dapat tergantung dari orang yang menggunakan kamera tersebut.

Ungkapan Feininger memang ada benarnya. Jika  kamera dianalogikan sebagai gitar, pastinya setiap orang dapat memetik senar gitar tersebut. Tetapi  belum tentu orang tersebut mampu memainkan musik yang indah dan enak didengar. Sama halnya dengan kamera, setiap orang bisa saja menjeprat-jepret dengan kamera untuk menghasilkan sebuah objek foto. Tapi tidak semua orang yang mampu memotret itu dapat menghasilkan karya imajinasi  yang ciamik dan super indah. 

Mendung !
(Fotografi Dramatik - Hitam Putih)
trisoenoe.com

Letak keindahan dan kekuatan dari suatu foto terletak pada guratan warna dan komposisi gambarnya, yang akan memunculkan atau menumbuhkan imajinasi serta fantasi dari yang melihat. Seorang fotografer professional, Ferry Ardianto mengutarakan pendapatnya tentang definisi foto yang bagus. Menurut beliau, foto yang bagus itu adalah foto yang informatif yang mencakup konteks, content, dan komposisi (tata letak dan pencahayaan). Maksud beliau, konteks berarti ada hal yang ingin divisualkan dengan jelas, misalnya tentang pemandangan, atau tentang obyek human interest, dan sebagainya.

Demikianlah Sobat jepret, penjelasan dan pemaparan saya tentang Fotografi Seni (Fine Art Photography) yang saya tuangkan dalam lima artikel yang membosankan. Memang kurang lengkap penjelasannya, tapi, saya rasa cukuplah tulisan lima babak itu sebagai bahan penderitaan Sobat jepret sekalian.

Akhir kata, terima kasih banyak karena sudah membaca.

Tetap sehat, tetap semangat.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Laman Fotografiana
Judul artikel: FOTO SENI ( FINE ART PHOTOGRAPHY )
Oleh: Greria Tensa. N dan Utari Ambarwaty

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos

Senin, 30 Januari 2023

Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Renungan Bagian Keempat


Tersenyum !
Fotografi Seni - trisoenoe.com

Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kalimantan, Senin, 30 Januari 2023

Salam jumpa rekan-rekan Sobat jepret. Ijinkan saya untuk menyambung penuturan sebelumnya yang mengulas tentang fotografi seni. Dan supaya Sobat tidak hilang arah, silahkan Sobat simak tulisan saya pada postingan sebelumnya yang berjudul: "Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Ocehan Bagian Ketiga". Tulisan ini adalah penjabaran bagian keempat, silahkan disimak:

Dalam menciptakan karya seni, konsep utama yang harus dipersiapkan oleh fotografer adalah “identitas” pribadi sang fotografer itu sendiri. pengembangan konsep tersebut lalu disesuaikan dengan “tools” yang ada, pengaruh lingkungannya, kesulitan yang mungkin akan timbul, dan dukungan peralatan sebagai faktor teknis pendukung.

Senja dan Ranting
Fotografi seni - trisoenoe.com

Foto seni sama sekali berbeda dengan foto komersial yang dibuat untuk kepuasan konsumen. Foto seni lebih bertujuan untuk secara total “menterjemahkan” kreatifitas fotografer dalam mengambil gambar. Biasanya seorang fotografer membuat foto seni untuk kepuasan pribadi dan tidak memikirkan kompensasi dalam bentuk materi, oleh karena itu pekerjaan sebagai fotografer foto seni lebih dominan dilakukan sebagai “panggilan hati” ketimbang pekerjaan.

Dalam weekly phothography challenge, dapat ditarik kesimpulan bahwa Fine Art photography membutuhkan keterampilan komposisi yang ciamik, dimana fotografer memainkan elemen-elemen yang tersedia. Berbagai elemen dalam objek sperti garis, bidang  dan ruang biasanya akan dimanfaatkan secara maksimal oleh sang fotografer. Dan satu elemen pokok yang biasanya dipakai secara maksimal adalah “cahaya”, sebagai elemen utama.

Fotografi seni juga tidak dapat secara baku diklasifikasikan sebagai suatu aliran. Foto landscape, makro dan lain-lain dapat di”transformasi”kan menjadi foto seni dengan permainan sudut pengambilan gambar dan imajinasi sang fotografer, dengan memadukan unsur cahaya dan pencahayaan yang merupakan “jiwa” alias elemen utama dari fotografi.

Sang Pemancing !
Fotografi seni - trisoenoe.com

Hal yang perlu diperhatikan dalam mengambil foto seni adalah; fotografi seni lebih menitikberatkan objek sebagai bidang dua dimensi. Sebagai contoh, jika mengambil foto seni mengenai manusia maka yang diperhatikan dalam foto seni adalah lekuk-lekuk anatomi, garis-garis rambut, alis dan pedar mata yang artistik. Sedangkan apa yang sedang di kerjakan oleh manusia  itu sendiri cenderung diabaikan. Dalam pengambilan fotografi seni bendapun yang diutamakan adalah nilai estetika, sedangkan nilai kegunaan dari benda tersebut tidak lagi menjadi point utama.

Demikianlah Sobat jepret dimanapun Sobat berada, renungan bagian keempat, dan saya akan menyambungnya lagi dengan artikel selanjutnya, yang berjudul: "Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Kajian Bagian Penghabisan", semoga Sobat Jepret dimanapun bisa ikut pening kepala bersama saya.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Laman Fotografiana
Judul artikel: FOTO SENI ( FINE ART PHOTOGRAPHY )
Oleh: Greria Tensa. N dan Utari Ambarwaty

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos

Jumat, 27 Januari 2023

Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Ocehan Bagian Ketiga


Langit Senja Kalimantan Selatan
Fotografi Seni
trisoenoe.com

Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kalimantan, Jum'at, 27 Januari 2023

Salam jumpa rekan-rekan Sobat jepret. Ijinkan saya untuk menyambung coretan sebelumnya yang mengulas tentang fotografi seni. Dan supaya Sobat tidak pusing, silahkan Sobat simak tulisan saya pada postingan sebelumnya yang berjudul: "Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Coretan Bagian Kedua". Tulisan ini adalah penuturan bagian ketiga, silahkan disimak:

Jembatan Rumpiang Kalimantan Selatan
Fotografi Seni
trisoenoe.com

Definisi Foto Seni (Fine Art Photography)

Secara definisi, foto seni adalah suatu foto yang punya nilai seni, yaitu satu nilai estetik, baik yang bersifat universal ataupun tidak. hasil karya foto seni biasanya lebih “tahan lama” tanpa mengurangi nilai seninya. Foto seni cukup berpengaruh pada cabang fotografi lain semisal foto jurnalistik.

Sebuah karya atau foto dapat dikatakan sebagai benda seni,ketika bukan hanya merupakan hasil upaya proses reproduksi belaka. pemunculan ide atau gagasan dalam menciptakan foto seni tidaklah muncul begitu saja alias dadakan. foto seni  yang baik biasanya melalui suatu proses pengamatan secara total, perenungan, dan juga serangkaian mimpi-mimpi yang panjang dan lalu berakhir sebagai sebuah eksekusi: konsep dan visi dan misi yang transparan dan baru.

Penyempurnaan teknik dan kualitas gambar fotografi terjadi pada akhir abad ke-19, ketika pasar di Amerika dibanjiri oleh kamera kodak yang dipopulerkan oleh George  Eastmen. Namun perkembangan foto seni di Indonesia sebenarnya terjadi pada sekitar akhir abad delapan belas, ada warga indonesia yang telah mampu membuat foto-foto indah menawan baik di dalam studio maupun di luar studio, dan memiliki kadar seni yang sangat baik. Perhitungan matang mengenai objek, pencahayaan dan komposisinya jelas diatur dengan hati-hati dan cermat. 

Meskipun hasil cetak fotonya terhitung sangat baik, namun foto yang dihasilkan pada jaman itu masih terkesan kaku dan tidak natural, karena ketika memotret suatu objek semisal manusia, maka si model di haruskan diam untuk beberapa saat dikarenakan teknologi pada kamera saat itu masih sederhana.

Mendung !
Fotografi Seni
trisoenoe.com

Sang Maestro Foto Seni

Ansel  Adam adalah seorang fine art photographer Amerika terbesar di abad ke-20. Adam tidak hanya dikenal sebagai seorang fotografer seni tetapi juga berkan konstribusinya di dunia pendidikan fotografi dengan menemukan metode Zone System bersama  rekannya Fred Archer pada tahun 1940-an.

Metode zone system secara umum merupakan proses terencana dalam pembuatan foto mulai dari pra visulisasi, pengakumulasian cahaya, sampai memproses film cetakan foto yang berkualitas maksimal. Sehingga fotografer saat ini tidak lagi mengandalkan faktor untung-untungan dalam pencahayaan hasil karyanya.

foto seni adalah foto-foto piktorialisme yang menonjolkan estetika yang meniru pencitraan gambar atau lukisan. foto seni lebih memfokuskan pada keindahan atau artistik yang terkandung dalam sebuah foto dibandingkan kandungan makna foto itu sendiri. Elemen-elemen yang dieksploitasi oleh fotografer foto seni biasanya adalah komposisi, penyinaran yang dramatis, dan nada warna.

Langit Senja Kalimantan Tengah
Fotografi Seni
trisoenoe.com

Maka dapat disimpulkan bahwa foto seni merupakan proses yang berkelanjutan tanpa putus, mulai dari konsep perencanaan, pembuatan, penerapan teknis secara akurat termasuk pemrosesan film ataupun file digital. Menurut seorang fotografer ternama, hanya foto jurnalis yang harus apa adanya dan tidak boleh dimanipulasi, berbeda dengan fine art yang proses digitalnya hanya merupakan alat pembantu berkarya.

Demikianlah Sobat jepret dimanapun Sobat berada, ocehan bagian ketiga, dan saya akan menyambungnya lagi dengan artikel selanjutnya, yang berjudul: "Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Renungan Bagian Keempat", semoga Sobat Jepret dimanapun bisa turut bersedih bersama saya.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Laman Fotografiana
Judul artikel: FOTO SENI ( FINE ART PHOTOGRAPHY )
Oleh: Greria Tensa. N dan Utari Ambarwaty

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos

Senin, 23 Januari 2023

Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Coretan Bagian Kedua


Pesona Siang Hari
Kalimantan Selatan
trisoenoe.com

Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kalimantan, Senin, 23 Januari 2023

Apa kabar rekan-rekan Sobat jepret. Mohon ijin untuk menyambung tulisan saya sebelumnya yang mengulas tentang fotografi seni. Dan supaya Sobat tidak bingung, silahkan Sobat simak tulisan saya pada postingan sebelumnya yang berjudul: "Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Tulisan Bagian Pertama". Tulisan ini adalah penuturan bagian kedua, silahkan disimak:

Setelah timbulnya keinginan, maka akan timbul pula sebuah tindakan (action) yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh seorang fotografer. Jika kesemua syarat ini terpenuhi, maka foto yang dihasilkan oleh seorang fotografer tersebut dapat dikatakan sukses sebagai media komunikasi.

Banyak buku dengan referensi berbeda menjelaskan mengenai fotografi seni ini. Diantaranya menuturkan bahwa Art photography yang menekankan kepada sebuah bidikan di dalam fotografi diakui sebagai sebuah seni. Yang akan memberikan sebuah persepsi dan emosi hati dari seorang fotografer dan dapat membagikan karya tersebut ke khalayak ramai. 

Pesona Senja Kalimantan Selatan
trisoenoe.com

Sejarah Fotografi Seni (History The Art of Photography)


Pada akhir abad ke-10 Masehi, Ibnu al-Haitham bersama dengan Kamaluddin al-Farisi berhasil menemukan prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera dan menerapkannya dalam sebuah kamera kotak yang bernama Obscura. Kemudian kamera Obscura ini pun mulai diperkenalkan secara luas di Barat oleh Cardano Geronimo pada abad ke-16 Masehi dengan mengganti lubang bidik pada kamera dengan lensa. Tahun 1665, disusunlah kamera berukuran kecil yang fungsinya hampir sama seperti kamera Obscura.

Pada masa ini, perkembangan fotografi hanya berpusat pada pengembangan sistem kamera itu sendiri. Sedangkan hasil dari kamera, yang berupa gambar foto, fungsinya sebagai perekam suatu benda atau peristiwa tanpa dianggap sebagai suatu karya seni visual layaknya lukisan ataupun arca pada masa itu. Artis-artis visual berpendapat bahwa gambar foto yang dihasilkan oleh kamera bukan dengan kemahiran tangan fotografer, melainkan karena kecanggihan dari kamera itu sendiri. Oleh karena itulah mereka tidak bisa menerima kenyataan bahwa gambar foto merupakan suatu karya seni.

Siang Hari - Kalimantan Selatan
trisoenoe.com

Namun, pada akhir tahun 1860an, muncul istilah aliran pictorialism yang diperkenalkan oleh Henry Peach Robinson, penulis asal Inggris, dalam bukunya yang berjudul Pictorial Effect in Pho
tography (1869). Dan Alfred Stieglitz adalah tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan aliran ini demi diakuinya fotografi sebagai karya seni pada abad ke-20. Aliran pictorialism merupakan aliran dalam fotografi yang menekankan keindahan dari subjek, nada, dan komposisi daripada dokumentasi suatu realitas. Teknik fotografi yang digunakan dalam aliran ini diantaranya sengaja mengkaburkan fokus, menggunakan filter untuk kesan tertentu, membuat cetakan nada warna sepia dan memanipulasi foto di dalam ruang gelap agar foto yang dihasilkan menyerupai karya lukisan.

Terdapat pro dan kontra atas munculnya genre pictorialism ini. Sebagai pihak yang kontra, Adams Ansel beserta beberapa fotografer lainnya, yaitu Mogen Cunningham, John Paul Edwards, Preston Holder, Consuelo Kanaga, Alma Lavenson, Sonya Noskowiak, Henry Swift, Willard Van Dyke, Brett Weston, and Edward Weston, kemudian mendirikan satu perkumpulan yang diberi nama "Group f/64" yang resmi diumumkan pada tanggal 15 November 1932 di depan museum peringatan M. H. de Young, San Fransisco. Nama unik perkumpulan ini diambil dari ukuran aperture yang dapat memberikan fokus pada gambar foto yang paling tajam, sesuai dengan unsur terpenting dalam pekerjaan anggota kelompok ini yaitu membuat gambar foto dengan kualitas ketajaman gambar yang terbaik. Perkumpulan ini mengatakan bahwa aliran pictorialism tidaklah menunjukkan identitas fotografi yang sesungguhnya. Maka dari itu, mereka terus memperjuangkan aliran straight photography yang mencoba untuk menggambarkan sebuah adegan secara lebih realistis dan objektif sesuai dengan yang ditampilkan oleh medium dan menolak adanya penggunaan manipulasi.

Demikianlah Sobat jepret dimanapun Sobat berada, ocehan bagian kedua, dan saya akan meneruskan penderitaan Sobat dengan artikel selanjutnya, yang berjudul: "Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Ocehan Bagian Ketiga", semoga Sobat Jepret dimanapun bisa turut bersedih bersama saya.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Laman Fotografiana
Judul artikel: FOTO SENI ( FINE ART PHOTOGRAPHY )
Oleh: Greria Tensa. N dan Utari Ambarwaty

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos