Minggu, 09 Oktober 2022

Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian ketiga)


Tetesan Air di Kelopak Bunga
trisoenoe.com

Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kalimantan, Minggu, 9 Oktober 2022

Selamat pagi, siang, sore, dan malam rekan-rekan Sobat jepret. Saya mohon ijin untuk menyambung tulisan saya sebelumnya yang mengulas tentang komposisi statis. Dan supaya Sobat tidak bingung, silahkan Sobat simak tulisan saya pada postingan sebelumnya yang berjudul: "Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian kedua)". Dan ini adalah penuturan bagian kedua, silahkan disimak:

Kalau sebelumnya yang kita bahas adalah definisi serta filosofi dari komposisi statis, maka yang akan kita ulas sekarang adalah tips dan trik untuk mengahsilkan fotografi statis yang ciamik. Dan beberapa tips dan trik yang dapat mendongkrak aura dari komposisi statis ini adalah:

Bunga dalam komposisi statis
trisoenoe.com

Warna

Secara visual, warna selalu berhasil memberikan nuansa yang berbeda dalam setiap foto. Warna juga mampu menyampaikan makna yang berbeda. Dan ini juga berlaku dalam komposisi. Memposisikan sebuah objek di tengah dengan warna yang mencolok akan mampu memberikan kesan yang kuat. Meskipun dalam porsi warna yang kecil, namun warna justru dapat menjadi unsur dominan, asal tidak terganggu dengan objek lain yang memiliki warna yang sama. Foto diatas menunjukkan warna putih dan kuning dari bunga tersebut sangat mencolok, dan objek atau elemen lain tidak memiliki warna yang sama/serupa.

Contoh diatas memaksimalkan warna primer sebagai kekuatan utama untuk menarik perhatian penikmat foto. Bayangkan jika bunga tersebut hanya memiliki satu warna saja, pasti fotonya akan menjadi datar.

Efek Gerak

Gunakan speed lambat untuk mendapatkan efek gerak, namun sang subjek yang di tengah diusahakan dalam keadaan diam. Efek gerak dari orang-orang sekitarnya membuat foto terasa lebih hidup meskipun saya mengkomposisikannya secara statis. Saya sarankan jika menggunakan speed lambat, lebih baik kalau pakai continuous shutter. Tidak perlu berdetik-detik, cukup 1/15 atau 1/4 sudah bisa menimbulkan efek gerak.


Objek Foto yang "Berbicara"

Carilah objek yang unik dan mampu "bertutur" ketika memotret dengan komposisi statis, dan jangan lupa untuk menggabungkan dengan pencahayaan yang unik pula, seperti contoh foto diatas. di atas merupakan street photography dengan menitikberatkan pada fragmen dari si obyek. Foto tersebut mampu "berbicara" dalam diam, dimana kasih seorang ibu pada anak yang tercermin dari gestur yang sangat menyentuh.

Text / tulisan

Sebuah text akan menjadi sangat jelas menjadi pusat perhatian ketika text tersebut di komposisikan di tengah. Membaca foto seperti membaca buku, sebuah symbol tekstual yang ada dalam sebuah foto pasti akan terbaca pertama kali saat melihat foto. 

Kesimpulan

Carilah sesuatu yang unik dan berbeda untuk menghasilkan foto yang ciamik, walau komposisinya statis. Jangan takut memotret sesuatu yang "membosankan", dan hapuslah anggapan tersebut dengan karya foto Sobat yang ciamik.

Akhir kata, demikianlah cerita tiga babak yang sedikit menjabarkan tentang satu pemahaman dalam fotografi yang bernama "komposisi statis"

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Dirangkum dari berbagai sumber, ditambah dengan ocehan dari beberapa orang sahabat fotografer (yang boleh kalau disebut sebagai fotografer-seniman yang berbahagia. Jelas saja mereka bahagia, karena perut mereka sudah terisi dengan mie instant pakai telor, ditambah dengan segelas kopi dan juga rokok!)

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos

Minggu, 18 September 2022

Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian kedua)


Foto Obyek
Disajikan dalam komposisi Statis
trisoenoe.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Minggu, 18 September 2022

Salam jepret Sobat sekalian. Mohon saya diijinkan untuk menyambung tulisan saya yang sudah tayang kemarin-kemarin dulu. Dan agar Sobat bisa paham, silahkan Sobat simak penuturan saya sebelumnya yang berjudul: "Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian pertama)". Dan ini adalah penuturan bagian kedua, silahkan disimak:

Apa itu Statis dan Mengapa harus Statis?

Arti kata statis adalah tetap, diam, tidak bergerak. Entah pemahaman ini adalah hasil kesepakatan bersama atau memang sebuah ketetapan yang mutlak, penuturan yang paling banyak menjabarkan komposisi statis itu adalah:  apabila objek utama ada tepat di tengah-tengah frame. Mau objeknya bergerak atau diam saja, selama si objek berada di tengah-tengah frame, maka itu adalah fotografi statis. Bahkan banyak fotografer kelas berat (dengan jam terbang yang sangat tinggi) pun menuturkan penjabaran yang serupa; “fotografi statis itu jikalau objeknya tepat berada di tengah frame”. Oleh karena itu foto dengan komposisi ini tidak “dinamis”, dalam artian tidak sedinamis foto dengan objek di pinggir (selain di tengah).

Dalam aturan komposisi fotografi yang sudah sangat kesohor, yaitu aturan segi tiga, penempatan objek di tengah-tengah adalah hal yang diharamkan. Alasan utama menghindari posisi tengah adalah agar foto terlihat “luwes” dan tidak kaku. Dalam kasus ini, banyak fotografer yang akhirnya memperlakukan “ke-kaku-an” tersebut sebagai hal yang harus dihindari. Alhasil, secara tidak sadar, sebagian fotografer tersebut malah terkungkung pada berbagai aturan dan ketetapan, dan sedikit demi sedikit mulai kehilangan naluri “kemerdekaan” dalam memotret.  

Foto Obyek
Disajikan dalam komposisi Statis
trisoenoe.com

Untungnya, ada sebagian fotografer yang lebih memilih untuk “merdeka” dan tak memenjarakan naluri memotretnya dengan berbagai aturan-aturan baku tersebut. Salah satunya adalah fotografer seperti Henri Cartier-Bresson. Beliau justru menganggap kalau posisi tengah merupakan komposisi yang sangat ideal untuk menekankan sebuah arti, yaitu kuat dan dominan. Dan kalua mau jujur, di era yang lebih jauh ke belakang sebelum lahirnya fotografi, komposisi statis selalu digunakan oleh para pelukis realis, seperti pada lukisan portrait.

Jika Sobat menyelami sebuah foto, bagian manakah yang pertama akan Sobat lihat, terlepas dari apapun objeknya? Saya sendiri biasanya lebih fokus pada objek yang ada ditengah, dan kadang juga melihat dari bagian kiri sebuah foto (mungkin efek dari bawah sadar, dimana dalam keseharian, saya biasanya membaca tulisan dari kiri ke kanan) 

Secara visual, objek yang berada di tengah itu menandakan bahwa objeknya seakan mencitrakan diri sebagai kaku, kuat, simetris, seimbang dan juga dominan. Dominan disini bukan karena objek dalam foto tersebut besar, namun bisa dikarenakan objeknya memiliki warna yang beda, bentuknya unik dan sebagainya.

Foto Portrait
Disajikan dalam komposisi Statis
trisoenoe.com

Pada saat saya pertama belajar fotografi, kebanyakan memang objek saya posisikan di bagian tengah frame. Memang komposisi tengah akan menimbulkan kesan membosankan, tapi terkadang malah memancarkan kesan yang lebih kuat. Komposisi favorit memang tergantung selera, karena selera penikmat foto maupun kritikus foto juga sangat beragam. Dan menurut saya (sebagai seorang yang menikmati fotografi), foto dengan komposisi statis itu bukanlah suatu hal yang terlarang, melainkan satu bentuk komunikasi dari jiwa yang merdeka dan bebas (dan seorang fotografer yang sejati adalah manusia yang merdeka dan bebas).

Demikianlah Sobat jepret dimanapun kalian berada, penuturan bagian kedua, dan saya akan menyambung dengan artikel selanjutnya, yang berjudul: "Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian ketiga)", semoga Sobat Jepret dimanapun bisa turut menangis bersama saya.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
Dirangkum dari berbagai sumber, ditambah dengan penuturan dari beberapa orang sahabat fotografer (dan mereka ternyata tidak hanya minta ditraktir rokok dan gorengan, sekarang mereka juga sudah mulai minta disediakan mie instant pake telor. Dan setelah saya sediakan, barulah mereka mau bercerita. Sialan!)

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos

Sabtu, 10 September 2022

Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian pertama)


Bunga!
Disajikan dalam komposisi statis
trisoenoe.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Sabtu, 10 September 2022

Bagi Sobat yang punya kesukaan dalam hal jepret-menjepret alias memotret, pastinya sudah sangat paham, tentang apa itu komposisi dalam fotografi. Walaupun dalam hal definisi, tiap-tiap orang akan punya pendapat yang berbeda pula mengenai definisi komposisi ini, definisi dalam hal filosofi tentunya. Menurut seorang “Maestro” fotografi yang sudah sangat kesohor, yang bernama Arbain Rambey, komposisi fotografi itu adalah: “Masalah menempatkan berbagai benda yang terpotret dalam bingkai fotonya. Bagus tidaknya komposisi sebuah foto sangat tergantung kebutuhan pada foto itu sendiri. Komposisi bisa dibuat dengan mengatur benda yang akan dipotret, atau mengatur angle (sudut pengambilan) dan pilihan lensa untuk obyek pemotretan yang tak bisa diatur”. 

Ada juga yang menuturkan berdasarkan sudut pandang yang lain, seperti yang dikatakan oleh kebanyakan Sobat saya. Komposisi fotografi itu adalah cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini melingkupi elemen dasar dalam fotografi, yaitu garis, bentuk, form, warna, terang dan gelap. 

Walaupun penjabarannya beragam, tetapi semuanya sepakat, bahwa komposisi dalam dunia per”fotografi”an itu adalah hal yang mutlak ada alias tidak terpisahkan. Komposisi itu seperti “Bahasa” yang digunakan oleh fotografer saat bertutur melalui foto.

Menuju Lautan
Disajikan dalam komposisi statis
trisoenoe.com

Lalu, komposisi dalam fotografi itu apa saja?

Wah, banyak sekali Sob! Kalaupun saya nekat untuk bercerita kepada Sobat tentang apa itu komposisi, itu bakal lama sekali. Sampai botak sekalipun, belum tentu bisa kelar ceritanya. Jadi Sobat, kita bicara pendek-pendek saja ya, supaya saya masih ada sisa sedikit rambut di kepala saya.

Nah, sekarang, saya mau sedikit berceloteh tentang komposisi statis.

Benar sekali Sob, komposisi foto itu sebagian ada yang dinamis, dan ada juga yang statis. Kebanyakan fotografer punya keyakinan kalau komposisi statis perlu dihindari supaya hasil jepretan bisa berkesan dinamis dan hidup. 

Pertanyaannya, apakah keyakinan seperti itu benar secara mutlak? 

Bunga!
Disajikan dalam komposisi statis
trisoenoe.com

Belum tentu Sob. Seperti yang sudah saya tulis dalam tulisan saya yang lalu-lalu, fotografi itu bukanlah matematika, dimana segala sesuatu itu harus eksak dan mutlak. Fotografi itu urusan nadanya hati dan lantunan jiwa, jadi model "pikir-pikir ala matematika" harus dikesampingkan kalau sudah bicara tentang hati dan jiwa. Untuk itu, coretan saya kali ini akan coba bertutur tentang komposisi statis yang bisa juga menjadi nada yang apik dalam foto, dan menyuguhkan hasil jepretan yang ciamik.

Demikianlah Sobatku yang tersayang, penuturan bagian pertama, dan saya akan menyambung dengan artikel selanjutnya, yang berjudul: "Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian kedua)", semoga Sobat Jepret dimanapun bisa turut menderita karenanya.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Dirangkum dari berbagai sumber, ditambah dengan penuturan dari beberapa orang sahabat fotografer (tentu saja harus dirayu dengan rokok dan kopi serta dibumbui dengan gorengan ala kadarnya)

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos

Minggu, 17 Juli 2022

Internet, Dunia Lain yang Ajaib untuk Seorang Fotografer (Celoteh yang Penghabisan)


Bunga!
trisoenoe.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Minggu, 17 Juli 2022

(Covid mungkin telah berlalu, tapi kok rasanya segala sesuatu jadi lebih susah dibandingkan dengan saat Covid merajalela. Rokok mahal, kopi susah, dan harga gula jadi seperti khayalan.)

Apa kabar duhai para Sobat jepretku di kolong langit. Seperti yang telah saya janjikan sebelumnya, postingan ini adalah manifestasi dari ancaman saya sebelum-sebelumnya. Dan agar Sobat bisa paham, silahkan Sobat baca ocehan saya sebelumnya yang berjudul: "Internet, Dunia Lain yang Ajaib untuk Seorang Fotografer (Gibah Bagian Keenam)". Dan ini adalah celoteh yang penghabisan, silahkan dibaca:

Fotografi Abstrak
(dalam perspektif hitam dan putih)
trisoenoe.com

Lomonesia (Lomography Society Indonesia)

Jika Sobat tertarik dengan kamera keluaran Rusia tersebut, saya sarankan untuk bergabung dengan komunitas ini. Karena dalam komunitas ini Sobat akan terpuaskan secara ilmu dan bahan tentang kamera Lomo. Lomonesia sendiri sudah berusia 5 tahun. Didirikan pada bulan Agustus 2004 dan masih tetap berdiri hingga sekarang. Jika Sobat tertarik buka saja websitenya www.lomonesia.com. Di sini Sobat bisa dengan mengetahui agenda-agenda kegiatan mereka.

Dua Sahabat, Rokok dan Kopi!
Street Photography
trisoenoe.com

Komunitas Fotografi Indonesia

Diungkapkan oleh Jony Sasmito, selaku founder dan juga Ketua di KFI, bahwa komunitas ini didirikan pada tanggal 29 Juni 2011 silam.
Iapun mengisahkan, awal mulanya mendirikan Komunitas Fotografi Indonesia didorong rasa mirisnya karena kerap melihat foto – foto keindahan alam (landscape) Indonesia, namun yang memotret adalah fotografer luar negeri.

“Saat itu saya tergugah, kan di Indonesia banyak fotografer, apa karena tidak ada wadahnya yah?

Akhirnya saya coba untuk membuat komunitas, dengan harapan bisa menyatukan teman – teman fotografer. Dan bisa menjadi wadah bagi fotografer untuk berkembang dan belajar bareng sehingga bisa menjadi fotografer yang handal.” tutur beliau.

Dua Fragmen!
Street Photography
trisoenoe.com

Photo Walk Ramean, komunitas kamera analog

Jika Sobat adalah fotografer pecinta kamera analog dan tertarik untuk berkumpul dan memotret momen menarik, maka Sobat dapat bergabung dalam komunitas ini. Komunitas yang satu ini juga terbentuk dan terjalin atas kebersamaan anggotanya. Komunitas ini bernama Photo Walk Ramean.

Komunitas ini terbentuk pada tahun 2018, ketika Andry Dilindra, selaku pendiri Photo Walk Ramean membuat konten tentang kamera analog di Youtube dan mendapatkan tanggapan yang positif dari netizen.

Akhirnya, terbentuklah komunitas untuk hunting foto bersama dengan menggunakan kamera analog yang pertama kali dilaksanakan di sekitar Jakarta. “Gerobolan” pecinta kamera analog ini lalu sowan ke berbagai spot fotografi trend dengan ‘jalan-jalan bersama’, yang membuat komunitas ini dinamakan ‘Photo Walk Ramean’.

Dari Jakarta, “gerombolan” ini kemudian menggelar acara berburu foto bersama lagi yang dilaksanakan di Bogor, kemudian Tangerang. Mereka tidak sendiri, karena terkadang Photo Walk Ramean juga mengundang komunitas analog lainnya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. 

Pada beberapa kesempatan, Photo Walk Ramean juga mengundang narasumber dari komunitas, fotografer, ataupun pemilik jasa cuci film untuk memberikan edukasi terkait dengan bidang-bidang yang bersangkutan kepada pecinta kamera analog. Komunitas ini juga sering mengadakan giveaway tanpa memungut biaya dari siapapun. Hal-hal inilah yang kemudian menjadi daya tarik dari komunitas ini.

Abstrak (dalam hitam dan putih)
trisoenoe.com

Komunitas Pencinta Kamera Tua (Analog) 

Komunitas ini lahir karena sebuah thread di fotografer.net yang membahas tentang serba-serbi kamera tua. Ternyata responsnya terbilang banyak. Lalu muncullah ide untuk membuat komunitas ini melalui dunia maya. Komunitas ini adalah komunitas dunia maya. Untuk berkomunikasi mereka menggunakan milis di Yahoo. Jika Sobat tertarik, silakan buka milis KomunitasKameraAnalog. 

Selain aktif berkomunikasi, mereka juga rajin membagikan beberapa foto hasil karya dan foto-foto kamera analog. Ini bisa dilihat di http://www.flickr.com/groups/komunitas kamera tua indonesia. Meskipun kamera tua sekarang sudah jarang digunakan, ini bisa memperkaya pengetahuan Sobat di jagat jepret-menjepret. Dan Sobat juga bisa bereksperimen menggunakan efek dari kamera-kamera seperti ini.

Sobatku yang tersayang, artikel ini adalah bagian yang penghabisan dari tujuh celotehan, gibah, penuturan, dan terserah apapun sebutannya, yang menceritakan tentang betapa hebatnya dunia internet untuk para "toekang poto" seperti saya dan Sobat. Semoga Sobat Jepret dimanapun bisa agak sedikit terhibur dengan tulisan-tulisan itu. Dan jika Sobat tidak terhibur karenanya, saya mohon maaf. Dilain waktu akan saya coba untuk menulis sesuatu yang bisa menghibur Sobat.

Tetap sehat, tetap semangat!

Covid telah berlalu!

Salam jepret selalu!

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Kitab Fotografi, Edisi Praktis Untuk Pemula Orang Awam
Beberapa sumber lain yang tetap mau disebutkan (Walaupun sudah saya bujuk dengan kopi dan rokok, mereka tetap menolak disebutkan. Saya sangat yakin, pasti salah satu dari mereka adalah Batman, dan sisanya adalah anggota badan intelijen yang super rahasia, dan karena amat sangat rahasia, sampai tak ada satupun badan rahasia di muka bumi ini yang mengakui mereka!)

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos

Rabu, 13 Juli 2022

Internet, Dunia Lain yang Ajaib untuk Seorang Fotografer (Gibah Bagian Keenam)


Harapan !
(Komposisi Hitam-Putih)
trisoenoe.com

Pantai Indah kapuk, Jakarta Utara, Jakarta, Rabu, 13 Juli 2022

Salam jumpa lagi wahai para Sobat ku yang terkasih. mohon saya diberikan kesempatan untuk menyambung tulisan saya yang sudah tayang kemarin-kemarin dulu. Dan agar Sobat bisa paham, silahkan Sobat baca ocehan saya sebelumnya yang berjudul: "Internet, Dunia Lain yang Ajaib untuk Seorang Fotografer (Potongan Bagian Kelima)". Dan ini adalah gibah bagian keenam, silahkan dibaca:

Sendiri !
(Komposisi diagonal)
trisoenoe.com

2. Komunitas Fotografi


Perkembangan dunia fotografi yang sangat pesat, membuat para fotografer yang mempunyai satu visi berkumpul. Mereka mendirikan berbagai macam komunitas, bahkan sekolah untuk menjembatani orang orang yang tertarik dengan hal ini. Komunitas ini juga aktif di dunia online, salah satu hal yang menjadi masa depan fotografi ke depannya.

Abstrak !
(Komposisi Hitam-Putih)
trisoenoe.com

a. Komunitas Fotografer Indonesia

Komunitas fotografer di Indonesia cukup banyak. Dengan mudah kita menemukan komunitas yang bergerak di bidang fotografi. Jumlahnya sudah mencapai puluhan, mungkin ratusan, bahkan ribuan. Fotografi sudah mencapai ranah anak sekolahan. Tidak sedikit malah menjadikan fotografi sebagai sebuah ekstrakulikuler di sekolahnya. Kemudahan untuk mengakses informasi tentang fotografi di internet adalah sebuah fenomena yang membuat komunitas fotografi berkembang dengan sangat pesat.

Klasifikasi komunitasnya pun tidak asal saja Sobat. Saat ini, komunitas fotografi sudah lebih mengerucut pada genre-nya masing-masing. Dimana masing-masing komunitas mengusung pada “nyawa” yang sifatnya sudah sangat spesifik. Ada yang mengusung kamera analog sebagai jiwanya, kamera lomo, lubang jarum, foto kotak, dan masih banyak lagi.

Karena komunitas fotografi di Indonesia jumlahnya tiada terkira, maka dari itu, dalam gibahan kali ini saya hanya akan coba mengulas beberapa saja yang menurut saya cukup unik dan juga sangat “berbeda” (walaupun, komunitas yang lain juga memiliki keunikan yang dan juga warna yang sangat menarik. Akan tetapi, karena keterbatasan pada rokok dan kopi yang saya miliki, saya dengan sangat terpaksa hanya akan mengulas beberapa saja. Mohon dimaafkan!)

Abstrak !
(Komposisi Warna)
trisoenoe.com

Komunitas Lubang Jarum Indonesia


Komunitas ini didirikan oleh Ray Bachtiar Dradjat, komunitas Kamera Lubang Jarum Indonesia menawarkan seni proses foto yang sangat melelahkan dan mengasyikan. Namun, Komunitas  Lubang Jarum Indonesia tidak mempersoalkan “kamera” lainnya, tapi makna “lubang jarum” lah yang mereka tekankan. Karena lubang jarum bisa difilosofikan seperti kondisi sulit yang harus kita lewati. 

Ray Bachtiar Dradjat pertama kali mencoba kamera lubang jarum berawal dari keisengannya memotret pagar depan rumahnya menggunakan kaleng susu 800 gram dengan negatif kertas Chen Fu di tahun 1997. 

Setelah itu, pada tahun 2001, mulailah ia membuat workshop perdana dengan melakukan proses memotret menggunakan kamera lubang jarum yang berlokasi di pembuangan sampah Bantar Gebang, Bekasi. 

Saat itu ia dibantu oleh rekannya Loepy Naden, dan didukung Galeri i-see serta Kedutaan Belanda untuk menyelesaikan project tersebut. Tak lama berselang hasil foto menggunakan kamera lubang jarum pun ia rangkum dalam buku “Memotret dengan Kamera Lubang Jarum” yang dirilis di tahun 2002 oleh penerbit Puspawara. 

Penggarapan buku tersebut dibantu oleh Jasmani dan Budi Rahardjo. Sejak saat itulah Komunitas Lubang Jarum Indonesia dikenal dan tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, mulai dari Jawa, Bali hingga Sulawesi. 

Enam tahun berselang, Komunitas Lubang Jarum Indonesia kembali merilis buku kedua berjudul “Ritual Fotografi” diterbitkan oleh Gramedia.Dalam buku keduanya, Ray menjelaskan pentingnya seorang fotografer terbuka akan perkembangan dunia digital, namun tetap memahami "keindahan" proses analog seperti pada kamera lubang jarum.

Sejak diperkenalkan pada tahun 2001, berbagai komunitas "Komunitas Lubang Jarum" di Indonesia pun mulai mengembangkan inovasinya dengan menggunakan berbagai bahan, seperti kaleng rokok, kotak triplek, hingga karton. 

Di tahun 2010, Komunitas Lubang Jarum Indonesia mendapat pengakuan dari Newseum Indonesia dengan penghargaan “Anugerah Tirto Adhi Soerjo” untuk kategori communiNATION. 

Komunitas Lubang Jarum Indonesia dinilai telah mampu memanifestasikan suatu diktum bahwa proses alam dan kenyataan harus diikuti oleh sebuah alkimia dengan menggunakan hukum jarum sebagai proses. 

Demikianlah Sobatku yang tersayang, gibah bagian keenam, dan seperti yang lalu-lalu (dan sudah menjadi kebiasaan saya), saya akan terus menyambung tulisan ini dengan artikel selanjutnya, yang berjudul: "Internet, Dunia Lain yang Ajaib untuk Seorang Fotografer (celoteh yang penghabisan)", semoga Sobat Jepret dimanapun bisa turut menderita karenanya.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Kitab Fotografi, Edisi Praktis Untuk Pemula Orang Awam
Beberapa sumber lain yang benar-benar tidak mau disebutkan namanya (mungkin mereka takut untuk menjadi terkenal!)

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos