Rabu, 25 Agustus 2021

Hadiah Rp. 165.724.500? (Khayalan dan Obrolan Tak Jelas dari Enam Orang Fotografer yang Sudah Tak Punya Kamera) Episode Kedua


Termenung! (Street Photography)
trisoenoe.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Rabu, 25 Agustus 2021

Salam jumpa lagi Sobat (dan masih tetap dalam suasana pendemi......Ya ALLAH, kapan ini akan berakhir!!). Seperti yang sudah saya janjikan tempo hari, saya akan sambung artikelnya, dan artikel ini adalah artikel lanjutan dari artikel pertama (Hadiah Rp. 165.724.500? (Khayalan dan Obrolan Tak Jelas dari Enam Orang Fotografer yang Sudah Tak Punya Kamera) Episode Pertama), dan inilah artikelnya:

Tiba-tiba Mukidi (bukan nama asli ya Sob, demi menjaga ke“privacy”an rekan saya itu) membuka pembicaraan untuk merombak suasana yang tak enak itu. Diajukannya sebuah teka-teki berbunyi: berapa ribu jumlah orang di Jakarta yang memaki-maki karena malam Minggu ini hujan terus jadi tak bisa tamasya? Dan berapa ribu pula manusia yang bersyukur karena hujan, sehingga dia jadi punya alasan untuk tak pergi kemana-mana, jadi bisa hemat?

Semua senyap saja, tak satu pun yang menaruh perhatian pada persoalan pakansi atau tamasya. Kembali suasana jadi tenang dan sangat menekan. Tak enak betul rasanya. Kami semua seperti orang-orang berdosa yang tengah menanti keputusan hukuman. Tak tahan saya berada di tengah suasana tenang tak menentu.

Dan tak terasa meluncurlah tiba-tiba sebuah kalimat dari mulutku, mungkin akibat tekanan suasana yang tegang, jadi semacam meracau.

"Bagaimana kalau kita dapat hadiah sebanyak Rp. 165.724.500?" tanyaku. Angka itu demikian unik melulu karena kusesuaikan dengan kebiasaan fotografer-fotografer kawanku, serba unik dan eksentrik. Mendadak seluruh mata memandang ke arahku. Saya langsung menduga bahwa paling kurang salah seorang dari mereka akan memaki saya karena saya telah merusak suasana. Maka tak terbayang sedikit pun bahwa pokok pembicaraan yang kuajukan itu akan lanjut menjadi suatu percakapan yang seru.

"Berapa besar hadiah yang Om katakan tadi?" tanya Bedul tenang-tenang.

"Seratus enam puluh lima juta tujuh ratus dua puluh empat ribu lima ratus rupiah," jawabku.

"Dan seandainya hadiah itu akulah yang menerima?" kata Bedul sambil tersenyum, "Itu adalah modal yang lumayan untuk bikin sebuah pameran, suatu pameran yang rencananya sudah siap padaku. Kalau pertunjukan ini jadi, pasti akan menggemparkan dunia fotografi di Indonesia. Aku kasih bikin pameran itu demikian anehnya. 

Banyak fotografer sudah merencanakan dan bikin gallery terbuka, memajang foto di taman, membuat pameran foto di museum, di pinggir jalan dan lain-lain. Dan aku mau bikin galeri labirin. Labirin yang besar, dimana semua foto-fotoku aku pajang di setiap sisi dinding labirin, bayangkanlah betapa uniknya gagasan ini! Soal tempat saja aku sudah menang. Aku yakin orang akan berbondong-bondong melihat bagaimana suatu pameran fotografi berlangsung di dalam labirin besar."

Seperti sebelumnya, artikel ini bersambung ke episode ketiga, dengan judul: "Hadiah Rp. 165.724.500? (Khayalan dan Obrolan Tak Jelas dari Enam Orang Fotografer yang Sudah Tak Punya Kamera) Episode Ketiga"

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA 

Kamis, 19 Agustus 2021

Hadiah Rp. 165.724.500? (Khayalan dan Obrolan Tak Jelas dari Enam Orang Fotografer yang Sudah Tak Punya Kamera) Episode Pertama


Termenung ! (Street Photography)
trisoenoe.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Kamis, 19 Agustus 2021

Bulan Agustus 2021, bulan ini memang benar-benar bulan yang mestinya jadi bulan berkah untuk kami. Kenapa berkah? Ya! Karena memang bulan ini banjir dengan tanggal merah alias hari libur. Untuk kami yang memang punya hobby jeprat-jepret, tentu saja bulan yang penuh tanggal merah ini bakal menjadi bulan “panen raya”. Ya, kami bisa berkelana ke segala penjuru angin untuk memuaskan dahaga akan potrat dan potret. 

Tapi, itu tak terjadi di bulan ini. Bulan yang sekarang ini benar-benar beda!

Covid masih mencengkeram, dan enggan untuk pergi. Semua orang kena imbasnya, mulai dari ketakutan akan tertular, PSBB alias larangan keluar rumah kalau tak penting, dan yang sekarang ini sedang diterapkan di semua daerah; “PPKM”, dan entah nanti apalagi istilahnya. Judulnya sih sama, masyarakat dilarang keluar rumah kalau tak penting atau tak memiliki keperluan mendesak. Alhasil, semua usaha jadi kena getahnya, semua sendi ekonomi benar-benar terasa lumpuh, semua kegiatan ekonomi juga sedang sekarat, bahkan beberapa kegiatan ekonomi, benar-benar sudah gulung tikar alias wafat.

Semuanya berujung sama. Susah! 

Termasuk kami. Enam orang yang punya hobby jeprat-jepret ini. Kami pun dengan sangat terpaksa harus melepaskan “senjata pusaka” alias kamera kami, untuk ditukar dengan beras, gula, kopi, dan sisanya, untuk bayar hutang. Sudah berbulan-bulan ini, kami tak ada pemasukan, dan saya pun, sudah empat bulan ini tak lagi punya pekerjaan. 

Sedih? Itu sudah pasti!

Tapi, bukan karena tak ada uang yang bikin kami sedih. Kesedihan kami terutama karena kreatifitas kami jadi ikutan tandas! Kami tak lagi mampu memotret. Tak ada lagi kesukaan yang bisa bikin kami rehat sejenak dari carut-marutnya kondisi saat ini.

Dan sekarang, disinilah kami. Enam orang fotografer sedang duduk bersama, dan tanpa kamera! Kecuali saya, yang lain adalah fotografer-fotografer tulen. Maksudku, lima kawan lainnya itu tidak bekerja di manapun pada siang atau sore harinya kecuali hanya memotret. Seluruh waktu mereka khusus digunakan untuk berurusan dengan soal-soal yang menyangkut fotografi saja. Maka tidak susah membayangkan bagaimana kiranya kapasitas kantong kawan-kawanku ini. Dompet mereka yang masih bekerja pun pada saat ini sudah hancur lebur tidak keruan. 

Jadi duduk-duduk sajalah kami tenang-tenang menghadapi sebuah meja dengan enam gelas kopi hitam di atasnya, di bawah teduhan pohon kersen yang terletak delapan setengah langkah dari tukang gorengan. Tidak ada yang bisa digigit-gigit, ketika itu. Alhasil, hanya suara seruputan kopi berselaput asap rokok tebal yang mengisi kekosongan. Dan terasa tak ada satu soal pun yang enak didengar atau dibicarakan. Gerimis juga turun terus. Kawan kawan semua lesu. Semakin lama suasana jadi semakin tak enak. 


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA 

Rabu, 18 Agustus 2021

Tips Fotografi Makro (Biar hasilnya seperti fotografer profesional....Semoga!) Tulisan bagian Ketiga


Foto Bunga dalam Makro
trisoenoe.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Kamis, 18 Agustus 2021

Apa kabar Sobat? Seperti yang sudah saya janjikan kemarin dulu, saya akan sambung artikelnya, dan artikel ini adalah artikel lanjutan dari artikel kedua (Tips Fotografi Makro (Biar hasilnya seperti fotografer profesional....Semoga!) Tulisan bagian Kedua), dan inilah artikelnya:

6. Angka diafragma mana yang terbaik?

Adakah angka diafragma yang terbaik untuk memotret makro? Ya, ada, f/22. Karena ruang tajam lensa makro begitu dangkal (artinya, bagian depan bunga yang Sobat potret bisa benar-benar fokus sedangkan mahkota bunga yang berjarak hanya 2,5cm di belakangnya bisa benar-benar tidak fokus), maka Sobat harus mendapatkan ruang tajam sedalam mungkin, dan itu baru bisa terjadi jika setelan aperture kamera Sobat di set pada angka seperti f/22. Sobat bisa berhasil dengan f/16 atau bahkan f/11, tapi untuk mendapatkan hasil fokus maksimal pada objek Sobat cobalah f/22.

Foto Bunga dalam Makro
trisoenoe.com

7. Carilah latar yang sederhana

Aturan yang sama tentang background yang kita ikuti pada fotografi portrait berlaku pula untuk fotografi makro, yaitu menjaga agar latar belakang tetap sederhana. Bahkan aturan ini mungkin lebih penting pada fotografi makro daripada fotografi portrait, karena Sobat membidik dengan begitu dekat sehingga background akan memiliki pengaruh yang lebih besar. Jadi, pastikanlah latar belakang obyek yang Sobat pakai sesederhana mungkin.

8. Sebaiknya memotret di dalam ruangan

Banyak fotografi makro tentang alam sebenarnya dilakukan di dalam ruangan, bukan di luar ruangan. Salah satu keuntungan utama dari memotret makro di dalam ruangan adalah tidak ada angin. Hal ini mungkin tidak tampak seperti masalah besar pada awalnya, tapi saat Sobat menyiapkan kamera dengan lensa makro di luar ruangan dan mengintip melalui lensa, Sobat akan melihat langsung hembusan angin terlembut sekalipun yang menggerakkan bunga, daun, ranting, dan lain-lain di seluruh frame, yang berarti foto Sobat akan menjadi buram dan tidak fokus. Keuntungan lain dari memotret di dalam ruangan adalah anda bisa mengontrol cahaya (terutama jika menggunakan strobe studio), dan kunci untuk pencahayaan foto makro adalah memiliki pencahayaan yang manis dan merata pada seluruh bagian gambar.  

Foto Bunga dalam Makro
trisoenoe.com

9. Membuat tetesan air sendiri

Janganlah menunggu sampai hujan untuk mendapatkan efek embun pada bunga atau daun, bawalah sebotol air dalam pemotretan Sobat dan percikanlah pada bunga atau daun, sehingga tercipta tampilan segar dari tetesan air hujan, yang akan tampak bagus dalam fotografi makro ini. Selain itu, jika Sobat membidik cukup dekat, Sobat bisa melihat bayangan dalam tetesan air itu sendiri. Gimana? Ciamik maksimal kan?

Nah, Sobat semuanya, bagaimana? Silahkan dicoba ya Sob, berbagai tips fotografi makro yang sudah saya upload dalam tiga artikel terpisah ini. Semoga bermanfaat!

Tetap sehat, tetap semangat ya Sob!

Salam jepret selalu!

Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA 

Jumat, 13 Agustus 2021

Tips Fotografi Makro (Biar hasilnya seperti fotografer profesional....Semoga!) Tulisan bagian Kedua


Foto Makro, Obyek Bunga!
trisoenoe.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Jum'at, 13 Agustus 2021

Salam jumpa lagi Sobat (dan masih dalam suasana pendemi......Duh Gusti!!). Seperti yang sudah saya janjikan kemarin dulu, saya akan sambung artikelnya, danar tikel ini adalah artikel lanjutan dari artikel pertama (Tips Fotografi Makro (Biar hasilnya seperti fotografer profesional....Semoga!) Tulisan bagian Pertama), dan inilah artikelnya:

2. Maksimalkan ruang tajam (DoF)

Lensa makro memiliki sebuah “titik terbaik” dimana Sobat jepret bisa benar-benar mendapatkan hasil yang paling tajam. Dan dalam fotografi makro, memiliki gambar yang tajam sangatlah penting. Salah satu trik untuk mendapatkan ketajaman tinggi dari lensa makro adalah memotret dengan lensa yang terbidik lurus sempurna ke depan, ke arah objek (dengan kata lain, jangan memiringkan lensa Sobat ke atas atau ke bawah, cobalah memotret dengan benar-benar lurus untuk mendapatkan ketajaman dan kejernihan terbaik). 

3. Sobat harus "melupakan" fitur autofokus

Sobat telah mengetahui, bahwa salah satu tantangan besar dari fotografi makro adalah membuat subjeknya tajam dan fokus. Nah, Sobat akan menghadapi salah satu hal yang paling membuat frustasi saat membidik subjek yang super dekat dalam memotret makro, yaitu menggunakan autofokus. Satu tips yang dapat menurunkan kadar frustasi Sobat adalah; dengan tidak mengaktifkan autofokus lensa kamera Sobat dan gunakan fokus manual saja. 

Kenapa Sobat harus menonaktifkan autofokus? Kan sekarang ini fitur auto fokus sudah benar-benar akurat? 

Iya sih, memang fitur autofokus memang sudah lebih akurat ketimbang dulu. Tapi tetap saja, titik fokus maunya si kamera dengan maunya si fotografer kan beda. Misal, si fotografer maunya fokus di titik "A", tapi si autofokus malah milih untuk fokus di titik "B", alhasil, malah jadi berantem antara fotografer dengan kamera.

Mungkin, cara yang terbaik adalah bicara dari hati ke hati, antara fotografer dengan kameranya. Yah, namanya juga suatu hubungan, tak akan bisa langgeng kalau tidak ada komunikasi....bener ga Sob?

Foto Makro, Obyek Bunga!
trisoenoe.com

4. Jangan sentuh tombol shutter

Jika Sobat sudah babak belur memposisikan kamera Sobat di atas tripod, Sobat masih ada kemungkinan memperoleh foto yang kurang tajam akibat getaran yang terjadi saat menekan tombol shutter. Itulah sebabnya, ketika memotret makro, Sobat harus menggunakan shutter release cable (itu adalah kabel yang dicolokkan ke kamera, yang memungkinkan Sobat memotret foto tanpa harus menyentuh tombol shutter pada kamera) atau menggunakan self timer kamera yang akan men"jepret" secara otomatis sekitar 10 detik setelah Sobat menekan tombol shutter, sehinggga getaran apapun yang disebabkan oleh tekanan jari pada tombol shutter dijamin bisa dihilangkan jauh-jauh. 

Sudah dulu ya Sob, besok-besok lagi kita sambung lagi artikelnya (maaf banget nih, soalnya saya mau nyuci baju dulu, sama mau masak nasi!). Besok kita sambung ke tulisan ketiga, dengan judul: "Tips Fotografi Makro (Biar hasilnya seperti fotografer profesional....Semoga!) Tulisan bagian Ketiga"

Tetap sehat, tetap semangat ya Sob!

Salam jepret selalu!

Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA 

Kamis, 12 Agustus 2021

Tips Fotografi Makro (Biar hasilnya seperti fotografer profesional....Semoga!) Tulisan bagian Pertama


Foto Bunga (Makro dan hitam putih)
trisoenoe.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Kamis, 12 Agustus 2021

Salam Jepret Sobat semuanya. Sekarang di pertengahan bulan Agustus, tahun 2021, dan sekarang masih pendemi. 

Ya! Covid masih mencengkeram, dan enggan untuk pergi. Semua orang kena imbasnya, mulai dari ketakutan akan tertular, PSBB alias larangan keluar rumah kalau tak penting, dan yang sekarang ini sedang diterapkan di semua daerah adalah; “PPKM”, dan entah nanti apalagi istilahnya. Judulnya sih sama saja, masyarakat dilarang keluar rumah kalau tak penting atau tak memiliki keperluan mendesak. Alhasil, semua usaha kena imbas, semua sendi ekonomi benar-benar terasa lumpuh, semua kegiatan ekonomi juga sedang sekarat, bahkan beberapa kegiatan ekonomi, benar-benar sudah gulung tikar alias wafat.

Duh, Sobat, sekarang ini semuanya memang serba susah dan bikin kepala jadi pening.

Nah, supaya kepala ini tidak makin jadi pening, lebih baik kalau kita omong-omong masalah fotografi saja. Dan sekarang, kita akan membicarakan tentang satu aliran dalam fotografi, yang namanya fotografi makro, dan beberapa tips, yang bisa menjadikan hasil jepretan fotografi makro kita akan semakin ciamik. 

Dan tanpa berpanjang lebar lagi, inilah ceritanya:

Fotografi makro adalah salah satu aliran dalam fotografi yang lebih memfokuskan hasil jepretan pada detail-detail kecil. Aliran fotografi ini didasarkan pada jenis lensa khusus yang disebut lensa makro atau lensa close-up, yang memungkinkan Sobat untuk berfokus pada objek dengan lebih dekat daripada yang bisa Sobat lakukan secara normal. Sobat bisa berada cukup dekat sehingga objek Sobat benar-benar memenuhi frame foto Sobat. Beberapa objek foto yang paling populer untuk para fotografer pencinta makro antara lain adalah bunga, daun, serangga, dan benda sehari-hari lainnya di alam yang tidak biasanya kita lihat secara close-up.

Berikut ini adalah tips-tips memotret makro:

1.Sobat harus punya kamera!

Untuk yang satu ini, saya tak akan menjabarkannya secara panjang lebar. Saya males neranginnya!


2. Pergunakan tripod

Walaupun sekarang sudah ada lensa makro yang dilengkapi dengan fitur Image Stabilization (IS) atau Vibration Reduction (VR) bawaan, tapi kalau Sobat benar-benar mau serius untuk menekuni fotografi makro, maka Sobat harus serius tentang kualitas ketajaman dari foto yang Sobat hasilkan. Itu berarti Sobat benar-benar butuh yang namanya tripod. Fotografi jenis ini merupakan satu aliran, dimana ada satu perlengkapan yang kudu alias wajib dipakai, yang bernama “tripod”. Jadi, tripod merupakan salah satu hal yang mutlak yang harus anda pakai ketika memotret makro. 

Mengapa Tripod menjadi benda wajib?

Karena tripod, mampu memberikan kestabilan pada kamera. Ketika kita memotret suatu obyek yang membutuhkan ketajaman fokus, maka kestabilan kamera menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi. Dan kalau kita memegang kamera dengan tangan, dijamin, tingkat kestabilan tidak akan bisa tercapai secara maksimal. Nah, disinilah kita membutuhkan tripod untuk menggantikan fungsi tangan kita dalam hal menopang kamera.


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA