Jumat, 29 Juli 2016

FOTOGRAFI - KENAPA (TERUS) MOTRET DAN NULIS DI BLOG?

Ciledug, Tangerang-Banten
Jum'at, 29 Juli 2016...
Dini hari, pk. 01.00 WIB


Kemarin, saya baru saja dapat kritikan yang lumayan keras, tapi bernilai "luar biasa" secara psikologis dan pertimbangan realitas secara obyektif. Isi kritikannya tentang kesukaan (hobby) baru saya tentang jepreti-jepreta-jepreto dan ngebagi-bagi (share) poto hasil jepretan ke "dunia luar" atau sosmed (sosial medusa, eh, salah ding, sosial media, macam istagram, buku muka alias facebook), juga tentang kesukaan saya coba-coba nulis di blog (walaupun yang baca dikit buangetz!) yang topiknya juga kebanyakan sadur sana sadur sini tanpa penelitian yang komprehensif dan mendalam (yah...namanya juga baru!).


Dan yang bikin tambah mantab adalah, sohib saya yang ngeritik ini juga ga mau bersusah payah untuk membungkus kritikannya ke dalam kata-kata yang "halus", yah, dibikin semacam combro ranjau...mak nyus diluar, ngejeplak di dalem. 

Kritikannya langsung nabok banget; "buat apa sih lu poto-poto ga jelas, terus lu taro di blog, pake sok2 an nulis segala di blog yang ga jelas itu? Apa lu bisa dapet duit dari situ? ape lu terus bisa terkenal? Apa lu ngerasa kalo blog "caur plus brekele" lu itu bakal dibaca orang banyak dan bakal bikin derajat lo naek?....Ngimpi lu, realistis aja sekarang, cari duit, orang nilai lu dari apa yang lu punya, bukan dari apa yang ada di otak lu!....dan kritikan pedes tadi itu dipermanis dengan ketawa ala mak lampir di endingnya!

(yang kalo misal bisa saya bungkus kritikan itu tadi, udah saya bungkus dan saya pasarkan...Level 100...pedes nampol dus ngejedog gila!) 


Saya sempat merasa, ini orang bener juga!... Buat apa juga ngerjain hal-hal seperti ini, moto, setelah itu nulis di blog, apa iya orang bakal liat? Atau baca? hahahaha...mustahil...alias "imposibeleun". 



Dan, setelah merokok dan merenung singkat, akhirnya saya terpengaruh juga, dan memutuskan untuk berhenti. Jadilah  rencana "B" disusun, apa itu rencana B? Rencana B adalah tutup blog plus akun-akun di sosmed, bikin akun di "OLX" dan siap-siap posting poto kamera beserta seluruh kelengkapan yang menyertainya...jangan lupa dikasih kalimat-kalimat yang merayu dan dibubuhi dengan  singkatan bermakna magis, "BU" alias butuh uang, atawe "BC" alias butuh cepat! Jual semua! Kemudian, jalani hidup persis sama dengan yang diinginkan oleh sohib saya yang mengkritik saya tadi...kerja...kumpulin duit...beli barang-barang mahal dan lain-lain, dan siap-siap menikmati naiknya derajat saya karena ada sesuatu untuk dipamerkan ke khalayak ramai, mantab! (inget ya, dipamerkan, bukan dibagikan, karena banyak orang sekarang yang merasa bahwa pamer itu sama artinya ngebagi, padahal beda jauh!)



Tapi, sebelum rencana "B" tadi kelar dilaksanakan, di istagram muncul comment dari seseorang nuuuuun jauh di sana, seorang kenalan via sosmed yang tinggal di bosnia herzegovina. Dia apresiatif sambil kasih kritik yang isinya (sudah saya terjemahkan ya!-pen), "fotonya bagus, tapi masih bisa lebih bagus lagi, hanya perlu sedikit latihan dan latihan...tapi point of interestnya udah dapet!"....



Abis baca kritikan itu, saya tercenung dan "tercerahkan"..."Iya juga ya, kenapa juga harus menghentikan kegiatan yang saya sukai, yang menyenangkan buat saya, yang bisa bikin saya merasa mengisi peradaban (walau sedikit buangetzzz), dan bukan numpang hidup alias nyempil diperadaban manusia, cuma gara-gara kritik satu orang saja!.......



Hahahahahaha, saya ga bisa ngapa-ngapain selain ketawa, ketawa karena sadar betapa maksimalnya ke "bloon" an diri saya, yang langsung banting stir hanya karena kejedot sama satu komentar "satir" dari orang yang ga jelas juga apa kontribusinya di bumi selain napas, ngisi perut dan bikin polusi serta membagikan khalayak ramai semuaaaaa yang dia punya (sayangnya yang dibagiin cuma foto...bukan bendanya, apalagi duitnya!), juga menebarkan kritik super puedesssss ke orang-orang yang tidak sepaham dengannya!

Hahahahahahaha....nggak ada lain yang bisa saya kerjakan selain ketawa....dan ketawa!



Jadi, disinilah saya sekarang, masih menulis blog tentang apa yang menurut saya menarik, masih keliling dan foto-foto, kemudian mencari pencerahan dan ilmu dengan menebar hasil karya foto saya disosmed, sambil menunggu kritikan yang akan saya panen! Karena, walaupun kayanya klise banget, ternyata bener lho, "bukan pujian dan keberhasilan yang bikin orang bisa maju, tapi kritikan dan kegagalan!", sumpah...paitnya luar biasa, tapi benernya juga luar biasa....


Dan walaupun kayanya aneh...tapi ini ternyata kegiatan ini menyenangkan buat saya!



"Terima kasih banyak wahai sohib "the haves" saya, atas kritikan pedesnya, dan jangan khawatir, saya akan terus nulis diblog dan motret.....silahkan mem"bully" saya habis-habisan, karena toh cuma itu yang mampu kamu lakukan...dan cuma di bidang itu kamu bisa berprestasi!"

Salam Jepret buat untuk semua....


(Sebenarnya masih mau nulis lebih panjang dan lebih lebar lagi, tapi, karena stock kopi dan rokok sudah tandas...terpaksa diakhiri...untuk saat ini...Tapi pasti disambung lagi kalau stock rokok dan kopi sudah tersedia!)



Selasa, 26 Juli 2016

(Apakah) Semua Orang....Adalah Fotografer?



Ciledug, Tangerang, Banten, Selasa, 26 Juli 2016

Semua orang fotografer?......Ah...sepertinya nggak mungkin, yah...nggak 100% bener sih, tapi kalo kita lihat kecenderungannya sekarang (kata ngetrend-nya...kekinian!), dimana hampir seluruh HP dilengkapi dengan kamera, dan, banyaknya sosmed dan aplikasi yang menawarkan fasilitas edit foto, kemudian berbagi foto...,maka kata-kata tadi mau nggak mau harus kita terima, karena setiap orang yang memiliki HP yang punya fitur kamera dan link jaringan internet, akan dengan mudah...ngejepret! Terus edit (kalo sempet sih), terus share...alias dibagikan di sosmed (FB, Istagram, dll) disertai dengan komentar sesuka si pengirim...Selesai! Terus, apa yang model seperti itu layak untuk menyandang sebutan sebagai fotografer? 


Kalau menurut pendapat pribadi saya...Ya! Mereka layak untuk disebut sebagai fotografer, karena kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI-red) fotografer itu artinya tukang foto atau juru foto. 

Sedangkan kalau menurut Wikipedia...artinya jauh lebih spesifik. Fotografer itu artinya orang-orang yang membuat gambar, dengan cara menangkap cahaya dari subyek gambar dengan kamera atau peralatan fotografi lainnya, dan umumnya memikirkan seni dan teknik untuk menghasilkan foto yang lebih baik serta terus menerus mengembangkan ilmunya!

Nah, dari keterangan diatas, bisa dibilang, batasan untuk seseorang itu bisa disebut sebagai fotografer atau bukan, hanya sebatas itu orang motret atau tidak...simple! 


Tapi, kalau kita mendasari penilaian berdasar pada hasil, nah...barulah persoalan muncul.  Apa perimeter penilaiannya? Apakah komposisinya? Atau permainan warna? Atau proses editingnya? 

Wah...,ini sih nambah daftar hal-hal yang bakal awet diperdebatkan sampai akhir jaman! Kenapa? Ya karena persepsi orang terhadap  hal-hal tadi itu amat sangat subyektif, karena seni itu subyektif, dan perpektif orang terhadap seni dapat dipastikan...,subyektif!

Jadi apa dong batasan antara fotografer yang bener dan fotografer yang...asal...?

Hahahaha, jawabannya...,nggak ada! 

Kecuali penilaian orang terhadap karya mereka, dan percayalah, orang akan menilai suatu karya fotografi dengan sangat bijak, karena itu, ini adalah himbauan kepada para fotografer pemula seperti saya, "Kita jangan pernah berhenti untuk memotret, apapun penilaian orang terhadap hasil foto kita, karena begitu kita berhenti untuk memotret, itu artinya kita berhenti untuk menjadi imajinatif dan kreatif! 


So...sohib-sohib sekalian, itulah sebagian pendapat saya tentang "Fotografer". Sekaligus menjawab tentang skeptisme dan juga sarkastisme sebagian orang tentang karya "fotografer pemula" seperti saya. 

Sekali lagi, teruslah berkarya!

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA 

Minggu, 24 Juli 2016

100 Tips Fotografi Yang Penting Untuk Sobat Ketahui!



Kemayoran, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2016

Edisi revisi...........

(Postingan kali ini adalah revisi dari postingan sebelumnya, karena sebelumnya tampilan baik tulisan maupun gambar masih acak adut, maka diperbaiki...supaya enak diliat!)

Salam jepret ya sobat, gimana kabarnya? Baik-baik saja? Oh ya, Postingan kali ini adalah tentang hasil penemuan saya setelah mencari-cari trik atau tips yang mungkin cocok dipakai untuk meningkatkan hasil jepret-jepret saya (dan mungkin sobat-sobit juga!). 


Tips ini ditulis oleh seorang chef, eh, maaf...fotografer dan pengajar workshop street photography, namanya Eric Kim (kalo ada yang belum tahu dengan orang ini, dan berhasrat ingin kenalan, silahkan! Dengan satu syarat...jangan lupa ajak saya!).

Artikelnya mengenai 100 tips fotografi sangat menarik, dan saya yakin, sedikit banyak akan berguna. Mungkin ada satu, dua atau beberapa tips yang secara pribadi kita kurang sreg atau bahkan tidak setuju, namun secara umum tips ini bagus. Dan ingat, tips-tips ini datang dari street photographer ya…. Jadi...Silahkan dibaca, diresapi, dipahami dan direnungi...


Demikian isi tipsnya:

100 Tips Fotografi

1. Hanya karena memiliki kamera yang mahal, bukan berarti mereka adalah fotografer yang hebat! (sohib-sohib setuju ya, kamera yang mahal belum tentu menghasilkan karya foto yang bagus, dan kamera yang murah juga belum tentu jelek hasilnya!) 

2. Selalu memotret dalam format gambar RAW. Selalu!!!

3. Lensa prime membantumu mendapatkan foto yang lebih baik!

4. Mengedit foto juga termasuk dalam seni tersendiri

5. Rule of third berguna untuk hampir seluruh foto...Hampir!

6. Fotografi makro bukan untuk semua orang

7. Filter UV berguna seperti halnya lens cap

8. Pergilah keluar, dan memotretlah! Daripada menghabiskan waktu berjam-jam di forum fotografi online

9. Abadikan keindahan dalam hal-hal simpel dan kamu akan memiliki foto terbaik!

10. Film tidak lebih baik dari digital

11. Digital juga tidak lebih baik dari film (lebih murah...mungkin!)

12. Tidak ada “magic/sihir” dalam kamera dan lensa

13. Lensa lebih baik tidak otomatis menghasilkan foto yang lebih baik

14. Kurangi waktu mengamati hasil karya orang lain, dan perbanyak waktu untuk memotret

15. Jangan membawa kamera DSLR kedalam sebuah pesta (lihat tips no. 31) 

16. Menjadi fotografer itu seksi (hehehe...no comment ya sobat!)

17. Mengubah format foto menjadi black & white tidak lantas menjadikan sebuah foto lebih artistik 

18. Orang akan selalu mendiskreditkan karyamu kalau kamu bilang fotomu sudah diedit difotoshop. 

19. Lebih baik katakan pada mereka, fotomu sudah diproses di kamar gelap. 

20. Tidak perlu semuanya harus dipotret

21. Paling tidak kamu harus memiliki 2 copy foto sebagai cadangan

22. Buang neckstrap (tali kamera yang melilit leher) dan gantikan dengan handstrap (dililit di tangan) supaya kamu selalu siap “tempur”.

23. Mendekatlah saat memotret, biasanya hasilnya lebih bagus.

24. Jadilah bagian dari adegan sambil memotret, jangan jadi tukang intip

25. Kurangi kekhawatiran mengenai aspek teknis memotret dan perbanyak perhatian dalam komposisi foto

26. Memotret sambil rebah seringkali hasilnya lebih baik 

27. Tutupi merk yang ada di kamera dengan selotip hitam, itu akan mengurangi perhatian kearahmu

28. Under expose sebanyak 2/3 stop saat memotret disiang hari yang terang benderang


29. Makin banyak memotret, makin baik dan oke hasilnya

30. Jangan takut memotret beberapa foto di tempat dan posisi yang sama, dengan exposure, sudut dan apertura yang berbeda

31. Perlihatkan hanya foto terbaikmu 

32. Kamera saku tetaplah sebuah kamera

33. Bergabunglah dengan forum fotografi online

34. Kritisilah hasil karya orang lain

35. Berpikirlah sebelum memotret

36. Foto yang bagus tidak membutuhkan penjelasan

37. Alkohol dan fotografi itu bukan sahabat

38. Jadikan fotografer lain sebagai inspirasi, tapi jangan pernah memujanya

39. Grain itu indah

40. Ganti tas kamera backpack (ransel) dan belilah tas kamera messenger, atau rompi, kamu akan mudah mengakses peralatan fotografimu

41. Kesederhanaan adalah kunci

42. Definisi fotografi adalah “melukis dengan cahaya”. Manfaatkan cahaya sesuai dengan seleramu

43. Carilah gaya (style) fotografimu, dan konsistenlah

44. Punya monitor kedua (dual display-red) adalah hal terbaik dalam memproses foto

45. Silver EFEX Pro adalah konverter black & white terbaik

46. Bawa kameramu kemanapun kamu pergi

47. Jangan pernah biarkan fotografi menghalangimu untuk menikmati hidup

48. Kamera bukan kucing, jangan dielus-elus, gunakan kamera sampai berbekas

49. Ambil foto tanpa manipulasi (straight photo)

50. Memotretlah dengan percaya diri

51. Fotografi dan jukstaposisi (penempatan 2 obyek secara berdampingan) adalah sahabat terbaik

52. Cetaklah foto besar-besar. Mereka akan membuatmu bahagia

53. Berikan fotomu pada teman-temanmu

54. Berikan juga ke orang asing

55. Jangan lupa membingkainya

56. Cetak ditempat yang murah


57. Keluarlah dan memotretlah dengan teman-temanmu

58. Bergabunglah dengan klub foto atau buat klub foto baru

59. Foto adalah hadiah yang indah

60. Memotret orang asing itu menantang dan mengasyikkan

61. Candid lebih baik daripada pose

62. Natural light adalah cahaya terbaik

63. Lensa 35mm (dalam kamera full frame, 23 mm dalam kamera crop) adalah lensa terbaik untuk jalan-jalan

64. Jangan takut menaikkan ISO saat diperlukan

65. Tidak perlu membawa tripod kemana-mana

66. Selalu lebih baik meng-underexpose daripada overexpose

67. Memotret gelandangan agar terlihat “nyeni” adalah eksploitasi 

68. Kamu akan menemukan kesempatan foto terbaik dalam situasi yang kelihatannya tidak mungkin 

69. Foto akan selalu kelihatan menarik apabila ada unsur manusia didalamnya 

70. Kamu tidak akan bisa mem-photoshop-kan foto yang jelek menjadi bagus

71. Saat ini, semua orang adalah fotografer (lihat artikel saya tentang ini - "Semua orang adalah fotografer")

72. Tidak perlu terbang ke Paris untuk mendapatkan foto terbaik, kesempatan foto terbaik ada di halaman belakang rumahmu 

73. Orang yang memegang kamera DSLR dan saat memotret portrait grip kameranya mengarah kebawah terlihat seperti orang bodoh 

74. Kamera adalah alat, bukan mainan, apalagi perhiasan


75. Dilihat dari komposisi, fotografi dan lukisan tidak banyak bedanya

76. Fotografi bukanlah hobby, itu gaya hidup (untuk ini, saya tidak sepenuhnya setuju, baca postingan saya tentang "Hobby Moto")

77. Buatlah foto, jangan buat alasan

78. Jadilah original dalam fotografi, jangan pernah mengcopy gaya orang lain

79. Foto terbaik akan “bercerita”, sehingga akan membuat yang melihat penasaran

80. Semua kamera yang warnanya tidak hitam akan terlalu menarik perhatian

81. Semakin banyak peralatan yang kamu bawa, makin kamu tidak enjoy

82. Foto self-portrait yang baik itu tampaknya mudah, padahal lebih sulit dilakukan


83. Tertawa selalu bisa mengeluarkan karakter asli seseorang saat difoto

84. Jangan terlihat mencurigakan saat memotret-membaurlah dengan lingkungan

85. Fotografi landscape bisa terlihat tumpul setelah sementara waktu

86. Bersenang-senanglah saat memotret

87. Bersikaplah penuh hormat saat memotret orang atau tempat

88. Jangan pernah menghapus foto

89. Saat memotret candid seseorang di jalanan, lebih mudah menggunakan lensa lebar daripada tele

90. Travel dan fotografi adalah pasangan yang sempurna

91. Pelajari bagaimana cara membaca histogram

92. Foto dengan “noise” itu lebih baik daripada “blur”

93. Jangan takut memotret dalam hujan

94. Pelajari bagaimana cara menikmati moment, daripada berusaha mati-matian membuat foto sempurna dari moment tersebut 

95. Jangan pernah memotret saat perutmu kosong

96. Kamu akan banyak menemukan dirimu sendiri dalam fotografi

97. Jangan pernah menyembunyikan pengetahuanmu tentang fotografi, bagilah dengan dunia

98. Jangan pernah berhenti memotret

99. Fotografi itu lebih dari sekedar foto, dia adalah filosofi hidup

100. Tangkaplah decesive moment

Buat daftar tipsmu sendiri!


Demikian kiranya tips atau trik yang bisa kita terapkan dalam memotret...nggak usah semua diterapkan (toh ini bukan ujian!). Terapkan saja beberapa dari tips tersebut, dan bandingkan hasil foto kamu setelah dan sebelum kamu terapkan, pasti kamu bakal kaget dengan hasilnya!

Itulah tadi, tips dan trik untuk memotret. masalah tips & trik yang segubrak banyaknya itu mau diterapkan satu saja, atau sebagian besar, atau semuanya, atau nggak sama sekali, itu semuanya berpulang kepada sobat semua.

Lagipula, nilai bagus atau tidak suatu foto, itu tidak ada patokan bakunya, tidak ada standar pastinya. 


Bisa saja suatu foto dinilai buruk oleh seseorang, tetapi justru malah dinilai sangat baik oleh orang lain. Contohnya lukisan potret dirinya Vincent Van Gogh, untuk beberapa orang, lukisan itu jelek dan tak berharga, tetapi, untuk para pengamat seni, lukisan itu sangatlah indah dengan komposisi yang luar biasa. Nah, fotografi itu seni juga, foto itu juga hasil seni, ga ada patokan yang baku untuk keindahan suatu karya seni.

Intinya ya sobat, jangan pernah takut untuk memotret, jangan jadikan kameramu sebagai penghalang untuk memotret. Pokoknya, siapkan kamera (apapun kameramu), lalu memotretlah sebanyak-banyaknya.

Demikian postingan kali ini, kurang lebihnya mohon dimaafkan, sampai jumpa dipostingan berikutnya! Salam Jepret!

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA 

Sabtu, 23 Juli 2016

Wall of Fame #2 (Black & White Photography)



Ciledug, Tangerang, Banten, Sabtu, 23 Juli 2016 

Kembali posting edisi penyegaran, yaitu edisi Wall of Fame. Untuk wall of fame kali ini, akan ditayangkan (wah...kaya serial tipi...ditayangkan), tentang foto-foto bernuansa hitam-putih (black & White).

“Kenapa black & White?”


Ya, karena foto dengan karakter seperti ini punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh foto dengan banyak unsur  warna di dalamnya. Ada sebagian orang mengatakan, foto hitam putih adalah salah satu jenis foto yang tak lekang oleh waktu (walaupun ada juga yang tak setuju dengan hal itu, namun, jumlahnya hanya sedikit)


Tanpa adanya elemen warna yang mengganggu (jika dapat dikatakan mengganggu tentunya!), kadang foto hitam putih justru mampu membekas kuat dibenak yang melihatnya, dan pesan yang diangkat oleh foto jenis ini menjadi lebih  mudah "terbaca". 

Namun, foto jenis ini atau foto hitam putih juga memiliki kekurangan, karakter dari foto jenis hitam putih ini sedemikian kuat namun sempit, sehingga sulit untuk mengembangkan perspektif yang luas berdasar pada black & white. Walaupun disisi lain, sempitnya perspektif justru menjadi kelebihan tersendiri!


Intinya, dalam foto hitam putih, cerita yang disampaikan oleh foto itu hanya bisa melalui bentuk, kekuatan kontras gelap terang, dan jika ada unsur manusia di sana, maka ekspresi dari si manusia haruslah kuat. terkadang, suatu foto hitam putih menjadi "datar" atau "flat" hanya karena kehilangan faktor-faktor yang sudah saya sebutkan tadi. (baca artikel saya FOTOGRAFI HITAM PUTIH - KENIKMATAN DALAM FOTO HITAM PUTIH)

Berikut ini, Karya-karya foto saya dalam nuansa hitam & putih:

Pedagang Perlengkapan rumah tangga tradisional
Puri Beta - Ciledug - banten





Demikian foto-foto wall of fame dengan nuansa hitam-putih, semoga berkenan!

Akhir kata, "salam jepretz-dan terus berkarya sob!"

Catatan:

Foto hitam putih merupakan foto yang polos yang memaksa kita untuk melihat bentuk daripada warna. Sebuah subjek dengan pencahayaan redup dan memiliki bayangan mungkin tidak berarti dalam gambar berwarna, namun dalam foto hitam putih bisa saja sangat powerful.


Foto hitam putih mampu menyampaikan kesan murni serta emosi yang sangat kuat, dan hal inilah yang mendasari mengapa sampai saat ini beberapa majalah dan koran masih sering menggunakannya.

Kamis, 21 Juli 2016

Apakah Kanker (Cancer) Itu???



Ciledug, Tangerang, Banten, Kamis, 21 Juli 2016

"Indonesia sangat kaya tanaman berkhasiat antikanker, jauh lebih kaya daripada Cina, dan lebih bagus mutunya. Tetapi mengapa angka prosentase kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi daripada Cina? Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan..."
(Prof. Dr. Li Peiwen, ahli kanker & obat tradisional senior Cina.)

Sorry ya sob, postingan kali ini nyeleneh abis dari postingan2 sebelumnya, soalnya lagi mau sharing hal-hal yang mungkin berguna untuk sob-sob sekalian. Tapi bahan dari postingan ini bukan murni dari hasil riset dan investigasi saya sendiri, tapi lebih pada ngulik sana-sini (walaupun ga 100% copas, tapi sebagian besar bahannya diambil dari www.untuksehat.co.cc dan juga terima kasih untuk www.cancerhelps.com & www.rumahkanker.com atas referensi yang sangat bermanfaat.

Dan berikut ini adalah hasilnya, cekidot ya sob

Apa itu kanker?

Penjelasan sederhananya:

Kanker adalah suatu penonjolan atau pertumbuhan tidak wajar yang dapat terjadi pada setiap bagian tubuh. Setiap benjolan yang keras, tidak sakit dan tumbuh perlahan-lahan pada salah satu bagian tubuh. Penyakit ini berbahaya dan sering kali memerlukan operasi/pembedahan oleh para medis.

Penjelasan lebih lengkapnya:

Kanker adalah pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal, berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitar (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta syaraf tulang belakang. Sel-sel yang berkembang ini akan menumpuk, mendesak dan merusak jaringan dan organ yang ditempati. Penumpukan sel baru inilah yang disebut tumor ganas. Kanker dapat terjadi disemua organ tubuh dari otak hingga kaki. 

Bersyukurlah bila kanker terjadi di bagian permukaan tubuh karena dapat dideteksi dan diobati sejak dini. Bila terjadi di dalam tubuh, hmm… biasanya terdeteksi saat stadium lanjut sehingga sulit diobati.
Tapi, jangan bersedih. Yuk kita cari tahu di artikel selanjutnya bagaimana cara mendeteksi lebih dini dan tips-tips pencegahan dan pengobatan.

Apakah kanker hanya satu macam?
Kankernya sendiri satu nama. Sayangnya ia beranak pinak dan para dokter serta para spesialis bersepakat untuk membuat akte nama anak cucu kanker yang menempati organ tubuh yang berbeda.


Apa sajakah nama mereka?

• Karsinoma
Jenis kanker yang berasal dari sel yang melapisi permukaan tubuh atau permukaan saluran tubuh, misalnya jaringan seperti sel kulit, testis, ovarium, kelenjar mucus, sel melanin, payudara, leher rahim, kolon, rectum, lambung, pancreas, dan esofagus.

• Limfoma
Jenis kanker yang berasal dari jaringan yang membentuk darah, misalnya jaringan limfe, lacteal, limfa, berbagai kelenjar limfe, timus, dan sumsum tulang. Limfoma spesifik antara lain adalah penyakit Hodgkin (kanker kelenjar limfe dan limfa)

• Leukemia
Kanker jenis ini tidak membentuk massa tumor, tetapi memenuhi pembuluh darah dan mengganggu fungsi sel darah normal.

• Sarkoma
Yaitu jenis kanker dimana jaringan penunjang yang berada dipermukaan tubuh seperti jaringan ikat, termasuk sel - sel yang ditemukan di otot dan tulang.

• Glioma
Yaitu kanker susunan syaraf, misalnya sel-sel glia (jaringan penunjang) di susunan saraf pusat.

• Karsinoma in situ
Yaitu istilah yang digunakan untuk menjelaskan sel epitel abnormal yang masih terbatas di daerah tertentu sehingga masih dianggap lesi prainvasif (kelainan/luka yang belum menyebar).

Aduh susah ya nama latinnya. Gimana kalo kenalan lewat nama yang lebih familiar (Indonesia banget). Kanker juga oleh para dokter dan spesialis juga diberi nama menurut gejala organ yang diganggu.


Dan nama-nama Indonesianya adalah:

• Kanker Otak
Ditandai dengan sakit kepala yang sangat pada pagi hari dan berkurang pada tengah hari, epilepsi, lemah, mati rasa pada lengan dan kaki, kesulitan berjalan, mengantuk, perubahan tidak normal pada penglihatan, perubahan pada kepribadian, perubahan pada ingatan, sulit bicara.

• Kanker mulut
Terdapat sariawan pada mulut, lidah dan gusi yang tidak kunjung sembuh.

• Kanker Tenggorokan
Batuk terus menerus, suara serak atau parau.

• Kanker Paru-paru
Batuk terus - menerus, dahak bercampur darah, rasa sakit di dada.

• Kanker Payudara
Adanya benjolan, penebalan kulit (tickening), perubahan bentuk, gatal - gatal, kemerahan, rasa sakit yang tidak berhubungan dengan menyusui atau menstruasi.

• Kanker saluran pencernaan
Adanya darah dalam kotoran yang ditandai dengan warna merah terang atau hitam, rasa tidak enak terus - menerus pada perut, benjolan pada perut, rasa sakit setelah makan, penurunan berat badan.

• Kanker Rahim (uterus)
Pendarahan diperiode - periode datang bulan, pengeluaran darah saat mens yang tidak seperti biasanya dan rasa sakit yang luar biasa.

• Kanker Indung Telur (ovarium)
Pada fase lanjut barulah muncul gejala.

• Kanker Kolon
Pendarahan pada rectum, ada darah pada kotoran, perubahan buang air besar (diare yang terus menerus atau sulit buang air besar).

• Kanker Kandung Kemih atau Ginjal
Ada darah pada air seni, rasa sakit atau perih pada saat buang air kecil, keseringan atau kesulitan buang air kecil, sakit pada kandung kemih.

• Kanker prostat
Kencing tidak lancar, rasa sakit yang terus menerus pada pinggang belakang, penis dan paha atas.

• Kanker buah zakar/testis
Adanya benjolan pada buah zakar, ukuran penampungan pada buah zakar yang membesar dan menebal secara mendadak, sakit pada perut bagian bawah, dada membesar atau melembek.

• Limfoma
Kelenjar getah bening membesar, kenyal seperti karet, gatal - gatal, berkeringat pada waktu tidur malam, demam atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

• Leukemia
Pucat, kelelahan kronis, penurunan berat badan, sering kena infeksi, mudah terluka, rasa sakit pada tulang dan persendian, mimisan.

• Kanker Kulit
Benjolan pada kulit yang menyerupai kutil (mengeras seperti tanduk), infeksi yang tidak sembuh - sembuh, bintik-bintik berubah warna dan ukuran, rasa sakit pada daerah tertentu, perubahan warna kulit berupa bercak-bercak.

• Komplikasi
Komplikasi yang sering terjadi pada pasien kanker adalah infeksi yaitu pada pengidap kanker stadium lanjut. Infeksi terjadi akibat kekurangan protein dan zat gizi lainnya serta penekanan sistem imun yang sering terjadi setelah pengobatan konvensional.

Huft.. banyak banget ya!  Sepertinya kanker perlu ikut program KB biar gak lagi tambah banyak.

Lalu, kenapa seseorang terkena kanker?

Kenapa seseorang terkena kanker? Biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena bisa jadi disebabkan gabungan dari sekumpulan factor. Tapi ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker, dan faktor-faktor itu adalah:

• Faktor keturunan
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit dan kanker usus besar.

Sebagai contoh, risiko wanita untuk menderita kanker meningkat 1,5 s/d 3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

• Faktor Lingkungan
Beberapa kegiatan, tanpa disadari, mengundang resiko tumbuhnya kanker,

Merokok
Meningkatkan resiko kanker paru - paru, mulut, laring (pita suara), dan kandung kemih.

Sinar Ultraviolet dari matahari
Radiasi ionisasi dalam sinar rontgen yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom. Contoh, orang yang selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, berisiko tinggi menderita kanker sel darah, seperti Leukemia.

• Faktor Makanan yang mengandung bahan kimia.
Hati-hati memilih makanan. Tidak semua makanan sehat lo! Beberapa jenis makanan ternyata bisa memyebarkan surat undangan untuk kanker agar hinggap di tubuh kita.


Catat beberapa jenis makanan berikut:

* Makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung

* Minuman yang mengandung alkohol menyebabkan berisiko lebih tinggi terhadap kanker kerongkongan.
Zat pewarna makanan

* Logam berat seperti merkuri yang sering terdapat pada makanan laut yang tercemar seperti: kerang, ikan, dsb.

* Berbagai makanan (manis,tepung) yang diproses secara berlebihan.


• Virus

Virus yang dapat dan dicurigai menyebabkan kanker antara lain :

a. Virus Papilloma, menyebabkan kutil alat kelamin (genitalis) juga dicurigai salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.

b. Virus Sitomegalo menyebabkan Sarkoma Kaposi (kanker sistem pembuluh darah yang ditandai oleh lesi kulit berwarna merah).

c. Virus Hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati.

d. Virus Epstein - Bar (di Afrika) menyebabkan Limfoma Burkitt, sedangkan di China virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Ini terjadi karena faktor lingkungan dan genetik.

e. Virus Retro pada manusia misalnya virus HIV menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.


• Infeksi

Parasit Schistosoma (bilharzia) dapat menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Namun penyebab iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker.

Infeksi oleh Clonorchis yang menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu.

Helicobacter Pylori adalah bakteri yang dicurigai penyebab kanker lambung, dan diduga bakteri ini menyebabkan cedera dan peradangan lambung kronis sehingga terjadi peningkatan kecepatan siklus sel.

• Faktor perilaku
Merokok, mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan, peminum minuman beralkohol, melakukan hubungan intim pada usia dini dan sering berganti ganti pasangan beresiko lebih tinggi terkena kanker.

• Gangguan keseimbangan hormonal
Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada pria. Hal itu terjadi karena hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. Kaum hawa yang menstruasi memiliki kadar estrogen yang tinggi. 

Maka wanita yang mengalami menstruasi dini dan mencapai menopause lambat memiliki resiko terbentuk kanker payudara lebih tinggi. Terlambat mengandung atau tidak memiliki anak juga dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Kabar baiknya, wanita yang menyusui selama paling sedikit 6 bulan berturut – turut dan wanita yang hamil beberapa kali, mendapat resiko lebih rendah terkena kanker payudara. Karena, pada saat kehamilan dan menyusui Hormon progesterone, hormone yang bersifat protektif terhadap kanker yaitu dengan menghambat efek stimulasi estrogen, meningkat.

• Faktor kejiwaan, emosional
Stress; dendam; kebencian yang mendalam dan sakit hati; dapat menyebabkan atau memperberat kanker. Gangguan emosi ini dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang yang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker.

• Radikal bebas
Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul yang mempunyai electron bebas yang tidak berpasangan dilingkaran luarnya. 

Misalnya:

Radikal bebas yang terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme.

Radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari makanan , minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari.

Radikal bebas yang terproduksi pada waktu kita makan berlebihan maupun dalam keadaan stress berlebihan, baik stress secara fisik, psikologis,maupun biologis.

Hiii… banyak banget ya penyebab kanker. Seperti pasukan barbar yang siap menyerang kita kapan dan di mana saja. Bagaimana cara kita membuat perisai perlindungan? Mau tau cara dan tips-tipsnya? 

Yuk… baca terus artikel berikutnya!

Cek Out! Dan Perangi!!

Untuk mendeteksi keberadaan kanker, beberapa metode dapat dilakukan, diantaranya, deteksi dini dengan Digital Infrared Imaging atau Pencitraan Inframerah Digital (PID). Teknik ini untuk memonitor kesehatan payudara dan leher rahim pada wanita terhadap adanya proses prakanker.

Tentang prinsip kerja PID, sederhana saja. Benda pada temperatur tertentu akan memancarkan radiasi gelombang electromagnet dari permukaan yang tidak kasat mata, dimana intensitas maksimum terjadi pada panjang gelombang daerah sinar inframerah. Aktivitas kimia dan aktivitas pembuluh darah didalam jaringan sekitar prakanker yang sedang tumbuh selalu lebih tinggi daripada jaringan normal. Maka dari itulah ia dapat terdeteksi. Beberapa tes murah meriah dapat dilakukan sendiri dirumah. Misalnya, bagi wanita, melakukan pemeriksaan payudara sendiri (bagi wanita) atau buah zakar bagi pria setiap bulan. Sederhana namun dapat membantu mendeteksi kanker secara dini.

Hal lainnya, memeriksa secara teratur adanya luka terbuka dimulut yang tidak sembuh - sembuh untuk mendeteksi kanker mulut pada stadium dini. Langkah berikutnya adalah terapi pengobatan dengan cara konvensional. Tapi pada kenyataannya pengobatan konvensional sering kali kanker belum bisa diatasi secara total.

Disinilah peran tanaman obat/herbal mulai diandalkan. Penggunaan herbal untuk mengobati kanker tidak muncul begitu saja. Ada beberapa pendekatan yang mendasari pengobatan dengan bahan baku tersebut, yaitu sebagai berikut:
Hasil penelitian bahwa kanker bersifat reversible (bisa normal kembali)

Konsep menghambat pertumbuhan kanker. Kanker tumbuh karena karsinogen dan lingkungan yang mendukung mutasi genetis pertumbuhan. Jika karsinogen dan lingkungan tersebut ditiadakan, pertumbuhan kanker akan terhambat.

Konsep penuaan sel kanker. Jika pertumbuhannya dihambat, maka sel kanker tersebut tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang, kemudian tua dan mati.

Konsep memperkuat sel lain di sekitar kanker. Kanker berkembang dengan cara menyerang sel yang ada disekitarnya, sehingga dengan memperkuat sel sehat di sekitarnya akan terbentuk pertahanan sel yang dapat menahan sel kanker.

Aduuh… Cegah yuks!

Sebagai penyakit degeneratif, sebenarnya masalah kanker bisa dicegah dan dikendalikan dengan menghindari faktor-faktor penyebabnya. Inilah yang sering kurang disadari oleh penderita dan pejuang kanker. Padahal menjalani pengobatan kanker (operasi, kemoterapi, radiasi) tanpa menghilangkan faktor-faktor penyebabnya seperti mandi dalam lumpur. Gak akan pernah bersih!

Agar pengobatan berhasil, selain berobat secara medis dan mematuhi nasehat dokter, kita harus melakukan upaya-upaya pengobatan nonmedis. Upaya-upaya pengobatan nonmedis inilah yang dimaksudkan dengan menghilangkan faktor-faktor penyebab/pemicu kanker.

Banyak di antara upaya ini yang bisa dilakukan sendiri tanpa perlu keluar rumah, dan kalau dilakukan secara sungguh-sungguh sangat besar pengaruhnya pada proses penyembuhan.


Antara lain:

• Berdoa dapat menyembuhkan kanker
Doa, keikhlasan, dan sikap positif sangat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga tubuh lebih kuat  melawan sel-sel kanker (maupun penyakit lainnya).
Jadi, buat para inang kanker, hayuu menerima keberadaan kanker itu dengan ikhlas dan pikiran positif, percaya penuh bahwa sesungguhnya Tuhan sedang menurunkan anugerah di balik kondisi sakit tersebut. 

• Menjaga jiwa, sikap, dan perilaku supaya tetap tenang, tidak bingung, tidak sedih berlarut-larut, tidak marah-marah, tidak stress. Jiwa yang tidak stabil membuat tubuh menghasilkan zat-zat beracun, membuat sel-sel tubuh bersifat asam, dan kondisi ini ibarat “pupuk”, sangat disukai sel-sel kanker untuk tumbuh subur.

• Tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

• Cukup istirahat dan menjaga pola makan.

• Menghindari polusi, asap rokok, dan sinar matahari berlebihan. Sinar matahari dibutuhkan, tetapi cukup 20 menit sehari, khususnya sinar matahari pagi. \

• Olahraga dan tinggal di lingkungan yang kaya oksigen/banyak tanaman. Olahraga meningkatkan kadar oksigen dalam sel tubuh, sedang kanker benci pada sel yang kaya oksigen, karena dia akan mati merana di dalamnya!

• Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh, jika perlu mengkonsumsi jamu, suplemen, atau antioksidan. Tetapi ingat, anda harus tahu persis apa yang anda konsumsi: apa kandungannya, apa manfaatnya, apa efek sampingnya, seberapa takarannya, bagaimana cara mengkonsumsinya, dan bagaimana interaksinya dengan obat-obat lain.

• Menjaga semangat, jangan sampai kendur, jangan pernah menyerah, walaupun perjuangan harus dilakukan berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Jika semua upaya nonmedis tersebut bisa dilakukan bersama-sama dengan upaya pengobatan medis, dipastikan hasilnya akan lebih optimal. Kemungkinan sembuh lebih besar, setidaknya keganasan sel-sel kanker dapat dikendalikan, yang artinya dapat memperpanjang usia.

Seiring dengan gerakan back to nature, kini kalangan medis pun banyak menganjurkan penggunaan obat kanker alami sebagai pelengkap terapi bagi proses penyembuhan kemoterapi, radioterapi ataupun pembedahan. Manfaat dan kegunaan tanaman obat bagi para penderita kanker tidak diragukan lagi. Namun yang menjadi kendala utama adalah supply-nya. Bagi kaum awam, tidak mudah mencari dan menemukan tanaman obat disekitar kita.

Sebagai alternatif, kini telah tersedia berbagai produk ramuan racikan para herbalis ataupun produk-produk tunggal dengan berbagai merk di pasaran. Tapi, Produk Obat Kanker mana yang harus dipilih? 

Berikut beberapa tips:

Cek! Komposisi: ramuan tersebut terdiri dari jenis tanaman obat apa saja?

Cek! Apakah kemasan hyegenis dan proses pembuatannya benar?

Cek! Lama produk beredar di pasaran. Semakin lama beredar biasanya semakin teruji kualitasnya.

Cek! Kesaksian (Testimony) pemakai. Banyaknya testimony meningkatkan kepercayaan akan khasiat produk.

Cek! Reputasi perusahaan atau herbalis.

Cek! Apakah produk terdaftar di Badan POM.

Demikian Postingan kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua! Amin!!