Minggu, 26 Maret 2017

Edisi Hijab Hunt! (Rule of Third!)



Ciledug, Tangerang, Banten
Ahad, Dini hari, pk. 01.00 WIB

Edisi kali ini masih tentang ulasan fotografi.....


FG: Arieyadi Casual
Lady in Frame: Siti Hafsah

Masih tentang fotografi, dimana pengambilan foto pake aturan "The Rule of Third"....atawa...aturan segi tiga...dimana obyek atawa model ditempatkan di bagian sepertiga dari frame....

Teori simpelnya seperti ini (disadur dari Belfot.com): 

Komposisi rules of thirds adalah salah satu prinsip komposisi fotografi yang paling dikenal dan paling populer bagi mayoritas penggemar potret memotret. Aturan komposisi ini menjadi pondasi bagi keseimbangan elemen foto sehingga secara keseluruhan foto tampak lebih enak dilihat. 

Dalam komposisi foto, rules of thirds hanyalah salah satu dari sekian banyak prinsip komposisi lainnya. Dan setiap prinsip ini tidak wajib dijalani, namun untuk menjadi kreatif, orang bilang harus tahu dulu aturannya baru bisa mendobraknya.


Apa itu komposisi rules of thirds?

Pada rules of thirds, bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama besar baik secara vertikal maupun horisontal sehingga anda memiliki 9 area yang sama besar. Dengan demikian, kita sekarang memiliki pertemuan empat titik.

Keempat titik pertemuan yang diwarnai merah diatas bisa kita sebut sebagai empat titik mata. Nah teori komposisi rules of thirds mengatakan bahwa kalau kita menempatkan “point of interest” alias bagian paling menarik dari sebuah foto di salah satu titik tersebut, maka secara keseluruhan foto akan menjadi lebih balance dan enak dilihat.

Tidak semua empat titik harus diisi bersamaan, cukup salah satu. Dan elemen point of interest tersebut bisa jadi berupa obyek foto manusia ataupun benda mati.

Dalam ilmu desain disebutkan bahwa saat melihat sebuah gambar, mata manusia secara natural tertuju pada salah satu titik diatas dibandingkan pada pusat titik tengah foto. Sehingga foto yang disusun dengan komposisi rules of thirds lebih enak dimata karena sejalan dengan cara mata kita melihatnya.

Kalau anda amati dalam foto diatas, point of interest terletak tepat di persimpangan empat titik mata. Sementara ruang lain relatif kosong. Aturan rules of thirds juga mengatakan bahwa tidak ada bagian dari sebuah foto yang tidak bernilai, meski itu hanya background atau ruang kososng. Dengan demikian sebuah ruang kosong adalah bagian dari kombinasi artistik sebuah foto.


Bagaimana menerapkan komposisi rules of thirds dalam foto?


Dalam mempelajari aturan komposisi rules of third, ada tigal hal yang harus selalu kita ingat dan pertanyakan sebelum jari anda mengeksekusi tombol shutter release: 

1. Apa point of interest (POI) foto kita. Bagian manakah yang menjadi    pelaku utama yang paling menarik dalam foto kita?   

2. Lalu bagilah foto dalam viewfinder menjadi persimpangan seperti  gambar diatas

3. Dititik sebelah manakah point of interest tadi ingin ditempatkan?


Coretan Tambahan: Ketika Aturan Bukanlah Penjara

Jujur saja, awal-awal saya kenal "Rule of Third", rasanya seperti punya kompas di dalam viewfinder. Rasanya dunia fotografi jadi masuk akal, teratur, dan yang pasti: tidak berantakan. Tapi, seiring berjalannya waktu dan setelah ribuan jepretan yang berakhir di folder "sampah" komputer, saya mulai menyadari satu hal krusial: aturan itu ibarat resep masakan. Kamu harus tahu takarannya dulu sebelum berani bereksperimen dengan bumbu rahasia.

Masalahnya, banyak dari kita—termasuk saya di masa lalu—terlalu kaku. Seolah-olah kalau objek foto tidak tepat berada di garis perpotongan titik mata, dunia akan kiamat. Padahal, sering kali foto yang paling "berbicara" justru adalah foto yang melanggar aturan secara sadar, bukan karena ketidaksengajaan. Kita terlalu sibuk menghitung grid sampai lupa bahwa fotografi itu soal rasa, bukan cuma soal geometri atau hitung-hitungan matematik.

Jangan sampai otak kita terkunci dalam kotak 3x3 itu. Kadang, subjek yang diletakkan di tengah (center composition) bisa terlihat sangat powerful jika dikerjakan dengan simetri yang tepat. Terkadang, ruang kosong yang terlalu luas bukan berarti kesalahan, melainkan cara kita memberikan "napas" pada subjek. Intinya, "Rule of Third" adalah alat bantu, bukan hakim yang menghukum kreativitasmu. Jika aturan tersebut malah membuatmu ragu menekan shutter saat momen emas terjadi, maka saat itulah kamu harus menendang aturan tersebut jauh-jauh dan biarkan insting yang mengambil alih.

Jadi, silakan pelajari "Rule of Third" sampai di luar kepala, tapi jangan biarkan ia membelenggu jempolmu. Ingat, kamera itu tidak punya otak, yang punya otak adalah orang di belakangnya. Jangan takut buat salah, karena dari kesalahan itulah kita belajar kapan saatnya mengikuti aturan, dan kapan saatnya untuk menjadi "pemberontak" yang estetik. Selamat berkreasi, dan ingat: foto yang bagus adalah foto yang diambil, bukan foto yang cuma disimpan di dalam draf pikiranmu saja!

Demikianlah, sedikit tentang taktik....eh...tips tentang cara memotret meggunakan metode:"aturan segi tiga"

Mudah-mudahan, dalam posting selanjutnya, akan disampaikan mengenai taktik dan strategi lain yang berkaitan dengan cara-cara ngambil foto yang baik dan benar....kalo sempat ya sob!

Salam jepret sobat sekalian....Dan teruslah berkarya!

4 komentar:

  1. Hasil karya yang sangat menarik serta menambah wawasan! Dan juga foto-foto yang luar biasa....Great Job!

    BalasHapus
  2. Lumayan bagus....mantab lah mas ! Ditunggu karya lainnya...4 Jempol!

    BalasHapus
  3. Artikel yang menarik, menambah wawasan serta memberika bahan referensi baru
    #artikel bagus
    #fotografi
    #bagus

    BalasHapus