Sudah berbulan-bulan saya hidup dalam mode mati suri. Menunggu "mood" berkarya pulang itu rasanya seperti menunggu janji manis politisi saat kampanye: semua terdengar indah di awal, tapi ujung-ujungnya menghilang tanpa bekas. Mood saya? Dia pergi tanpa pamit, tidak meninggalkan catatan di pintu, bahkan memblokir nomor saya di semua lini kehidupan.
Dulu, Mood itu partner yang sangat energic. Dia tidak pernah datang sendirian; dia selalu membawa pasukan kreativitas yang membuat saya merasa seperti kereta api eksekutif yang tidak punya rem. Saat itu, waktu 24 jam terasa seperti penghinaan—terlalu sedikit untuk menampung semua ide yang meledak-ledak di kepala. Saya merasa seperti 'dewa' kecil yang bisa mengubah cahaya menjadi cerita, dan detik demi detik menjadi karya yang abadi.
Tapi lihat sekarang? Hening. Benar-benar hening.
Biasanya, kalau saya sedang malas memotret, saya akan menulis. Kalau menulis terasa seperti mengunyah kerikil, saya akan turun ke jalan mencari korban untuk saya foto. Mood itu biasanya cuma bergantian posisi, seperti penjaga pintu yang sopan. Tapi kali ini? Keduanya melakukan aksi mogok kerja massal. Mereka berdemo di depan kepala saya, menuntut cuti panjang yang tidak pernah saya tandatangani. Hadehh...
Setelah saya selidiki dengan kacamata detektif yang agak retak ini, pelakunya adalah satu kata magis berhuruf lima: KERJA.
Ya, K-E-R-J-A. Kata itu punya kekuatan supranatural yang mengerikan. Ia bisa memberangus jiwa, memadamkan api kreativitas yang baru mau menyala, dan mengubah semangat "kereta api eksekutif" saya menjadi gerobak dorong yang rodanya kempes sebelah. Kerja adalah mesin yang menuntut angka dan rutinitas, sementara seni menuntut kebebasan absolut. Dan dalam pertarungan ini, Mood selalu jadi korban pertama yang di-PHK.
Tapi, saya sadar satu hal: menjadi korban keadaan itu membosankan.
Menunggu Mood itu seperti menunggu jodoh yang tersesat di dimensi lain. Kalau saya terus-menerus duduk manis di teras menunggu si Mood datang mengetuk pintu sambil membawa kopi, saya yakin saya akan beruban atau malah jadi fosil sebelum karya baru tercipta. Menunggu inspirasi itu adalah pelarian bagi orang-orang yang malas.
Mulai detik ini, saya resmi menyatakan perang terhadap "ketergantungan pada mood".
Saya akan memotret, meski hasil fotonya terlihat seperti jepretan kamera ponsel jadul yang buram. Saya akan menulis, meski kalimatnya berantakan seperti benang kusut yang dimainkan kucing. Saya akan "melekukkan" ritme kerja saya dengan paksa. Kreativitas itu bukan tamu agung yang harus disambut dengan karpet merah; dia adalah otot. Kalau tidak dilatih dengan keringat dan disiplin yang menyakitkan, dia akan atrofi.
Pada akhirnya, karya besar jarang lahir dari Mood yang sedang berbunga-bunga. Karya besar justru sering lahir dari tangan yang lelah, mata yang perih, dan niat yang dipaksakan. Seni adalah tentang berkelahi melawan rasa malas, bukan sekadar menunggu momen puitis yang mungkin tak kunjung datang.
Jadi, selamat malam, sobat! Mari kembali melukis cahaya dan merangkai kata. Entah Mood sedang sibuk apa di luar sana, saya masa bodo dan tak mau lagi peduli. Saya akan tetap memegang pena dan kamera saya, meski harus menyeretnya dengan paksa. Siapa tahu, saat saya sudah berkeringat dan menghasilkan sesuatu, si Mood yang sok sibuk itu akan merasa malu dan memutuskan untuk pulang dengan sendirinya.
Dan kalau dia tidak pulang? Ya sudah, saya tetap berkarya. Toh, yang punya kamera dan pena itu saya, bukan dia.
Salam jepret selalu!

Postingan yang sangat bagus dan sangat menarik! Dapat menjadi referensi yang bisa dijadikan alternatif sumber wacana!
BalasHapusHasil karya yang sangat menarik serta menambah wawasan! Dan juga foto-foto yang luar biasa....Great Job!
BalasHapusLumayan bagus....mantab lah mas ! Ditunggu karya lainnya...4 Jempol!
BalasHapusLuar biasa, sungguh luar biasa! bentuk kreasi yang boleh dikatakan hasil cipta dari mahakarya!
BalasHapusKarya yang menarik! Menambah wawasan serta memberikan sudut pandang yang berbeda!
BalasHapusPostingan yang bagus!
BalasHapusKarya yang cukup menarik, menyajikan hasil foto dalam bentuk dan perspektif yang berbada!
BalasHapusArtikel yang sangat menarik dan juga inspiratif! Layak untuk dibaca, dan juga mampu menambah wawasan serta referensi kita terhadap fotografi dan juga yang lain!
BalasHapusArtikel yang menarik, menambah wawasan serta memberika bahan referensi baru
BalasHapus#artikel bagus
#fotografi
#bagus