Rabu, 18 April 2018

TIPS FOTOGRAFI, FOTO BUNGA! BOLEHKAH DIKEMAS DALAM HITAM PUTIH?



Kemayoran, Jakarta, Rabu, 18 April 2018

Kembali pada postingan yang ber"aroma" fotografi. Kali ini yang akan dibahas adalah, memotret bunga! Satu obyek yang banyak kita jumpai, juga menjadi obyek foto favorit bagi sebagian fotografer (termasuk saya-yang bukan "fotografer" - baca artikel bukan fotografer dalam blog ini). 


Ada satu anggapan yang beredar yang menurut saya, sedikit menyesatkan. Memotret bunga adalah satu hal yang mudah! Anggapan ini jelas salah! Sama halnya dengan memotret obyek lain, memotret bunga membutuhkan skill dan teknik tertentu, agar tampilannya bisa bernilai estetis, tidak asal jepret alias pencet shutter saja! 

Dan kesalahan yang paling umum dari banyak fotografer dalam mengabadikan obyek yang satu ini adalah.....Pencahayaan! 


Pencahayaan menjadi hal yang sangat penting dalam memotret bunga. Untuk fotografi bunga, cerita dalam foto itu sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya dalam fotonya. Jika setting cahayanya kurang pas, maka cerita yang akan dibangun dalam foto akan jauh dari kesan estetis. Malah akan berkesan seperti foto biasa, atau foto asal saja! Kan sayang sob, satu obyek yang sangat bagus dan menarik, tetapi karena memotretnya tidak hati-hati, hasilnya jadi jelek (kalau tak mau disebut buruk!). Jadi, fotografer haruslah memperhatikan unsur pencahayaan dalam proses memotret obyek bunga ini!


Kemudian, ada satu anggapan atau ketentuan yang mengatakan, kalau memotret bunga haruslah dengan warna penuh, karena untuk obyek jenis ini, yang diangkat bukan saja bentuknya, namun juga keindahan warnanya! Dan ketentuan ini sepertinya diamini oleh banyak fotografer, sehingga, ada kedan, kehati-hatian yang sangat berlebihan dalam memotret bunga!

Waduh, untuk ketentuan yang satu ini, saya sepertinya kurang "sregg" alias kurang setuju! Saya kebetulan menyukai ekperimental foto, bagi saya, tidak terlalu "berdosa" jika bereksperimen dalam penyajian foto bunga. Tak harus berwarna penuh, Penyajian dalam warna  hitam putih dan sepia juga bagus kok! Kenapa harus "kaku"? Keindahan dari bunga juga dapat tersaji dengan apik, walaupun dibalut dengan hitam-putih! (seperti foto di bawah ini)



Tetapi, itu hnya pandangan saya saja, masih bisa diperdebatkan, dan sah-sah saja kalau ditentang........


Nah, supaya tidak ngelantur kemana-mana, ada baiknya dalam artikel ini, saya ketengahkan tips untuk fotografi bunga, dari ahlinya. So, dibaca ya sob artikelnya :


Cara Terbaik Memotret Keindahan Bunga
By Aries Piskha - 08/30/2012

Tips Fotografi – Beberapa minggu yang lalu sebuah foto bunga Lily terpilih menjadi “Photo Of The Week” InFotografi, mungkin dari situ muncul sebuah pemikiran, bunga merupakan sebuah subyek foto yang sudah diciptakan dengan keindahan, bagaimanapun cara memotretnya, bunga selalu bisa mencuri perhatian kita. Bagaimanapun juga fotografi merupakan sebua media komunikasi visual yang menyampaikan pemikiran seorang fotografer, menyampaikan pesan serta cerita dengan sentuhan pengambilan gambar. Artikel ini akan mengulas dan merangkum tips dan trik bagaimana memotret tentang keindahan bunga yang sering kita temui di keseharian.


Memotret Bunga

Kuncinya Adalah Persiapan

Membawa semua perangkat fotografi dan mengombinasikan dengan tepat, memilih lensa yang pas, menata tripod lalu bersiap untuk memotret. Dalam tahap ini berhentilah sejenak dan cobalah sedikit eksplorasi sebelum menekan tombol shutter. Tanyakan pada diri sobat beberapa pertanyaan dibawah ini:

Bagaimana nanti Sobat melakukan Crop-ing, Close-up atau mengambilnya menggunakan wide-angle?
Apa yang menjadi Focal Point atau Point of Interest? Serangga, Serbuk sari, warna, tekstur, bentuk, dan lain-lain.
Untuk mendapaktan prespektif yang bagus, angle apa yang akan digunakan?
Seberapa lebar Depth of Field yang Sobat inginkan?
Apakah subyek foto mendapatkan cahaya yang cukup?
Bunga mana yang cocok menjadi spesimen foto kalian?
Apakah ada benda yang berpotensi mengganggu, baik pada background atau foreground?
Format apa yang tepat untuk pemotretan? (vertikal atau horisontal)?


Menonjolkan Subyek

Salah satu pertanyaan diatas yang dikatakan perlu untuk dipertimbangkan adalah ‘Apakah ada benda yang berpotensi mengganggu, baik pada background atau foreground?’. Seperti yang kita ketahui, taman merupakan tempat yang dipenuhi dengan banyak benda yang berpotensi mengganggu foto kita. Benda-benda tersebut bisa berupa alat-alat berkebun, pagar, bunga-bunga lain, tali jemuran, dan lain-lain. Sobat harus benar-benar mempertimbangkan, apakah akan menyertakan benda-benda tersebut di dalam foto atau tidak. Pilihan selalu saja ada, tetapi pada kebanyakan kasus, Sobat mungkin akan ingin menyingkirkan benda-benda itu kecuali mereka bisa memberi kesan tersendiri di dalam foto kalian. Ada beberapa pilihan cara yang bisa sobat lakukan untuk menyingkirkan benda-benda tersebut jika kalian tidak menginginkannya masuk di dalam foto:

Pindahkan benda-benda tersebut – Beberapa benda yang menganggu bisa dengan mudah dipindahkan sehinga tidak masuk dalam frame kalian.


Berpindah posisi memotret – Sobat bisa mencari angle lain dan mendapatkan background yang memiliki sedikit distraction.

Gunakan aperture untuk mendapatkan Depth of Field sempit – Seperti yang pernah kita bahas di artikel sebelumnya tentang aperture, jika sobat memilih aperture lebar (bilangan kecil), maka berarti sobat menurunkan Depth of Field. Dengan melakukan hal ini maka akan membuat elemen di FG dan BG lebih tidak fokus.

Pindahkan subyek foto – Mungkin beberapa dari kita memang tidak suka untuk mengintervensi lokasi pemotretan, tetapi bahkan fotografer profesional pun kadang memindahkan bunga ke lokasi baru yang jauh dari distraction untuk pemotretan. Sobat bisa meminta tolong seseorang untuk memegangi batang dengan sudut yang berbeda atau bahkan mengambil bunga tersebut dan memotretnya di tempat lain.
Jangan Mengacuhkan Bunga yang layu atau Mati

Terkadang bunga yang mati atau layu bisa menghadirkan nuansa subyek yang indah, sedangkan bunga yang indah dan terkembang sempurna biasanya selalu menarik perhatian setiap orang untuk memotretnya dan tidak memperhatikan bunga layu yang bisa lebih dramatis dalam sebuah foto.


Tentukan Focal Point

Seperti dalam semua jenis dan bidang fotografi, tentunya Sobat harus berpikir dan menentukan dimana anda akan membawa mata penikmat foto kalian. Anda bisa meletakkan di tengah-tengah frame dengan menggunakan aturan Rule of Thirds, tetapi temukan sesuatu dalam frame yang bisa menarik perhatian mata penikmat foto kalian dan berhati-hatilah mengenai posisi peletakannya.
Mencoba Abstrak

Terkadang memotret dengan close-up dan memfokuskan pada satu bagian bunga bisa menciptakan foto yang memiliki ‘WOW’ faktor serta foto yang terkesan abstrak. Perhatikan kontras warna, pola, serta tekstur.
Fokus

Fokus yang tajam merupakan hal yang penting dalam semua jenis fotografi, tetapi dalam fotografi makro, bunga bukanlah merupakan suatu hal yang krusial dan dengan sedikit penyesuaian akan memberikan dampak implikasi yang besar ketika memotret dengan depth-of-field sempit. Depth of Field dalam fotografi makro merupakan permainan ukuran milimeter, jadi berikan perhatian lebih pada detil fokus terhadap subyek foto kalian.


Identifikasikan Point of Interest yang ingin kalian fokuskan dan kemudian berusahalah dengan keras untuk mendapatkan fotonya setajam mungkin. Pada kondisi pemotretan di luar ruangan yang berangin mungkin akan menjadi tantangan tersendiri, dimana Sobat kemungkinan akan menghadapi kondisi memotret berulang kali dan berharap keberuntungan menjadi faktor keberhasilan dalam memotret bunga tersebut. Sobat bisa meningkatkan derajat keberuntungan itu dengan memotret bunga di lingkungan yang lebih terkendali seperti membawa bunga ke dalam studio foto, melindunginya dari angin atau memotret pada saat hari dimana angin tidak berhembus kencang.


Pencahayaan

Subyek foto tentunya akan memiliki pencahayaan yang bagus tanpa Anda harus bersusah payah memberikan penerangan tambahan, namun dunia fotografi makro di luar ruangan seringkali jauh dari harapan kita, dan tentunya akan butuh penerangan tambahan (cahaya buatan) atau semacam reflektor. Bereksperimenlah dengan menggunakan flash. Cahaya flash secara langsung ke subyek akan menyebabkan foto sedikit wash-out, jadi pertimbangkan untuk menggunakan flash difusser atau memantulkan cahaya flash ke obyek lain. Cahaya flash yang halus dan tidak mengena subyek secara langsung biasanya akan terasa lebih alami.
Reflektor bisa menjadi perangkat sederhana dalam memotret keindahan bunga, karena mereka bisa memberikan cahaya yang halus serta alami kepada subyek foto kalian. bereksperimenlah menggunakan reflektor dengan warna yang berbeda dan lihatlah bagaimana dampak yang terjadi pada hasil foto kalian.


Lensa

Kamera saku – Jika Sobat menggunakan kamera saku dalam memotret bunga dan tidak memiliki fitur penggantian lensa maka bisa dipastikan kalian tidak memiliki banyak pilihan. Anda mungkin hanya bisa menggunakan fitur mode makro (memperbolehkan untuk fokus lebih dekat lagi dengan subyek dan menggunakan aperture lebar dan Depth of Field sempit) yang sudah ada pada kamera tersebut. Coba periksa kamera saku kalian, beberapa kamera saku sudah dilengkapi dengan fitur mode makro.

DSLR – Jika sobat sudah memiliki kamera yang memungkinkan untuk penggantian lensa seperti kamera DSLR atau prosumer, Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli lensa makro, kebanyakan pabrik kamera yang besar menawarkan beberapa varian lensa ini, 50mm, 60mm, 100mm, 180mm, dan lain-lain. Setiap lensa memiliki spesifikasi serta kelebihan tersendiri (lakukan riset sebelum membeli lensa ini). Focal Length yang pendek berarti Anda harus secara fisik lebih mendekat pada subyek foto, dan sementara focal length panjang memungkinkan kalian untuk memotret dari jarak yang lebih jauh.


Demikian Tips untuk memotret bunga, yang saya rasa, bisa jadi tambahan bahan untuk memperkaya referensi kita mengenai fotografi!

Salam jepret ya sob!

Oh ya, supaya berimbang, berikut ini akan saya sajikan foto-foto bunga yang menggunakan warna penuh, silahkan dinikmati, dan semoga berkenan!





























2 komentar:

  1. Karya yang menarik dan menambah wawasan. Juga bisa menambah pengetahuan kita.

    BalasHapus
  2. Mau tanya kalau foto di atas ini termasuk genre fotografi apa ya?

    BalasHapus