Jumat, 23 Februari 2018

FOTOGRAFI HITAM PUTIH - MEMOTRET "SEGALANYA"..........TANPA WARNA !


Kemayoran, Kamis, 22 Februari 2018

Mendung! 

Ya, masih dimasa peralihan, dari musim hujan menuju musim kemarau. Pancaroba kalau menurut istilah bakunya! Setelah beberapa hari ini Jakarta dilanda panas luar biasa, hari ini terasa seperti berkah. Hari ini mendung, tidak gerimis, apalagi hujan, hanya mendung! Cukup untuk menjadikan suasana menjadi terasa dingin, dan cukup untuk menjadi alasan pesan tambahan segelas kopi lagi, juga tambahan gorengan, dan bagi para penggemar (dibaca: pecandu) rokok, ini adalah suasana yang sangat cocok untuk kembali menyalakan sebatang.....rokok!



Nah, karena suasana cukup mendukung, maka ijinkan saya untuk kembali menulis sesuatu yang bersifat.....Fotografi!


Ya, sekarang saya ingin membagi sedikit tentang memotret tanpa warna, "yah"....sebenarnya kurang tepat juga kalau dikatakan tanpa warna, sebab tidak ada sesuatupun di dunia ini yang sifatnya..."tak berwarna"! Seluruhnya memiliki warna. Tetapi, kalau kita membicarakan foto "tanpa warna", itu artinya adalah....foto hitam-putih! (baca postingan FOTOGRAFI HITAM PUTIH - KENIKMATAN DALAM FOTO HITAM PUTIH)


Apa itu foto hitam putih? Nah...ini ada filosofi yang mendasarinya, menurut penuturan beberapa fotografer yang memang benar-benar fotografer sejati (bukan seperti saya....yang hanya seorang "fotografer") foto hitam putih adalah suatu foto, dimana foto tersebut "memaksa" orang yang melihatnya, untuk menikmati "bentuk" ketimbang warna. Karena, adakalanya kehadiran warna dalam frame, malah memperlemah kekuatan dari bentuk dalam frame itu sendiri! Dengan kata lain, dengan menyajikan suatu foto ke dalam warna hitam-putih, maka filosofi dari foto tersebut akan berbelok menjadi "bertutur kata melalui imajinasi yang didasari pada ingatan" ketimbang "bercerita secara apa adanya, dengan menyajikan keindahan".


Memang, foto hitam-putih seakan merefleksikan kenyataan dengan nyata...


Wah....saya sih lebih merasa kalau filosofi ini terlalu njelimet, terlalu berat, terlalu rumit serta kaku. Untuk lebih berimbangnya perspektif pembaca, ada baiknya saya kutip penuturan dari para ahli yang memang fotografer sejati. Demikian tulisannya: (seperti tertulis dalam postingan "Filosofi Foto Hitam Putih".dalam laman http://askthephotographer.com/)


Foto Hitam putih/ black and white disebut juga dengan fotografi monochrome karena hanya melibatkan satu buah warna. Fotografi jenis ini sangat populer untuk foto jurnalis/portrait/wedding yang menghadirkan kesan klasik, historik dan murni/jujur apa adanya. Seorang fotografer yang berniat mengabadikan foto hitam putih harus mengetaui dengan persis alasannya dan mengapa dia tidak perlu mengabadikan semua warna.

Saat pertama kali digunakan, kamera hanya mampu mengabadikan foto hitam putih dan foto berwarna baru diperkenalkan pada tahun 1930 an namun belum digunakan secara meluas pada saat itu. Foto hitam putih masih mendominasi dengan biaya murah dan seiring dengan turunnya harga film warna dan dan biaya pemrosesan, foto black and white mulai jauh berkurang hingga saat ini. Foto hitam putih tidak hilang begitu saja, namun masih cukup digemari hingga saat ini, baik untuk majalah maupun karya seni lainnya.

Mengabadikan foto hitam putih tidaklah sama dengan foto berwarna, karena foto tersebut harus lebih memperhatikan kontras/warna yang berlawanan antara satu dan lainnya yang diakibatkan oleh pencahayaan. Seorang fotografer harus jeli menonjolkan daerah dengan pencahayaan yang kontras. Fotografi hitam putih sangat baik saat kondisi kontras rendah, seperti cuaca yang sedang mendung. Kita perlu memperhatikan lebih dalam tentang komposisi, karena tidak ada warna yang bisa dinikmati, diperlukan penonjolan bentuk dan pencahayaan. Bayangan juga sangat berperan penting dalam foto hitam putih.

Foto hitam putih merupakan foto yang polos yang memaksa kita untuk melihat bentuk daripada warna. Sebuah subjek dengan pencahayaan redup dan memiliki bayangan mungkin tidak berarti dalam gambar berwarna, namun dalam foto hitam putih bisa saja sangat powerful.

Foto hitam putih mampu menyampaikan kesan murni serta emosi yang sangat kuat, dan hal inilah yang mendasari mengapa sampai saat ini beberapa majalah dan koran masih sering menggunakannya.

Foto hitam putih masih digunakan, hanya sebagian orang yang menggemarinya, dan kebanyakan mereka mengambil gambar berwarna kemudian menggunakan program editing untuk merubahnya. Foto hitam putih lebih banyak terkait dengan kontras, jadi perhatikan dan tonjolkan hal tersebut. Cahaya yang masuk ruangan agak gelap depadukan dengan berbagai macam pola, bentuk dan pengulangan dalam frame mampu membuat gambar luar biasa. Kondisi minim cahaya mampu menampilkan kesan lembut yang tidak akan terlihat dalam gambar berwarna.

Mengubah/mengedit dari gambar berwarna ke hitam putih merupkan sesuatu yang sangat sederhana, namun bila kita menginginkan hasil yang berkualitas pikirkan dahulu bagaimana dan apa yang akan kita abadikan dan belajar bagaimana cara menggunakan berbagai tools software editing untuk hasil maksimal.

Kunci utama untuk mendapatkan gambar hitam putih yang menarik adalah kita mampu membayangkan subjek yang berwarna dalam kondisi hitam putih dan terus mencoba menvisualisasikan bagaimana hasil akhirnya. Namun bukan hanya itu saja karena foto hitam putih juga tergantung dari berbagai faktor. Nah untuk percobaan, anda dapat melakukan editing gambar berwarna yang sudah ada menjadi hitam putih, selamat mencoba.


Demikianlah penuturan dari sang fotografer tersebut. Apakah filosofi yang dia utarakan sesuai dengan anda atau tidak.....wah....itu sih terserah anda saja. Jadi, sobat jepret sekalian, masalah filosofi itu kembali ke diri kita masing-masing. Setiap orang memiliki perspektif sendiri untuk setiap karyanya, dan itu adalah hak asasi!

Berikut adalah gallery foto-foto hitam putih hasil karya saya sendiri, cekidot:
























































4 komentar:

  1. karya yang luar biasa! Menarik dan punya perspektif yang berbeda!

    BalasHapus
  2. Karya yang cukup menarik, menyajikan hasil foto dalam bentuk dan perspektif yang berbada!

    BalasHapus
  3. Artikel yang sangat menarik dan juga inspiratif! Layak untuk dibaca, dan juga mampu menambah wawasan serta referensi kita terhadap fotografi dan juga yang lain!

    BalasHapus