Kamis, 04 Maret 2021

Street Photography, Cara Terbaik Mengexplore Bakat Fotografi Sobat yang Terpendam Selama Ini (Episode 1)


Pedagang Kembang
Puri Beta, Ciledug, Tangerang, Banten
trisoenoe.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 4 Maret 2021

Perkembangan teknologi memang banyak sekali memberi keuntungan untuk hidup kita ya Sob, contohnya saja di dunia fotografi. Kalau jaman dulu, cuma segelintir manusia yang bisa punya kamera film yang harganya bisa bikin sesak napas dan jantung copot. Tapi kalau sekarang? Wah, beda jauh Sob! Hampir setiap orang bisa jeprat-jepret pakai kamera, bisa kamera DSLR atawe kamera yang ada di HP “pinter”.

Nah, salah satu aliran fotografi yang selalu populer di kalangan para fotografer di Indonesia adalah street photography (alias fotografi jalanan). Bagi Sobat yang mau coba-coba aliran tersebut, Saya akan coba mengulas sedikit di artikel ini, gimana caranya supaya sobat bisa mengasah kemampuan street photography

Apa saja yang harus dibutuhkan dan bagaimana tips-tips agar hasil foto sobat tidak kalah dengan para profesional? Yuk, kita kulik satu  demi satu!

Pedagang Perabotan
Puri Beta, Ciledug, Tangerang, Banten, sekitar 2016
trisoenoe.com

Jangan malas hunting!

Jangan pernah malas untuk memotret! Jangan sembunyikan lagi minat fotografi Sobat yang ada selama ini. Pergilah berburu ke luar, tak usah pergi  jauh-jauh, perhatikan saja kehidupan jalanan di sekitar tempat Sobat tinggal.

Kehidupan jalanan, ruang terbuka, maupun ruang publik menjadi fokus dalam street photography. Inilah yang menjadikannya unik dan berbeda dari jenis fotografi lainnya.

Tidak ada rekayasa dalam mengabadikan kejadian di ruang publik: insting dan sikap spontan sang fotografer menjadi kunci utama dalam proses pengambilan gambar. Entah itu perilaku orang, lingkungan, cuaca, suasana kota, dan lain sebagainya, semua akan tertangkap oleh kamera. Orang yang ditampilkan dalam foto bukanlah selalu orang yang kesohor atawe terkenal, melainkan tokoh anonim yang menjadi nyawa dari situasi jalanan pada umumnya. 

Dengan aliran ini, Sobat dapat membuat rangkaian cerita dari aktivitas sehari-hari orang yang hidup di sekitar Sobat. Paling tidak, Sobat bisa merekam dan belajar dari kehidupan yang Sobat rekam dalam kamera Sobat. 

Tak usah pakai kamera yang mahal!

Sobat tak perlu membeli peralatan profesional yang mahal. Kamera sederhana pun mampu mengantarkanmu membuat foto yang bernyawa dan punya makna. 

Pedagang Barang Loak
Kebayoran Lama, Jakarta, Sekitar 2017
trisoenoe.com

Street photography membutuhkan lebih banyak keberanian ketimbang keahlian. Jadi yang paling penting adalah berani dulu untuk mengeluarkan kamera Sobat. Jika Sobat mau berlatih secara konsisten, hasil foto yang bagus bukanlah “hil yang mustahal” (mengutip lawakan dari tokoh pelawak legendaris “Srimulat”; almarhum Asmuni, yang memplesetkan istilah “hal yang mustahil” menjadi “hil yang mustahal”).


Menawar Burung
Kebayoran Lama, jakarta, Sekitar 2017
trisoenoe.com

Tak perlu pergi ke tempat yang jauh

Tidak perlu jauh-jauh pakansi keluar kota atau ke tempat eksotis yang mahal untuk mendapatkan foto yang bagus. Obyek foto selalu berada di sekitar Sobat, tanpa peduli akan waktu hari, dalam keadaan mendung, terik, maupun hujan badai sekalipun. Mereka akan selalu ada di sana, tinggal Sobat yang memutuskan, mau dijepret atau mau cuek. 

Menyatulah dengan Sekitar

Untuk berburu street fotografi, Sobat harus seperti ‘bayangan’. Bawa peralatan perang sesedikit mungkin dan bergeraklah sesunyi mungkin agar kamu tak mengganggu target yang akan Sobat Jepret.

Tidak perlu membawa tripod, speedlight, flash, lightmeter, galon, dispenser, payung, dan lain sebagainya karena Sobat malah akan terlihat aneh di mata orang-orang yang sedang berlalu lalang di jalanan. 

Menembus Banjir
Ciledug, Tangerang, Banten,2020
trisoenoe.com

Gunakan lensa yang memiliki jarak lebar dan hindari penggunaan lensa tele. Sobat akan terlihat mencurigakan ketika menggunakan lensa tele yang segede “Gaban” dan calon mangsa yang akan Sobat potret malah akan merasa risih dan terintimidasi. Ujung-ujungnya malah jadi ruwet dan bisa jadi, malah muncul keributan! (alias Sobat bakal digebukin karena disangka curi-curi foto tanpa ijin).

Jangan “Asal Jepret”, harus tetap pakai teknik!

Jangan lupa untuk mempelajari teknik dasar fotografi, seperti, teknis komposisi, angle, dan penguasaan alat. 

Seniman Lukis, Selasar Blok-M
Jakarta, Sekitar 2015
trisoenoe.com

Sobat juga bisa bereksperimen dengan melanggar aturan fotografi (seperti foto jadi blur, dead center) agar tercipta karya yang artistik. Teknik dasar fotografi tetaplah harus jadi dasar untuk memotret, supaya foto Sobat bisa terlihat “enak” ketimbang Sobat asal jeret saja.

Untuk sekarang, segitu dulu ya Sob, nanti, disambung dengan episode selanjutnya.

Salam Jepret Selalu, dan tetap jaga Kesehatan!

Ingat Pesan Ibu!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar