BAGIAN 1: Definisi, Sejarah, dan Dilema "Si Paling Estetik"
Halo, Sobat Lensa!
Pernah nggak sih Sobat melihat kejadian super absurd saat lagi nongkrong di warung kopi, terus Sobat lihat ada orang yang jungkir balik demi motret secangkir kopi susu? Dalam hati Sobat mungkin membatin, "Wah, seniman banget nih orang," atau malah, "Ngapain sih, kan tinggal minum aja repot amat!"
Nah, pertanyaan besar yang mau kita bedah hari ini adalah: Apakah fotografi itu seni? Atau jangan-jangan, kita selama ini cuma korban perasaan dari filter Instagram?
1. Definisi Kamus yang Kurang Piknik
Kalau kita buka kamus-kamus keren semacam kamus ilmu pengetahuan Oxford atau Science Dictionary by Farlex atau yang sejenis, seni biasanya didefinisikan sebagai ekspresi kreativitas manusia melalui medium visual seperti lukisan atau patung. Masalahnya, fotografi sering "terlupakan" disitu alias tak pernah disebutkan sama sekali.
Kenapa? Ya karena sewaktu definisi seni itu dibuat (atau disepakati bersama oleh para seniman dari padepokan seniman di empat penjuru angin!), kamera belum ditemukan, Sob! Bayangkan para cendekiawan zaman dulu lagi debat soal estetika sambil ngopi, eh tiba-tiba ada orang bawa kotak hitam besar (kamera) terus bilang, "Ini karya seni saya!" Pasti bakal diketawain. Jadi, secara historis, fotografi itu ibarat anak bungsu yang telat lahir dan nggak kebagian jatah warisan nama "Seni".

Siluet Sang Bidadari
2. Debat Hitam Putih (Literally!)

Dulu, sekitar tahun 1800-an, para skeptis bilang kalau foto itu cuma "fotokopi realita". Nggak ada kreatif-kreatifnya. Apalagi dulu fotonya cuma hitam putih. Lucunya, zaman sekarang kalau kita mau foto kita jadi kelihatan "artsy" dan mendalam, kita malah pakai filter hitam putih, kan? Ironis memang manusia ini.
Para seniman lukis zaman dulu juga sempat merasa terancam. Mereka mikir, "Gue butuh berbulan-bulan buat ngelukis muka orang, eh ini ada mesin tinggal cekrek langsung jadi!" Akhirnya, fotografi cuma dianggap sebagai "jongos" buat seniman, bukan seniman itu sendiri.
3. Fenomena 14 Triliun Foto
Tahu nggak, setiap hari ada sekitar 5,3 miliar foto yang diambil di seluruh dunia. Dan 94% di antaranya lewat HP! Kalau ditotal, ada sekitar 14,3 triliun foto di dunia ini. Gila, kan?
Terus, apakah semua itu seni? Apakah foto jempol kaki kamu yang nggak sengaja kepencet itu seni? Menurut kritikus galak, itu cuma "snap" atau jepretan asal. Tapi, ada argumen balik: setiap gambar itu punya cerita. Meskipun kita cuma pakai HP, kalau di situ ada niat, ada komposisi, dan ada "rasa", masa iya nggak boleh disebut seni?
Sekian dulu untuk bagian ini, kalau Sobat mau menelisik foto yang bernilai seni dan korelasinya dengan waktu, pelaku, estetika, dan lain sebagainya, silahkan meluncur ke bagian kedua.
Catatan tambahan:
"Artsy" dapat didefinisikan sebagai manusia yang memiliki jiwa seni, artistik, atau memiliki kecenderungan dan apresiasi yang kuat terhadap seni, sering kali mengekspresikan kreativitas unik melalui gaya berpakaian, tempat, atau hobi yang unik, imajinatif, dan tidak konvensional, kadang bisa juga menyiratkan seseorang yang suka hal-hal seni seperti teater, musik, atau lukisan, meskipun terkadang bisa disindir sebagai sok seni.







