Jumat, 29 Juli 2016

FOTOGRAFI - KENAPA (TERUS) MOTRET DAN NULIS DI BLOG?



Ciledug, Tangerang-Banten

Jum'at, 29 Juli 2016...
Dini hari, pk. 01.00 WIB

Kemarin, saya baru saja dapat kritikan yang lumayan keras, tapi bernilai "luar biasa" secara psikologis dan pertimbangan realitas secara obyektif. Isi kritikannya tentang kesukaan (hobby) baru saya tentang jepreti-jepreta-jepreto dan ngebagi-bagi (share) foto hasil jepretan ke "dunia luar" atau sosmed (sosial medusa, eh, salah ding, sosial media, macam istagram, buku muka alias facebook), juga tentang kesukaan saya coba-coba nulis di blog (walaupun yang baca dikit buangetz!) yang topiknya juga kebanyakan sadur sana sadur sini tanpa penelitian yang komprehensif dan mendalam (yah...namanya juga baru!).

Dan yang bikin tambah mantab adalah, sohib saya yang ngeritik ini juga ga mau bersusah payah untuk membungkus kritikannya ke dalam kata-kata yang "halus", yah, dibikin semacam combro ranjau...mak nyus diluar, ngejeplak di dalem. 

Kritikannya langsung nabok banget; "buat apa sih lu poto-poto ga jelas, terus lu taro di blog, pake sok2 an nulis segala di blog yang ga jelas itu? Apa lu bisa dapet duit dari situ? ape lu terus bisa terkenal? Apa lu ngerasa kalo blog "caur plus brekele" lu itu bakal dibaca orang banyak dan bakal bikin derajat lo naek?....Ngimpi lu, realistis aja sekarang, cari duit, orang nilai lu dari apa yang lu punya, bukan dari apa yang ada di otak lu!....dan kritikan pedes tadi itu dipermanis dengan ketawa ala mak lampir di endingnya!

(yang kalo misal bisa saya bungkus kritikan itu tadi, udah saya bungkus dan saya pasarkan...Level 100...pedes nampol dus ngejedog gila!) 

Saya sempat merasa, ini orang bener juga!... Buat apa juga ngerjain hal-hal seperti ini, moto, setelah itu nulis di blog, apa iya orang bakal liat? Atau baca? hahahaha...mustahil...alias "imposibeleun". 

Dan, setelah merokok dan merenung singkat, akhirnya saya terpengaruh juga, dan memutuskan untuk berhenti. Jadilah  rencana "B" disusun, apa itu rencana B? Rencana B adalah tutup blog plus akun-akun di sosmed, bikin akun di "OLX" dan siap-siap posting poto kamera beserta seluruh kelengkapan yang menyertainya...jangan lupa dikasih kalimat-kalimat yang merayu dan dibubuhi dengan  singkatan bermakna magis, "BU" alias butuh uang, atawe "BC" alias butuh cepat! Jual semua! Kemudian, jalani hidup persis sama dengan yang diinginkan oleh sohib saya yang mengkritik saya tadi...kerja...kumpulin duit...beli barang-barang mahal dan lain-lain, dan siap-siap menikmati naiknya derajat saya karena ada sesuatu untuk dipamerkan ke khalayak ramai, mantab! (inget ya, dipamerkan, bukan dibagikan, karena banyak orang sekarang yang merasa bahwa pamer itu sama artinya ngebagi, padahal beda jauh!)

Tapi, sebelum rencana "B" tadi kelar dilaksanakan, di istagram muncul comment dari seseorang nuuuuun jauh di sana, seorang kenalan via sosmed yang tinggal di bosnia herzegovina. Dia apresiatif sambil kasih kritik yang isinya (sudah saya terjemahkan ya!-pen), "fotonya bagus, tapi masih bisa lebih bagus lagi, hanya perlu sedikit latihan dan latihan...tapi point of interestnya udah dapet!"....

Abis baca kritikan itu, saya tercenung dan "tercerahkan"..."Iya juga ya, kenapa juga harus menghentikan kegiatan yang saya sukai, yang menyenangkan buat saya, yang bisa bikin saya merasa mengisi peradaban (walau sedikit buangetzzz), dan bukan numpang hidup alias nyempil diperadaban manusia, cuma gara-gara kritik satu orang saja!.......

Hahahahahaha, saya ga bisa ngapa-ngapain selain ketawa, ketawa karena sadar betapa maksimalnya ke "bloon" an diri saya, yang langsung banting stir hanya karena kejedot sama satu komentar "satir" dari orang yang ga jelas juga apa kontribusinya di bumi selain napas, ngisi perut dan bikin polusi serta membagikan khalayak ramai semuaaaaa yang dia punya (sayangnya yang dibagiin cuma foto...bukan bendanya, apalagi duitnya!), juga menebarkan kritik super puedesssss ke orang-orang yang tidak sepaham dengannya!

Hahahahahahaha....nggak ada lain yang bisa saya kerjakan selain ketawa....dan ketawa!

Jadi, disinilah saya sekarang, masih menulis blog tentang apa yang menurut saya menarik, masih keliling dan foto-foto, kemudian mencari pencerahan dan ilmu dengan menebar hasil karya foto saya disosmed, sambil menunggu kritikan yang akan saya panen! Karena, walaupun kayanya klise banget, ternyata bener lho, "bukan pujian dan keberhasilan yang bikin orang bisa maju, tapi kritikan dan kegagalan!", sumpah...paitnya luar biasa, tapi benernya juga luar biasa....

Dan walaupun kayanya aneh...tapi ini ternyata kegiatan ini menyenangkan buat saya!

"Terima kasih banyak wahai sohib "the haves" saya, atas kritikan pedesnya, dan jangan khawatir, saya akan terus nulis diblog dan motret.....silahkan mem"bully" saya habis-habisan, karena toh cuma itu yang mampu kamu lakukan...dan cuma di bidang itu kamu bisa berprestasi!"

Salam Jepret buat untuk semua....

(Sebenarnya masih mau nulis lebih panjang dan lebih lebar lagi, tapi, karena stock kopi dan rokok sudah tandas...terpaksa diakhiri...untuk saat ini...Tapi pasti disambung lagi kalau stock rokok dan kopi sudah tersedia!)

Selasa, 26 Juli 2016

(Apakah) Semua Orang....Adalah Fotografer?



Ciledug, Tangerang, Banten, Selasa, 26 Juli 2016

Di era "kekinian" seperti sekarang, di mana setiap smartphone sudah punya mata (lensa) yang lebih banyak dari mata manusia, batasan antara fotografer profesional dan orang yang cuma "asal jepret" jadi makin absurd. Sobat pasti sering lihat, kan? Di kafe, di konser, sampai di pinggir jalan, semua orang mendadak jadi atlet squat demi dapat angle yang katanya "estetik".

Pertanyaannya: Apakah cuma dengan modal jempol dan filter gratisan, seseorang sudah layak dijuluki fotografer? Atau itu cuma delusi massal di tengah banjir kuota internet?

Mendefinisikan Fotografer (Versi Kamus vs Versi Realita)

Kalau Sobat buka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi fotografer itu ternyata simpel banget: "tukang foto" atau "juru foto". Secara sederhana, kalau Sobat mencet tombol shutter buat moto sendal jepit sobat yang putus, Sobat memang sudah jadi "tukang foto". Selamat, gelar akademik dari KBBI sudah Sobat kantongi!

Tapi tunggu dulu. Kalau Sobat melipir ke Wikipedia atau dengerin ocehan para "ahlinya ahli" di forum fotografi, definisi dari fotografer jadi ribet. Fotografer dianggap sebagai sosok yang mengerti cara menjinakkan cahaya, paham komposisi, dan punya rasa seni yang nggak bisa didapat cuma dari download aplikasi. Di sinilah drama dimulai. Ada kubu yang merasa "suci" karena pakai kamera yang harganya selangit, dan ada kubu "fotografer hape" yang merasa hasil jepretannya sudah setingkat National Geographic.


Estetika: Seni yang Sering Bikin Darah Tinggi

Masalah klasik muncul saat kita bicara soal hasil. Apa sih tolok ukur foto yang ciamik? Apakah harus pakai teknik Rule of Thirds sampai biji mata juling? Ataukah harus pakai teknik Long Exposure sampai kaki Sobat kering karena digigit nyamuk?

Jujur saja, penilaian seni itu subjektifnya minta ampun. Sebuah foto yang menurut Sobat adalah "mahakarya penuh makna", bisa jadi di mata orang lain cuma terlihat seperti "foto blur yang lupa difokusin". Apalagi sekarang ada tren editing yang saking sadisnya, bisa mengubah muka yang tadinya "abstrak" jadi sehalus porselen.

Karena persepsi seni itu liar, debat soal siapa fotografer yang "asli" nggak akan pernah kelar sampai kiamat kurang dua minggu. Yang satu bilang "ini seni!", yang satu lagi bilang "ini mah sampah digital!". Ya sudahlah, namanya juga hidup di negara demokrasi digital.

Antara "Menangkap Momen" dan "Pamer Gadget"

Kita harus jujur, Sobat. Banyak orang sekarang lebih sibuk pamer merk kamera daripada pamer hasil jepretan. Ada yang kameranya canggih banget sampai bisa moto dimensi lain, tapi nggak tahu cara ngatur ISO. Sebaliknya, ada yang pakai ponsel jadul tapi bisa bikin kita merinding pas lihat hasil jepretannya.

Fotografi itu soal rasa, bukan soal berapa banyak cicilan kartu kredit buat beli lensa. Tapi ya jangan baper juga kalau dikritik. Di dunia ini memang banyak "pakar dadakan" yang hobinya cuma nyinyir tanpa pernah bikin karya. Mereka ini ibarat komentator bola yang nggak bisa nendang bola, tapi jago nyalahin pelatih. Nggak usah didengerin, Sobat!


Pesan Pedas Buat Sobat Pemula: Jangan Berhenti!

Lantas, apa bedanya fotografer yang "beneran" sama yang "iseng"? Jawabannya: Nggak ada yang peduli, kecuali ego Sobat sendiri.

Buat Sobat yang baru mulai, dengerin ini baik-baik: Jangan biarkan komentar sarkastik dari orang-orang yang merasa "paling pro" bikin Sobat minder. Mereka yang sekarang pamer karya di galeri mewah juga dulunya pernah moto jari sendiri karena lupa posisi lensa.

Satu hal yang pasti: Begitu Sobat berhenti memotret karena takut dibilang "amatir", saat itulah kreativitas Sobat resmi meninggal dunia. Jadi, masa bodoh sama label! Mau pakai DSLR, mirrorless, atau kamera ponsel yang lensanya sudah baret-baret pun, tetaplah motret. Teruslah mengasah cara Sobat melihat dunia. Karena pada akhirnya, yang bicara adalah karya, bukan merk kamera atau jumlah like di Instagram.

Dunia ini sudah cukup penuh dengan orang yang jago kritik. Kita nggak butuh satu lagi kritikus; kita butuh lebih banyak orang yang berani berkarya, meskipun hasilnya masih "berantakan". Teruslah berkarya, Sobat! Karena setiap jepretan adalah bukti bahwa Sobat pernah melihat keindahan di dunia yang kadang terasa semrawut ini.

Kalau menurut Sobat sendiri, apa syarat utama buat seseorang bisa disebut fotografer? Yuk, tulis pendapat Sobat di kolom komentar!

Minggu, 24 Juli 2016

100 Tips Fotografi Yang Penting Untuk Sobat Ketahui!



Kemayoran, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2016

Edisi revisi...........
(Postingan kali ini adalah revisi dari postingan sebelumnya, karena sebelumnya tampilan baik tulisan maupun gambar masih acak adut, maka diperbaiki...supaya enak diliat!)

Salam jepret ya sobat, gimana kabarnya? Baik-baik saja? Oh ya, Postingan kali ini adalah tentang hasil penemuan saya setelah mencari-cari trik atau tips yang mungkin cocok dipakai untuk meningkatkan hasil jepret-jepret saya (dan mungkin sobat-sobit juga!). 

Tips ini ditulis oleh seorang chef, eh, maaf...fotografer dan pengajar workshop street photography, namanya Eric Kim (kalo ada yang belum tahu dengan orang ini, dan berhasrat ingin kenalan, silahkan! Dengan satu syarat...jangan lupa ajak saya!).

Artikelnya mengenai 100 tips fotografi sangat menarik, dan saya yakin, sedikit banyak akan berguna. Mungkin ada satu, dua atau beberapa tips yang secara pribadi kita kurang sreg atau bahkan tidak setuju, namun secara umum tips ini bagus. Dan ingat, tips-tips ini datang dari street photographer ya…. Jadi...Silahkan dibaca, diresapi, dipahami dan direnungi...


Demikian isi tipsnya:


100 Tips Fotografi (Tambah satu lagi, jadi jumlahnya 101, kalo nggak salah!)
  1. Hanya karena memiliki kamera yang mahal, bukan berarti mereka adalah fotografer yang hebat! (sohib-sohib setuju ya, kamera yang mahal belum tentu menghasilkan karya foto yang bagus, dan kamera yang murah juga belum tentu jelek hasilnya!) 
  2. Selalu memotret dalam format gambar RAW. Selalu!!!
  3. Lensa prime membantumu mendapatkan foto yang lebih baik!
  4. Mengedit foto juga termasuk dalam seni tersendiri
  5. Rule of third berguna untuk hampir seluruh foto...Hampir!
  6. Fotografi makro bukan untuk semua orang
  7. Filter UV berguna seperti halnya lens cap
  8. Pergilah keluar, dan memotretlah! Daripada menghabiskan waktu berjam-jam di forum fotografi online
  9. Abadikan keindahan dalam hal-hal yang sederhana dan kamu akan memiliki foto terbaik!
  10. Film tidak lebih baik dari digital

Sabtu, 23 Juli 2016

Wall of Fame #2 (Black & White Photography)



Ciledug, Tangerang, Banten, Sabtu, 23 Juli 2016 

Kembali posting edisi penyegaran, yaitu edisi Wall of Fame. Untuk wall of fame kali ini, akan ditayangkan (wah...kaya serial tipi...ditayangkan), tentang foto-foto bernuansa hitam-putih (black & White).

“Kenapa black & White?”

Ya, karena foto dengan karakter seperti ini punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh foto dengan banyak unsur  warna di dalamnya. Ada sebagian orang mengatakan, foto hitam putih adalah salah satu jenis foto yang tak lekang oleh waktu (walaupun ada juga yang tak setuju dengan hal itu, namun, jumlahnya hanya sedikit)

Tanpa adanya elemen warna yang mengganggu (jika dapat dikatakan mengganggu tentunya!), kadang foto hitam putih justru mampu membekas kuat dibenak yang melihatnya, dan pesan yang diangkat oleh foto jenis ini menjadi lebih  mudah "terbaca". 


Namun, foto jenis ini atau foto hitam putih juga memiliki kekurangan, karakter dari foto jenis hitam putih ini sedemikian kuat namun sempit, sehingga sulit untuk mengembangkan perspektif yang luas berdasar pada black & white. Walaupun disisi lain, sempitnya perspektif justru menjadi kelebihan tersendiri!

Intinya, dalam foto hitam putih, cerita yang disampaikan oleh foto itu hanya bisa melalui bentuk, kekuatan kontras gelap terang, dan jika ada unsur manusia di sana, maka ekspresi dari si manusia haruslah kuat. terkadang, suatu foto hitam putih menjadi "datar" atau "flat" hanya karena kehilangan faktor-faktor yang sudah saya sebutkan tadi. (baca artikel saya FOTOGRAFI HITAM PUTIH - KENIKMATAN DALAM FOTO HITAM PUTIH)

Berikut ini, Karya-karya foto saya dalam nuansa hitam & putih:

Catatan (ini adalah catatan yang sengaja saya sempilkan sebelum foto, supaya Sobat sekalian bisa ada sedikit "pencerahan" sebelum melihat hasil jepretan saya): Mengapa Dunia Hitam Putih Itu Begitu "Candu"?


Mungkin banyak yang bertanya, kenapa di era kamera digital yang canggih dan mampu menangkap miliaran warna ini, kita masih saja "bermain-main" dengan foto hitam putih? Apakah kita ini orang yang gagal move on dari masa lalu? Jawabannya tentu saja tidak! Justru, memotret dalam format hitam putih adalah cara kita untuk "membersihkan" pikiran dari distraksi warna yang terkadang malah bikin mata kita lelah melihat keramaian.

Dalam dunia hitam putih, Sobat dipaksa untuk belajar satu hal yang paling sulit dalam fotografi: melihat komposisi secara jujur. Tanpa bantuan warna-warni yang mencolok, mata kita mau tidak mau harus bekerja lebih ekstra untuk mencari bentuk (shape), tekstur, dan yang paling penting, kontras. Jika foto berwarna adalah sebuah film aksi yang penuh ledakan dan efek visual, maka foto hitam putih adalah sebuah novel sastra yang dalam—ia tidak butuh riasan berlebihan untuk menceritakan kesedihan, kegembiraan, atau kesunyian yang mendalam.

Bagi saya pribadi, foto monokrom itu jujur. Ia tidak bisa berbohong. Jika pencahayaannya buruk atau komposisinya berantakan, ia akan terlihat "datar" dan tidak bernyawa seketika. Namun, saat Sobat berhasil menyeimbangkan antara highlight yang tegas dan bayangan yang pekat, hasilnya akan terasa jauh lebih dramatis dan tak lekang oleh waktu. Foto itu tidak akan terlihat kuno, justru ia akan terlihat abadi.

Jadi, jangan pernah merasa minder jika hasil foto hitam putih Sobat terasa "berat" atau sulit dipahami. Itu adalah bagian dari proses. Semakin sering Sobat memotret hitam putih, semakin tajam pula insting Sobat dalam membaca cahaya di kehidupan sehari-hari. Mulailah melihat dunia bukan sebagai hamparan warna, tetapi sebagai permainan gradasi. Dan ingat, setiap jepretan hitam putih yang menurut Sobat "gagal" hari ini, sebenarnya adalah pelajaran berharga tentang bagaimana mengelola cahaya agar di masa depan, foto Sobat mampu berbicara tanpa perlu satu pun kata warna. Teruslah bereksperimen, jangan takut untuk membuang warna, dan mari buat galeri hitam putih kita ini semakin bercerita!







Demikian foto-foto wall of fame dengan nuansa hitam-putih, semoga berkenan!

Akhir kata, "salam jepret dan terus berkarya sob!"

Kamis, 21 Juli 2016

Apakah Kanker (Cancer) Itu???



Ciledug, Tangerang, Banten, Kamis, 21 Juli 2016

"Indonesia sangat kaya tanaman berkhasiat antikanker, jauh lebih kaya daripada Cina, dan lebih bagus mutunya. Tetapi mengapa angka prosentase kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi daripada Cina? Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan..."
(Prof. Dr. Li Peiwen, ahli kanker & obat tradisional senior Cina.)

Sorry ya sob, postingan kali ini nyeleneh abis dari postingan2 sebelumnya, soalnya lagi mau sharing hal-hal yang mungkin berguna untuk sob-sob sekalian. Tapi bahan dari postingan ini bukan murni dari hasil riset dan investigasi saya sendiri, tapi lebih pada ngulik sana-sini (walaupun ga 100% copas, tapi sebagian besar bahannya diambil dari www.untuksehat.co.cc dan juga terima kasih untuk www.cancerhelps.com & www.rumahkanker.com atas referensi yang sangat bermanfaat.

Dan berikut ini adalah hasilnya, cekidot ya sob

Apa itu kanker?

Penjelasan sederhananya:

Kanker adalah suatu penonjolan atau pertumbuhan tidak wajar yang dapat terjadi pada setiap bagian tubuh. Setiap benjolan yang keras, tidak sakit dan tumbuh perlahan-lahan pada salah satu bagian tubuh. Penyakit ini berbahaya dan sering kali memerlukan operasi/pembedahan oleh para medis.

Penjelasan lebih lengkapnya:

Kanker adalah pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal, berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitar (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta syaraf tulang belakang. Sel-sel yang berkembang ini akan menumpuk, mendesak dan merusak jaringan dan organ yang ditempati. Penumpukan sel baru inilah yang disebut tumor ganas. Kanker dapat terjadi disemua organ tubuh dari otak hingga kaki. 

Bersyukurlah bila kanker terjadi di bagian permukaan tubuh karena dapat dideteksi dan diobati sejak dini. Bila terjadi di dalam tubuh, hmm… biasanya terdeteksi saat stadium lanjut sehingga sulit diobati.
Tapi, jangan bersedih. Yuk kita cari tahu di artikel selanjutnya bagaimana cara mendeteksi lebih dini dan tips-tips pencegahan dan pengobatan.

Apakah kanker hanya satu macam?
Kankernya sendiri satu nama. Sayangnya ia beranak pinak dan para dokter serta para spesialis bersepakat untuk membuat akte nama anak cucu kanker yang menempati organ tubuh yang berbeda.


Apa sajakah nama mereka?

• Karsinoma
Jenis kanker yang berasal dari sel yang melapisi permukaan tubuh atau permukaan saluran tubuh, misalnya jaringan seperti sel kulit, testis, ovarium, kelenjar mucus, sel melanin, payudara, leher rahim, kolon, rectum, lambung, pancreas, dan esofagus.

• Limfoma
Jenis kanker yang berasal dari jaringan yang membentuk darah, misalnya jaringan limfe, lacteal, limfa, berbagai kelenjar limfe, timus, dan sumsum tulang. Limfoma spesifik antara lain adalah penyakit Hodgkin (kanker kelenjar limfe dan limfa)

• Leukemia
Kanker jenis ini tidak membentuk massa tumor, tetapi memenuhi pembuluh darah dan mengganggu fungsi sel darah normal.

• Sarkoma
Yaitu jenis kanker dimana jaringan penunjang yang berada dipermukaan tubuh seperti jaringan ikat, termasuk sel - sel yang ditemukan di otot dan tulang.

• Glioma
Yaitu kanker susunan syaraf, misalnya sel-sel glia (jaringan penunjang) di susunan saraf pusat.

• Karsinoma in situ
Yaitu istilah yang digunakan untuk menjelaskan sel epitel abnormal yang masih terbatas di daerah tertentu sehingga masih dianggap lesi prainvasif (kelainan/luka yang belum menyebar).

Aduh susah ya nama latinnya. Gimana kalo kenalan lewat nama yang lebih familiar (Indonesia banget). Kanker juga oleh para dokter dan spesialis juga diberi nama menurut gejala organ yang diganggu.


Dan nama-nama Indonesianya adalah:

• Kanker Otak
Ditandai dengan sakit kepala yang sangat pada pagi hari dan berkurang pada tengah hari, epilepsi, lemah, mati rasa pada lengan dan kaki, kesulitan berjalan, mengantuk, perubahan tidak normal pada penglihatan, perubahan pada kepribadian, perubahan pada ingatan, sulit bicara.

• Kanker mulut
Terdapat sariawan pada mulut, lidah dan gusi yang tidak kunjung sembuh.

• Kanker Tenggorokan
Batuk terus menerus, suara serak atau parau.

• Kanker Paru-paru
Batuk terus - menerus, dahak bercampur darah, rasa sakit di dada.

• Kanker Payudara
Adanya benjolan, penebalan kulit (tickening), perubahan bentuk, gatal - gatal, kemerahan, rasa sakit yang tidak berhubungan dengan menyusui atau menstruasi.

• Kanker saluran pencernaan
Adanya darah dalam kotoran yang ditandai dengan warna merah terang atau hitam, rasa tidak enak terus - menerus pada perut, benjolan pada perut, rasa sakit setelah makan, penurunan berat badan.

• Kanker Rahim (uterus)
Pendarahan diperiode - periode datang bulan, pengeluaran darah saat mens yang tidak seperti biasanya dan rasa sakit yang luar biasa.

• Kanker Indung Telur (ovarium)
Pada fase lanjut barulah muncul gejala.

• Kanker Kolon
Pendarahan pada rectum, ada darah pada kotoran, perubahan buang air besar (diare yang terus menerus atau sulit buang air besar).

• Kanker Kandung Kemih atau Ginjal
Ada darah pada air seni, rasa sakit atau perih pada saat buang air kecil, keseringan atau kesulitan buang air kecil, sakit pada kandung kemih.

• Kanker prostat
Kencing tidak lancar, rasa sakit yang terus menerus pada pinggang belakang, penis dan paha atas.

• Kanker buah zakar/testis
Adanya benjolan pada buah zakar, ukuran penampungan pada buah zakar yang membesar dan menebal secara mendadak, sakit pada perut bagian bawah, dada membesar atau melembek.

• Limfoma
Kelenjar getah bening membesar, kenyal seperti karet, gatal - gatal, berkeringat pada waktu tidur malam, demam atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

• Leukemia
Pucat, kelelahan kronis, penurunan berat badan, sering kena infeksi, mudah terluka, rasa sakit pada tulang dan persendian, mimisan.

• Kanker Kulit
Benjolan pada kulit yang menyerupai kutil (mengeras seperti tanduk), infeksi yang tidak sembuh - sembuh, bintik-bintik berubah warna dan ukuran, rasa sakit pada daerah tertentu, perubahan warna kulit berupa bercak-bercak.

• Komplikasi
Komplikasi yang sering terjadi pada pasien kanker adalah infeksi yaitu pada pengidap kanker stadium lanjut. Infeksi terjadi akibat kekurangan protein dan zat gizi lainnya serta penekanan sistem imun yang sering terjadi setelah pengobatan konvensional.

Huft.. banyak banget ya!  Sepertinya kanker perlu ikut program KB biar gak lagi tambah banyak.

Lalu, kenapa seseorang terkena kanker?

Kenapa seseorang terkena kanker? Biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena bisa jadi disebabkan gabungan dari sekumpulan factor. Tapi ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker, dan faktor-faktor itu adalah:

• Faktor keturunan
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit dan kanker usus besar.

Sebagai contoh, risiko wanita untuk menderita kanker meningkat 1,5 s/d 3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

• Faktor Lingkungan
Beberapa kegiatan, tanpa disadari, mengundang resiko tumbuhnya kanker,

Merokok
Meningkatkan resiko kanker paru - paru, mulut, laring (pita suara), dan kandung kemih.

Sinar Ultraviolet dari matahari
Radiasi ionisasi dalam sinar rontgen yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom. Contoh, orang yang selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, berisiko tinggi menderita kanker sel darah, seperti Leukemia.

• Faktor Makanan yang mengandung bahan kimia.
Hati-hati memilih makanan. Tidak semua makanan sehat lo! Beberapa jenis makanan ternyata bisa memyebarkan surat undangan untuk kanker agar hinggap di tubuh kita.


Catat beberapa jenis makanan berikut:

* Makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung

* Minuman yang mengandung alkohol menyebabkan berisiko lebih tinggi terhadap kanker kerongkongan.
Zat pewarna makanan

* Logam berat seperti merkuri yang sering terdapat pada makanan laut yang tercemar seperti: kerang, ikan, dsb.

* Berbagai makanan (manis,tepung) yang diproses secara berlebihan.


• Virus

Virus yang dapat dan dicurigai menyebabkan kanker antara lain :

a. Virus Papilloma, menyebabkan kutil alat kelamin (genitalis) juga dicurigai salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.

b. Virus Sitomegalo menyebabkan Sarkoma Kaposi (kanker sistem pembuluh darah yang ditandai oleh lesi kulit berwarna merah).

c. Virus Hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati.

d. Virus Epstein - Bar (di Afrika) menyebabkan Limfoma Burkitt, sedangkan di China virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Ini terjadi karena faktor lingkungan dan genetik.

e. Virus Retro pada manusia misalnya virus HIV menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.


• Infeksi

Parasit Schistosoma (bilharzia) dapat menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Namun penyebab iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker.

Infeksi oleh Clonorchis yang menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu.

Helicobacter Pylori adalah bakteri yang dicurigai penyebab kanker lambung, dan diduga bakteri ini menyebabkan cedera dan peradangan lambung kronis sehingga terjadi peningkatan kecepatan siklus sel.

• Faktor perilaku
Merokok, mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan, peminum minuman beralkohol, melakukan hubungan intim pada usia dini dan sering berganti ganti pasangan beresiko lebih tinggi terkena kanker.

• Gangguan keseimbangan hormonal
Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada pria. Hal itu terjadi karena hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. Kaum hawa yang menstruasi memiliki kadar estrogen yang tinggi. 

Maka wanita yang mengalami menstruasi dini dan mencapai menopause lambat memiliki resiko terbentuk kanker payudara lebih tinggi. Terlambat mengandung atau tidak memiliki anak juga dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Kabar baiknya, wanita yang menyusui selama paling sedikit 6 bulan berturut – turut dan wanita yang hamil beberapa kali, mendapat resiko lebih rendah terkena kanker payudara. Karena, pada saat kehamilan dan menyusui Hormon progesterone, hormone yang bersifat protektif terhadap kanker yaitu dengan menghambat efek stimulasi estrogen, meningkat.

• Faktor kejiwaan, emosional
Stress; dendam; kebencian yang mendalam dan sakit hati; dapat menyebabkan atau memperberat kanker. Gangguan emosi ini dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang yang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker.

• Radikal bebas
Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul yang mempunyai electron bebas yang tidak berpasangan dilingkaran luarnya. 

Misalnya:

Radikal bebas yang terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme.

Radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari makanan , minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari.

Radikal bebas yang terproduksi pada waktu kita makan berlebihan maupun dalam keadaan stress berlebihan, baik stress secara fisik, psikologis,maupun biologis.

Hiii… banyak banget ya penyebab kanker. Seperti pasukan barbar yang siap menyerang kita kapan dan di mana saja. Bagaimana cara kita membuat perisai perlindungan? Mau tau cara dan tips-tipsnya? 

Yuk… baca terus artikel berikutnya!

Cek Out! Dan Perangi!!

Untuk mendeteksi keberadaan kanker, beberapa metode dapat dilakukan, diantaranya, deteksi dini dengan Digital Infrared Imaging atau Pencitraan Inframerah Digital (PID). Teknik ini untuk memonitor kesehatan payudara dan leher rahim pada wanita terhadap adanya proses prakanker.

Tentang prinsip kerja PID, sederhana saja. Benda pada temperatur tertentu akan memancarkan radiasi gelombang electromagnet dari permukaan yang tidak kasat mata, dimana intensitas maksimum terjadi pada panjang gelombang daerah sinar inframerah. Aktivitas kimia dan aktivitas pembuluh darah didalam jaringan sekitar prakanker yang sedang tumbuh selalu lebih tinggi daripada jaringan normal. Maka dari itulah ia dapat terdeteksi. Beberapa tes murah meriah dapat dilakukan sendiri dirumah. Misalnya, bagi wanita, melakukan pemeriksaan payudara sendiri (bagi wanita) atau buah zakar bagi pria setiap bulan. Sederhana namun dapat membantu mendeteksi kanker secara dini.

Hal lainnya, memeriksa secara teratur adanya luka terbuka dimulut yang tidak sembuh - sembuh untuk mendeteksi kanker mulut pada stadium dini. Langkah berikutnya adalah terapi pengobatan dengan cara konvensional. Tapi pada kenyataannya pengobatan konvensional sering kali kanker belum bisa diatasi secara total.

Disinilah peran tanaman obat/herbal mulai diandalkan. Penggunaan herbal untuk mengobati kanker tidak muncul begitu saja. Ada beberapa pendekatan yang mendasari pengobatan dengan bahan baku tersebut, yaitu sebagai berikut:
Hasil penelitian bahwa kanker bersifat reversible (bisa normal kembali)

Konsep menghambat pertumbuhan kanker. Kanker tumbuh karena karsinogen dan lingkungan yang mendukung mutasi genetis pertumbuhan. Jika karsinogen dan lingkungan tersebut ditiadakan, pertumbuhan kanker akan terhambat.

Konsep penuaan sel kanker. Jika pertumbuhannya dihambat, maka sel kanker tersebut tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang, kemudian tua dan mati.

Konsep memperkuat sel lain di sekitar kanker. Kanker berkembang dengan cara menyerang sel yang ada disekitarnya, sehingga dengan memperkuat sel sehat di sekitarnya akan terbentuk pertahanan sel yang dapat menahan sel kanker.

Aduuh… Cegah yuks!

Sebagai penyakit degeneratif, sebenarnya masalah kanker bisa dicegah dan dikendalikan dengan menghindari faktor-faktor penyebabnya. Inilah yang sering kurang disadari oleh penderita dan pejuang kanker. Padahal menjalani pengobatan kanker (operasi, kemoterapi, radiasi) tanpa menghilangkan faktor-faktor penyebabnya seperti mandi dalam lumpur. Gak akan pernah bersih!

Agar pengobatan berhasil, selain berobat secara medis dan mematuhi nasehat dokter, kita harus melakukan upaya-upaya pengobatan nonmedis. Upaya-upaya pengobatan nonmedis inilah yang dimaksudkan dengan menghilangkan faktor-faktor penyebab/pemicu kanker.

Banyak di antara upaya ini yang bisa dilakukan sendiri tanpa perlu keluar rumah, dan kalau dilakukan secara sungguh-sungguh sangat besar pengaruhnya pada proses penyembuhan.


Antara lain:

• Berdoa dapat menyembuhkan kanker
Doa, keikhlasan, dan sikap positif sangat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga tubuh lebih kuat  melawan sel-sel kanker (maupun penyakit lainnya).
Jadi, buat para inang kanker, hayuu menerima keberadaan kanker itu dengan ikhlas dan pikiran positif, percaya penuh bahwa sesungguhnya Tuhan sedang menurunkan anugerah di balik kondisi sakit tersebut. 

• Menjaga jiwa, sikap, dan perilaku supaya tetap tenang, tidak bingung, tidak sedih berlarut-larut, tidak marah-marah, tidak stress. Jiwa yang tidak stabil membuat tubuh menghasilkan zat-zat beracun, membuat sel-sel tubuh bersifat asam, dan kondisi ini ibarat “pupuk”, sangat disukai sel-sel kanker untuk tumbuh subur.

• Tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

• Cukup istirahat dan menjaga pola makan.

• Menghindari polusi, asap rokok, dan sinar matahari berlebihan. Sinar matahari dibutuhkan, tetapi cukup 20 menit sehari, khususnya sinar matahari pagi. \

• Olahraga dan tinggal di lingkungan yang kaya oksigen/banyak tanaman. Olahraga meningkatkan kadar oksigen dalam sel tubuh, sedang kanker benci pada sel yang kaya oksigen, karena dia akan mati merana di dalamnya!

• Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh, jika perlu mengkonsumsi jamu, suplemen, atau antioksidan. Tetapi ingat, anda harus tahu persis apa yang anda konsumsi: apa kandungannya, apa manfaatnya, apa efek sampingnya, seberapa takarannya, bagaimana cara mengkonsumsinya, dan bagaimana interaksinya dengan obat-obat lain.

• Menjaga semangat, jangan sampai kendur, jangan pernah menyerah, walaupun perjuangan harus dilakukan berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Jika semua upaya nonmedis tersebut bisa dilakukan bersama-sama dengan upaya pengobatan medis, dipastikan hasilnya akan lebih optimal. Kemungkinan sembuh lebih besar, setidaknya keganasan sel-sel kanker dapat dikendalikan, yang artinya dapat memperpanjang usia.

Seiring dengan gerakan back to nature, kini kalangan medis pun banyak menganjurkan penggunaan obat kanker alami sebagai pelengkap terapi bagi proses penyembuhan kemoterapi, radioterapi ataupun pembedahan. Manfaat dan kegunaan tanaman obat bagi para penderita kanker tidak diragukan lagi. Namun yang menjadi kendala utama adalah supply-nya. Bagi kaum awam, tidak mudah mencari dan menemukan tanaman obat disekitar kita.

Sebagai alternatif, kini telah tersedia berbagai produk ramuan racikan para herbalis ataupun produk-produk tunggal dengan berbagai merk di pasaran. Tapi, Produk Obat Kanker mana yang harus dipilih? 

Berikut beberapa tips:

Cek! Komposisi: ramuan tersebut terdiri dari jenis tanaman obat apa saja?

Cek! Apakah kemasan hyegenis dan proses pembuatannya benar?

Cek! Lama produk beredar di pasaran. Semakin lama beredar biasanya semakin teruji kualitasnya.

Cek! Kesaksian (Testimony) pemakai. Banyaknya testimony meningkatkan kepercayaan akan khasiat produk.

Cek! Reputasi perusahaan atau herbalis.

Cek! Apakah produk terdaftar di Badan POM.

Demikian Postingan kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua! Amin!!

Jumat, 15 Juli 2016

Wall of Fame #1 (Karya teman-teman banana’s photography)



Ciledug, Tangerang, Banten, Jum'at, 15 Juli 2016

Postingan kali ini berbeda, lebih kepada postingan refreshing alias penyegaran. Kalau kemarin-kemarin, postingannya agak panjang dan agak lebar, postingan kali ini saya pastikan, gak panjang dan gak lebar. 
Sebenarnya ide untuk membuat postingan seperti ini sudah muncul semenjak dahulu kala, tetapi sayangnya, baru bisa mulai diwujudkan sekarang. Tak apalah, seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tak terlambat! (apaaaaa???) 

Saya beri nama untuk postingan ini sebagai “Wall of Fame”.  Dan untuk postingan “Wall of Fame”, saya hanya akan memposting foto beserta fotografernya dan juga tallentnya (jika disebutkan lho!) tanpa disertai komentar apapun! Hanya didedikasikan untuk menampilkan karya-karya dari rekan-rekan di komunitas fotografi Banana’s. Satu komunitas fotografi di sosmed “bee”. 

Anggota komunitas ini punya macam-macam warna spesialisasi genre fotografi, ada yang street, ada yang Human Interest, ada romantis, dan sebagainya. Tetapi, hanya satu kata yang bisa dan tepat untuk menggambarkan hasil karya mereka, dan kata itu adalah....”Mahakarya!”.

Berikut ini, karya-karya mereka:








Catatan Tambahan: Mengapa Kita Harus Saling "Pamer" Karya?


Setelah Sobat selesai menikmati deretan "Mahakarya" di atas, mungkin ada sedikit rasa penasaran: Kenapa sih harus ada Wall of Fame? Apakah karena kita kekurangan bahan postingan? Atau sekadar ajang pamer lensa mahal? Jawabannya tentu saja: Bukan!

Jujur saja, dunia fotografi itu bisa jadi tempat yang cukup intimidatif. Seringkali, kita merasa tidak percaya diri karena menganggap hasil foto kita "masih jauh dari kata layak" dibandingkan dengan karya fotografer yang sudah punya nama besar. Padahal, setiap foto yang Sobat lihat di sini—terlepas dari genre apa pun yang diusung—adalah hasil dari proses panjang. Ada momen di mana sang fotografer harus rela bangun subuh demi mengejar golden hour, atau bahkan harus rela "mandi keringat" demi mendapatkan komposisi yang pas di tengah keramaian pasar.

Dengan adanya Wall of Fame ini, saya ingin kita semua sadar bahwa setiap orang punya perjalanan dan "mata" yang berbeda dalam melihat dunia. Tidak perlu menunggu jadi fotografer kelas dunia untuk berani berbagi karya. Justru, dengan saling menampilkan hasil jepretan di komunitas Banana’s ini, kita jadi bisa belajar satu sama lain. Kita jadi tahu bahwa ada anggota yang sangat jago menangkap ekspresi manusia (Human Interest), ada yang punya kesabaran tingkat dewa dalam memotret lanskap, dan ada pula yang jago membuat foto romantis tanpa harus terlihat cringe.

Jadi, anggaplah postingan ini sebagai "ruang tunggu" bagi kita semua untuk terus memacu kreativitas. Jangan pernah bosan untuk terus mengulik teknik, bereksperimen dengan angle yang aneh, atau sekadar mencoba genre baru yang sebelumnya belum pernah disentuh. Ingat, kamera secanggih apa pun tidak akan pernah bisa menandingi intuisi fotografer yang rajin berlatih. Teruslah berkarya, teruslah memotret, dan sampai jumpa di edisi Wall of Fame berikutnya dengan karya yang lebih gila lagi! Mari buat komunitas ini jadi tempat yang seru untuk belajar bersama, karena pada akhirnya, fotografi itu tentang bercerita dan berbagi kebahagiaan, bukan soal siapa yang punya gear paling mahal.

Demikianlah postingan saya kali ini. Salam jepret selalu!

Kamis, 14 Juli 2016

Genre Atawe Aliran Dalam Fotografi...Bagian 3



Ciledug, Tangerang, Banten, Kamis, 14 Juli 2016

Masih menyambung postingan sebelumnya, tentang aliran atau genre, di dalam dunia fotografi, ini adalah sambungan dari postingan terdahoeloe, atau edisi ke-3 dari 4 edisi yang telah saya janjikan kepada anda semua! (hiperbola...alias berlebihan!). 

(baca juga edisi sebelumnya, "Genre atawe Aliran Dalam Fotografi...Bagian 2")

Dan untuk postingan ke-3 ini akan dijabarkan lagi 4 aliran dalam fotografi, yaitu: Food Photography, Fine Art Photograpy, Landscape Photography, dan Wild Life Photography. Nah, dari “preambule” tadi, sepertinya aliran-aliran tersebut udah nggak asing lagi buat kita ya! Tapi, biar lebih jelasnya, demikian akan saya jabarkan (dan semoga!) secara rinci, dan mendetail, tentang aliran-aliran tersebut:

9. Food Photography



Nah, dari namanya aja udah bisa ketebak, aliran fotografi ini adalah teknik pengambilan gambar atau foto yang berfokus pada makanan, bisa buah-buahan, atau sayuran, makanan pembuka atau penutup, pokoke, apa saja yang penting makanan. Namun, jangan terlalu menggampangkan teknik fotografi ini, food photography justru menjadi satu aliran yang cukup rumit, "kenapa rumit?" 


karena si fotografer harus mampu menyajikan hasil foto yang “lebih” dibandingkan dengan obyeknya sendiri!


Atau secara sederhana bisa dikatakan, foto dari aliran ini harus bisa merepresentasikan esensi (ampun dah...njelimet amat!) dari si obyek (dalam hal ini hidangan atau makanan) ke dalam karya foto yang ajib bin ciamik, sehingga, siapapun yang melihat foto aliran ini, seakan-akan melihat secara nyata obyeknya dan sekaligus bisa merasakan cita rasa dari obyek itu....gila...keterangannya nggak banget ya!...Gini aja deh, sederhananya, fotonya dibikin sedemikian rupa sehingga obyeknya keliatan enak pake banget...dan bakalan menggugah selera siapapun yang melihatnya!

10. Fine Art Photography



Aliran satu ini biasanya sering kita temui di brosur-brosur museum atau gallery karya seni pas lagi ada pameran! Ya, bener banget! Aliran ini adalah aliran fotografi yang menampilkan atau memvisualisasikan suatu karya seni, ke dalam bentuk foto. Walaupun, dalam beberapa pendapat umum, genre ini dapat juga diartikan sebagai metode atau cara membuat sebuah foto yang memenuhi visi kreatif para fotografer. Dan bukan dibuat dengan tujuan mempromosikan atau menjual produk atau jasa, fine art fotografi dibuat untuk memberikan ruang kreatif kepada seorang fotogarafer untuk menuangkan ide-ide kreatif yang dimiliki.

11. Landscape Photography



Landscape photography adalah teknik fotografi yang menangkap image dari suatu panorama alam, bisa berupa hutan, sungai, padang rumput, padang pasir, dan lain-lain.


Untuk teknik landscape ini,  biasanya si fotografer memadukannya dengan waktu yang pas pencahayaan dari alam seperti sunset atau sunrise, sehingga efek cahaya dari 2 tipe momen itu akan memperkuat tema landscape yang diusung.

12. Wild Life Photography



Fotografi jenis ini tentu tak asing bagi temen-temen yang punya T-shirt atawe kaos (nah lho!...apa hubungannya coba?) Nat-Geo, yaitu singkatan dari National Geographic...nah...bener banget sob, aliran fotografi ini menyajikan foto-foto tentang alam liar alias wild...biasanya obyeknya berupa hewan (atau tumbuhan) yang sedang melakukan aktifitas kehewanannya (khusus untuk hewan ya!), seperti, makan, tidur, berkelahi, ke kantor, nelpon, chating atau selfie....yah...pokoknya tentang alam liar deh! 


Termasuk anak sekolah yang lagi pada tawuran...itu termasuk foto wildlife...alias...hidup yang liar, dengan kata lain; ga punya otak, etika apalagi hati nurani!


Demikian edisi ke-3 dari aliran-aliran dalam fotografi...selanjutnya akan ditayangkan edisi ke 4 atau edisi terakhir dari aliran fotografi.

Tetap sehat, tetap semangat dan Ingat Pesan Ibu!

Salam Jepret!