(Telat posting, baru diposting Senin, 28 Agustus 2017)
Ini hari Sabtu! Kebetulan seharian ini cuacanya luar biasa "manis" alias puanasssss! Dan kalau cuaca lagi panas membahana seperti ini, 1001 alasan muncul di kepala untuk tidak bergerak alias "mendekam" di rumah. Iya juga, panas kaya gini! Jangankan manusia, jin iprit pun mungkin lagi sibuk cari kipas angin atau berteduh di bawah AC.
Tapi, ternyata ada juga sebagian orang yang terpaksa harus berada di luar ruangan, dengan berbagai alasan, dan kebanyakan alasannya adalah..., "kerja"!
Ya!..,Kerja. Termasuk saya sendiri....,Terpaksa harus masuk di hari Sabtu yang terik ini! Bikin mood di hati jadi kacau balau macam es campur: campuran antara males, capek, sebel, eneg, muak, dan segala macam rasa yang bikin pengen pensiun dini!
Nah, daripada keselnya dilampiaskan ke tembok atau nendang kaleng bekas, ada baiknya saya nulis aja deh, masih tentang fotografi, tentang ide untuk memotret kota, so...demikian ceritanya...cekidot :
10 Ide Memotret Kota
Lingkungan urban itu penuh kesempatan menarik. Mulai dari gedung pencakar langit sampai kesibukan orang-orang yang pura-pura sibuk. Selalu ada alasan buat bawa kamera, meskipun cuma buat alasan biar terlihat "keren" di depan orang yang lewat.
Pada bahasan kali ini Sobat akan diajak tur berbagai genre kota, biar foto Sobat nggak cuma isinya foto selfie dengan latar belakang tempat sampah.
1. Memotret Arsitektur
Kota besar itu gudangnya bangunan unik. Saat memotret gedung, jangan cuma jepret, eksplorasi sudut pandang. Dekatkan kamera ke atas buat tampilan abstrak, atau mundur sedikit—tapi ingat, jangan mundur sampai masuk ke got. Yang perlu Sobat perhatikan adalah cahaya. Shadows kuat bisa jadi seni, tapi kalau shadow-nya di wajah Sobat sendiri, mungkin itu bukan seni, tapi cuma karena Sobat lupa pakai sunblock.
2. Bermain dengan perspektif
Masalah klasik: lensa sudah wide, tapi gedung tetap nggak muat masuk frame. Kalau Sobat motret dari bawah, gedung malah jadi terlihat miring, seperti rumah yang lagi mabuk. Kalau dana belum cukup buat beli lensa tilt-shift yang harganya bisa buat beli motor, ya pakai software penyunting foto saja. Teknologi diciptakan buat menutupi kekurangan kita, Sobat!
3. Merekam dari atas
Kota itu tempat terbaik buat motret high angle. Berkat gedung tinggi yang terbuka untuk umum, Sobat bisa dapat foto bagus. Carilah bentuk yang menarik, misalnya zebra cross. Kalau hujan, payung-payung bisa jadi objek cantik. Tapi ingat, motret dari ketinggian itu fokus ke objek, jangan fokus ke bawah sampai Sobat malah ikutan jatuh. Tetap utamakan keselamatan, ya!
4. Memotret ke bawah tanah
Ada dunia lain di bawah kota, yaitu sistem transportasi. Motret di sini cukup menantang karena dilarang pakai tripod (kecuali Sobat mau diajak ngopi bareng satpam). Pakai lensa fish eye biar terowongan terlihat melingkar dramatis. Hitam putih adalah pilihan aman, karena kalau pun fotonya jelek, tinggal bilang "ini estetik yang minimalis".
5. Candid Photo
Keramaian kota itu ladang emas buat candid. Henri Cartier-Bresson adalah legendanya. Bedanya, kalau dia menangkap momen "kunci", kita mungkin cuma menangkap momen orang lagi kucek mata atau garuk-garuk kepala. Ingat, harus tetap hormat, jangan sampai orang yang Sobat foto malah nanya, "Mas, mau foto saya atau mau minta nomor telepon?"
6. Merekam street portrait
Coba deh motret di area yang agak "berantakan" seperti tembok grafiti atau area terbengkalai biar dapet kesan grunge. Kalau mau hasil lebih gelap dan misterius, pakai flashgun eksternal. Hasilnya bakal terlihat profesional, kayak fotografer yang punya banyak proyek, padahal aslinya mungkin cuma iseng.
7. Mengabadikan panorama
Dulu, motret panorama harus pakai alat khusus biar fotonya nggak "patah". Sekarang? Pakai software pun beres. Photoshop photomerge adalah penyelamat bagi kita yang males beli gear mahal. Tips: pakai lensa 50mm, jangan pakai lensa ultra-wide kalau nggak mau hasil fotonya kelihatan kayak pemandangan di planet lain.
8. Memotret close-up kreatif
Sobat juga bisa membuat close-up kreatif dengan merekam rambu jalan atau tanda tertentu. Gabungkan di software penyunting menjadi satu frame. Hasilnya bakal terlihat jenius, padahal mungkin Sobat cuma lagi nunggu jemputan sambil iseng motret rambu "Dilarang Parkir".
9. Merekam kota saat malam (night photography)
Kota itu nggak pernah tidur, beda sama kita yang kalau kerjaan numpuk bawaannya pengen tidur terus. Senja adalah waktu magis. Bawa tripod itu wajib, kecuali tangan Sobat bisa stabil seperti patung. Pastikan Sobat nggak motret di tengah jalan raya yang ramai; jangan sampai demi foto yang "memukau", Sobat malah jadi menu utama di berita kecelakaan.
Merekam time lapse
Sobat bisa bikin film mini. Syaratnya: tripod harga mati, dan kesabaran ekstra. Kalau Sobat mau bikin klip 10 detik, Sobat harus berdiri mematung selama berjam-jam. Ingat, time lapse itu melatih kesabaran. Kalau sudah bosan, ingat saja, setidaknya Sobat sudah melakukan sesuatu yang lebih kreatif daripada cuma bengong melihat jalanan.
Demikianlah ide memotret kota yang mungkin bisa Sobat terapkan.
Tidak mutlak harus seperti penuturan di atas ya, Sobat. Boleh banget kalau Sobat mau improvisasi atau malah bikin gaya sendiri. Namanya juga fotografi, seni itu bebas—yang nggak bebas itu kalau motret tanpa izin, nanti malah kena damprat!
Sekali lagi, fotografi adalah seni, bukan ilmu pasti!
(Dan contohnya adalah artikel ini, saya menulis 10 ide, ternyata yang saya jabarkan hanya 9 ide saja. Ini murni kesalahan saya, mohon dimaafkan ya Sob!)
Salam jepret ya, Sobat. Semoga artikel ini bermanfaat dan tidak membosankan!








.jpg)
Hasil karya yang sangat menarik serta menambah wawasan! Dan juga foto-foto yang luar biasa....Great Job!
BalasHapusLumayan bagus....mantab lah mas ! Ditunggu karya lainnya...4 Jempol!
BalasHapusKarya yang menarik, punya perspektif berbeda!
BalasHapusPostingan yang bagus!
BalasHapusArtikel yang sangat menarik dan juga inspiratif! Layak untuk dibaca, dan juga mampu menambah wawasan serta referensi kita terhadap fotografi dan juga yang lain!
BalasHapusArtikel yang menarik, menambah wawasan serta memberika bahan referensi baru
BalasHapus#artikel bagus
#fotografi
#bagus