Sobat, jika Sobat saat ini lagi asyik belajar tentang fotografi, mungkin Sobat akan sesering mungkin menyempatkan diri untuk "jeprat-jepret" pakai kamera Sobat. Tapi apa Sobat mengetahui, kalau di dunia ini ternyata terdapat genre fotografi atau aliran yang membedakan sebuah karya foto?
Nah, kalau Sobat belum tahu, jangan kecil hati ya Sob, dalam artikel yang sambung-menyambung ini, saya mau coba kasih tulisan tentang 16 Genre atawe Aliran Fotografi yang yang kayaknya, harus Sobat ketahui sebelum Sobat terjerumus lebih jauh dalam jurang fotografi.
Ya sudah, tanpa berpanjang lebar, yuk bareng-bareng kita bahas mengenai apa saja genre atawe aliran fotografi yang dapat dipelajari. Tujuannya? Ya supaya kita dapat menciptakan karya foto yang luar biasa dan mampu memanjakan mata para penikmat foto-foto yang kita hasilkan.
Nah, ini dia Sob, aliran-aliran dalam fotografi tersebut;
![]() |
| Human Interest Photography trisoenoe.com |
1. Human interest photography
Human interest photography merupakan satu aliran, atau genre foto yang menggunakan manusia sebagai objek utama dalam foto. Dalam foto human interest, si fotografer akan berusaha untuk mendapatkan momen, dimana seseorang sedang melakukan aktivitas yang mampu memberikan kesan empati bagi siapapun yang melihat karya foto tersebut.
![]() |
| Street Photography trisoenoe.com |
2. Street photography
Aliran ini memang mirip-mirip alias sebelas dua belas dengan Human interest photography, dalam fotografi street Sobat bisa mengambil foto dari aktivitas keseharian seseorang yang terjadi di jalanan, tetapi tidak dituntut untuk menonjolkan kesan empati kepada penikmat foto tersebut.
![]() |
| Journalism Photography trisoenoe.com |
3. Journalism photography
Kalau Sobat tertarik untuk berkecimpung dan mendalami genre foto jurnalistik, maka Sobat harus mampu menciptakan karya foto yang memiliki cerita, atau dapat memaparkan kejadian yang terjadi di dalamnya. Agak berbeda dengan aliran lain dalam fotografi, karena genre ini merupakan bagian dari jurnalistik, maka setiap karya yang Sobat ciptakan harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, ga boleh sembarangan atau asal, apalagi kalau maknanya bias.
![]() |
| Portrait Photography trisoenoe.com |
4. Portrait photography
Kalau genre fotografi yang satu ini, sepertinya Sobat sudah pada paham deh. Dalam fotografi portrait, Sobat dapat menangkap momen baik seseorang maupun kelompok dengan menonjolkan ekspresi wajah mereka. Oleh karena genre fotografi ini lebih menonjolkan ekspresi dan mood seseorang, maka kebanyakan foto semacam ini diambil dengan komposisi close up (Apa itu fotografi Close Up? nah, sabar ya Sob, nanti saya akan coba menulis, tentang apa itu fotografi Close Up).
Catatan Penting: Jangan Sampai "Demam" Lensa!
Setelah mengetahui empat genre dasar tadi, saya yakin Sobat mulai merasa panas hati dan tertantang, bukan? Mungkin ada yang tiba-tiba merasa punya jiwa fotografer jurnalistik atau mendadak ingin jadi spesialis portrait dadakan. Itu sah-sah saja, Sob. Tapi, ada satu hal yang harus diingat: jangan sampai obsesi pada genre bikin Sobat lupa diri.
Banyak pemula (termasuk saya dulu) yang begitu tahu ada banyak aliran, langsung merasa harus punya semua perlengkapan pendukungnya. Ingat, kamera itu cuma alat. Percuma punya kamera seharga motor kalau Sobat belum paham cara mengaturnya. Jangan sampai kejadian, niatnya mau memotret street photography yang estetik, eh, malah sibuk mengutak-atik menu kamera sampai objek fotonya keburu pulang, makan malam, dan tidur nyenyak. Jadilah fotografer yang cerdas, bukan fotografer yang cuma jago "ganti lensa tapi minim aksi".
Selain itu, jangan pula terlalu kaku membatasi diri pada satu genre saja. Kalau hari ini Sobat ingin mencoba human interest, ya silakan. Besok mau iseng memotret kucing tetangga dengan gaya portrait? Boleh juga! Fotografi itu tujuannya buat senang-senang, bukan buat bikin Sobat pusing tujuh keliling sampai lupa makan. Jadi, nikmati saja proses belajarnya. Anggap saja setiap jepretan gagal adalah "biaya pendidikan" biar di masa depan hasil foto Sobat tidak bikin orang yang melihatnya sakit perut. Teruslah mencoba, sering-seringlah berlatih, dan yang paling penting, jangan bosan untuk terus mengulik teknik-teknik baru yang akan kita bahas di bagian selanjutnya. Siap buat lanjut ke petualangan berikutnya, Sob?
Segitu dulu ya Sob, soalnya, akan terlalu panjang kalau saya tulis semua ke 16 aliran silat, maaf, maksud saya, aliran fotografi tersebut dalam satu artikel postingan. Jadi, supaya yang membaca tidak bosan, maka akan saya pecah jadi 4 postingan, dan ini adalah artikel bagian pertama.
Sambungannya, alias artikel bagian ke-2, yang artikelnya berjudul: "Genre atawe Aliran Dalam Fotografi...Bagian 2. Silahkan di "klik" ya Sob!
Tetap jaga kesehatan ya Sob, dan tetap semangat.
Ingat pesan Ibu.
Salam jepret selalu!
Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu





Hasil karya yang sangat menarik serta menambah wawasan! Dan juga foto-foto yang luar biasa....Great Job!
BalasHapusLumayan bagus....mantab lah mas ! Ditunggu karya lainnya...4 Jempol!
BalasHapus