Catatan arsip: tulisan ini dibuat saat PSBB dan pandemi Covid-19 masih membatasi gerak kita. Kamera menganggur, tapi hasrat memotret menolak ikut libur. Tips di bawah tetap berlaku kapan saja, terutama saat hujan deras atau saat rasa malas keluar rumah sedang menang telak.
Bagi sebagian orang, memotret adalah cara paling murah untuk bahagia. Biasanya sasarannya pemandangan alam, favorit sejuta umat. Masalahnya, saat ini gunung dan pantai sedang tidak bisa dikunjungi, dan Covid-19 siap mengintai siapa pun yang nekat keluar rumah demi sunset.
Lalu bagaimana nasib hasrat memotret yang masih bergelora? Tenang, Sob. Fotografi tidak ikut dikarantina. Ada banyak aliran yang bisa Sobat jalani dari ruang tamu, dapur, bahkan kamar mandi (kalau pencahayaannya mendukung). Ini lima di antaranya.
1. Foto Still Life
Still life adalah aliran yang memotret benda-benda mati dan menampilkan detailnya hingga tampak menarik. Benda mati, ya, Sob. Bukan kucing mati, apalagi orang mati. Tolong jangan salah tafsir lalu berkreasi yang aneh-aneh.
Modalnya cuma tiga: meja, lampu belajar, dan kamera. Lampu belajar yang biasanya jadi saksi bisu tugas yang ditunda sekarang naik pangkat jadi lampu studio. Untuk objeknya, ambil apa saja yang ada di rumah: kunci motor, kacamata, sendok, pot tanaman, atau gelas kopi yang tinggal ampasnya. Atur posisinya, mainkan arah cahaya, dan lihat bagaimana benda yang tiap hari Sobat abaikan mendadak tampil seperti bintang katalog.
2. Foto Makanan
Semua orang sudah sering memotret makanan. Artinya, secara teknis semua orang sudah berpengalaman dalam makan... eh, maksudnya memotret makanan. Bedanya, fotografer yang baik tahu bahwa nasi goreng yang sudah dingin itu pengorbanan, bukan kerugian.
Aliran ini sering dipakai untuk foto komersial yang mempromosikan hidangan, dan peralatannya sama dengan still life. Tambahan tipsnya: letakkan piring dekat jendela supaya mendapat cahaya alami, pakai piring yang bersih (noda saus lama tidak ikut menambah cita rasa), dan beri satu hiasan kecil seperti daun atau taburan bumbu. Tidak perlu sampai mencuri peran koki, yang penting jangan ada sendok bekas gigitan di pojok bingkai.
3. Foto Makro
Fotografi makro adalah memotret objek sedekat mungkin untuk menampilkan detail kecil yang selama ini lolos dari mata. Biasanya objeknya tumbuhan dan bunga, jadi Sobat tidak perlu pergi jauh dari teras.
Memang aliran ini idealnya memakai lensa makro khusus. Tapi kantong tipis bukan alasan menyerah. Banyak ponsel sekarang punya mode makro, ada lensa klip murah yang tinggal dijepitkan, dan pengguna kamera bisa memakai filter makro atau memasang lensa secara terbalik (reverse lens, dengan adaptor khusus). Hasilnya? Setetes embun atau sehelai bulu kucing bisa tampil seperti lanskap planet lain.
4. Foto Abstrak
Aliran abstrak mengutamakan warna dan bentuk, bukan objek yang dikenali. Intinya: foto yang membuat orang bertanya, "Ini apa, ya?" lalu menjawab sendiri, "Ah, bagus juga."
Bahannya ada di mana-mana. Susunan gelas dan piring di rak, bercak di tembok yang selama ini disangka noda, atau daun-daun tak beraturan yang ternyata berpola. Dekatkan, miringkan, dan abaikan bentuk aslinya. Tidak perlu peralatan khusus, cukup mata yang berani melihat sesuatu secara berbeda. Remah roti di meja pun, kalau difoto dari sudut yang tepat, bisa tampak seperti pegunungan di planet yang belum ditemukan.
5. Foto Selfie
Untuk yang satu ini, saya tidak akan menerangkan panjang lebar. Menurut penelitian fiktif yang baru saya karang barusan oleh "ahlinya ahli" fotografi, sebagian besar selfie TKP-nya ada di rumah. Klop, kan? Selama Sobat mendekam di rumah karena PSBB, inilah kesempatan mengasah keterampilan berfoto ria sambil menambah koleksi Instagram dan FB.
Tapi, supaya tidak sekadar pamer wajah, ada beberapa tips nyata:
- Cari cahaya jendela. Menghadaplah ke arahnya, jangan membelakanginya, kecuali Sobat ingin tampil sebagai siluet misterius.
- Main dengan bayangan atau pantulan, misalnya cermin, kaca jendela, atau permukaan sendok.
- Potret diri tidak harus wajah. Tangan yang sedang memegang cangkir, bayangan di dinding, atau sepasang sandal jepit juga bisa jadi autobiografi.
Tantangan Seminggu
Supaya tidak berhenti di membaca, ini tantangan sederhana: satu foto per hari selama tujuh hari, masing-masing dari satu aliran di atas, lalu pilih yang terbaik. Dijamin, saat pandemi berlalu dan Sobat kembali bebas keluar, mata Sobat sudah lebih terlatih daripada sebelumnya.
Itulah lima aliran fotografi yang bisa Sobat coba tanpa melangkah ke luar pagar. Semoga ini sedikit menghibur kepenatan akibat terkurung, entah sampai kapan. Semoga pandemi ini cepat berlalu, ya, Sob. Aamiin.
Salam jepret selalu!
Artikel oleh: Tuntas Trisunu
Baca juga: artikel saya tentang aliran-aliran fotografi, untuk penjabaran yang lebih seimbang.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar