Pada artikel kali ini, saya akan membahas tentang menangkap satu obyek, yang mungkin selama ini sudah terlalu banyak diabadikan!
Bunga!
Ya, obyek ini sering sekali diabadikan, kelewat sering malah. Lewat berbagai aliran fotografi, lewat berbagai teknik dan jurus fotografi yang njelimet, bunga “dijebak” ke dalam frame foto. Terkadang obyek ini menjadi obyek sentral, ataupun obyek pelengkap dalam suatu karya foto, yang berfungsi untuk memperkuat obyek utama, menjadikannya lebih ber”kharakter”, dan lebih dapat berbicara kepada penikmatnya.
Ada banyak alasan, mengapa banyak fotografer yang mengabadikan bunga, mulai dari alasan yang sangat sederhana, seperti; “Bunga itu indah, bentuknya variatif, dan kaya warna”, sampai alasan yang sifatnya sangat filosofis, seperti: “Bunga itu representasi dari kehidupan dan manusia, ada fase kuncup, mekar, dan fase layu, setiap fase adalah perlambang dari sisi kehidupan yang harus dijalani oleh manusia. Fase kuncup adalah perlambang dari awal kehidupan, fase mekar adalah perlambang dari puncak kehidupan, dan fase layu adalah perlambang dari senjanya usia manusia!
Wiiiih, jujur saja, saya tak terlalu mengerti arti filosofis dalam karya foto tentang bunga. Saya lebih memilih pendapat yang sederhana, dimana bunga itu indah, banyak macam bentuk dan juga warna. Saya tidak mau terjebak dalam mendalami filosofis dari bunga (lha wong mendalami ilmu fotografi saja saya masih benjal-benjol, terseok-seok dan mimisan, apalagi filosofinya!)
Untuk saya pribadi, obyek berupa bunga, sangat membantu saya dalam memahami dan memperdalam kemampuan saya dalam fotografi. Dengan memotret bunga, saya bisa menerapkan beberapa prinsip dasar fotografi, beberapa dintaranya:
1. Fokus
Kita dapat mengasah kemampuan kita dalam mendapatkan fokus dalam memotret. Berlatih memotret bunga, bisa jadi salah satu alternatif, toh bunga punya banyak kelebihan, mereka cenderung diam (dengan catatan, tidak ditiup angin), banyak segmennya, punya warna yang kontras, dan juga super nrimo alias tak pernah protes walaupun kita jepret berkali-kali, atau langsung kita tinggal begitu ada obyek lain yang lebih ciamik. Bunga kalem-kalem aja tuh.
2. Aturan Sepertiga
Ada metode fotografi, yang dikenal dengan aturan sepertiga (rule of third), dimana obyek ditempatkan di sepertiga frame, dan membiarkan 2/3 frame dalam keadaan kurang fokus. Nah, bunga termasuk obyek jepretan yang sangat pas untuk teknik fotografi yang satu ini. Dengan menempatkan bunga yang berwarna kontras dengan latar belakangnya, efek teknik ini akan semakin kuat dalam frame tersebut.
3. Bokeh
Teknik bokeh bisa sangat pas jika diterapkan dalam memotret bunga. Dengan “jurus” fotografi bokeh, obyek bunga (yang menjadi obyek utama dalam foto tentunya) bakal jadi semakin menonjol dan semakin terlihat menarik. Dengan memngaburkan latarnya, maka bunga yang ditempatkan di bagian depan akan semakin terlihat anggun serta mencuat dibandingkan dengan latarnya. Hal ini tentu akan semakin memperindah citra bunga dalam frame tersebut.
(kalau sobat tertarik dengan teknik bokeh, silahkan melipir di artikel yang mengulas tentang "bokeh" serta kisi-kisi alias trik dan tips untuk menghasilkan foto bokeh. Artikel tersebut berjudul "6 TIPS UNTUK MENGHASILKAN FOTO BOKEH")
Nah, dari berbagai kelebihan tersebut,saya rasa tak ada salahnya kalau kita mulai memperhatikan obyek yang satu ini, dan memasukkannya dalam salah satu daftar target jepretan kita. Boleh sekedar sarana latihan untuk meningkatkan skill kita, atau memang difokuskan secara total untuk meng”eksplore” keindahannya. Silahkan saja!
Akhir kata, jangan terlalu terpaku pada teori fotografi yang njelimet sampai Sobat lupa menekan tombol shutter. Dunia fotografi tidak butuh lagi fotografer yang hanya jago berdebat panjang lebar di kolom komentar soal sharpness lensa atau dynamic range, tapi dunia butuh mereka yang berani turun ke lapangan dan menghasilkan karya. Bunga-bunga sudah mekar dengan indahnya di depan mata, sementara Sobat mungkin masih sibuk mengutak-atik menu kamera sampai baterai habis, lalu pulang dengan tangan hampa. Sungguh ironis, bukan? Memiliki kamera seharga motor tapi hasilnya hanya foto blur yang tidak punya nyawa. Jadi, sudahi dramanya, segera ambil kamera Sobat, dan mari kita "menjebak" pesona bunga sebelum mereka layu duluan. Jangan sampai kalah cantik sama tanaman, ya! Salam jepret, dan jangan lupa, fokus itu kuncinya, bukan cuma di kamera, tapi di niat Sobat!
Salam Jepret Selalu
Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu




Postingan yang sangat bagus dan sangat menarik! Dapat menjadi referensi yang bisa dijadikan alternatif sumber wacana!
BalasHapusLumayan bagus....mantab lah mas ! Ditunggu karya lainnya...4 Jempol!
BalasHapusKarya yang menarik! Menambah wawasan serta memberikan sudut pandang yang berbeda!
BalasHapusPostingan yang bagus!
BalasHapusKarya yang cukup menarik, menyajikan hasil foto dalam bentuk dan perspektif yang berbada!
BalasHapusArtikel yang sangat menarik dan juga inspiratif! Layak untuk dibaca, dan juga mampu menambah wawasan serta referensi kita terhadap fotografi dan juga yang lain!
BalasHapusArtikel yang menarik, menambah wawasan serta memberika bahan referensi baru
BalasHapus#artikel bagus
#fotografi
#bagus