Tulisan ini sekedar coretan dari [bukan] fotografer, yang ditulis di masa pandemi. Semoga coretan ini bisa menghibur)
Seperti Sobat ketahui, kunci utama untuk mendapatkan foto yang ciamik adalah feel alias “rasa” dari si fotografer. Tapi, feel saja tanpa didukung trik dan penguasaan dasar-dasar fotografi, tentu hasil foto ciamik yang diharapkan bakal tinggal mimpi—alias hil yang mustahal!
Terus, apa saja sih dasar-dasar fotografi yang perlu dikuasai untuk bisa menghasilkan foto yang enak dilihat?
Kita sebut saja dasar-dasar itu sebagai Tiga Aturan Emas Fotografi! (Sebenarnya itu hanya penamaan dari saya saja, Sob. Sobat bebas memberi nama lain, yang penting adalah penerapan dan penguasaannya, bukan namanya... Bener kan, Sob?)
Ya! Hasil foto yang ciamik sangat tergantung dari Tiga Aturan Emas Fotografi ini, yaitu: Bukaan (Aperture), Kecepatan Rana (Shutter Speed), dan ISO. Kombinasi ketiganya menentukan gelap terangnya sebuah foto.
Nah, di bawah ini kita bahas satu per satu secara singkat. Cekidot ya, Sob!
BUKAAN / APERTURE / DIAFRAGMA
Aperture adalah bukaan pada lensa kamera tempat masuknya cahaya. Kalau bukannya besar, intensitas cahaya yang masuk akan lebih banyak dibandingkan bukaan kecil. Selain mengendalikan cahaya, bukaan juga digunakan untuk mengatur kedalaman ruang (Depth of Field alias DoF).
1. Mengatur Cahaya
Dalam praktiknya di TKP, jika kondisi sekitar sangat terang, Sobat bisa mengecilkan bukaan agar cahaya yang masuk ke sensor lebih sedikit. Sebaliknya, kalau kondisi lingkungan gelap, Sobat bisa membuka bukaan lensa lebar-lebar agar hasilnya tetap optimal.
(Baca juga artikel tentang komposisi fotografi, dalam artikel; "Tips Komposisi Foto, Supaya Lebih Enak Dilihat (Alias Enak di Mata!) - Tulisan Bagian Pertama")
2. Mengatur Kedalaman Ruang (DoF)
Bukaan besar membuat kedalaman ruang menjadi tipis, sehingga latar belakang subjek menjadi buram (bokeh). Sementara bukaan kecil membuat kedalaman bidang menjadi luas, sehingga seluruh objek dalam foto terlihat tajam dan masuk dalam fokus.
Keunikan Angka Setting (F-Stop)
Hal yang sering membingungkan fotografer pemula (termasuk saya dulu) adalah angka setting-nya. Ternyata, nilai angka pada setting bukaan berbanding terbalik dengan besarnya bukaan itu sendiri:
- Angka Kecil = Bukaan Besar (misal: f/1.4, f/2, f/2.8)
- Angka Besar = Bukaan Kecil (misal: f/8, f/16, f/22)
Setiap lensa memiliki batas bukaan maksimum dan minimum. Kode yang tertera pada lensa seperti f/3.5-5.6 berarti bukaan maksimumnya bervariasi antara f/3.5 hingga f/5.6 tergantung panjang fokusnya.
Catatan Lapangan: Jurus Cepat Mengingat Aperture
Biar tidak tertukar saat di lapangan, ingat saja rumus sederhana ini, Sob:
- Ingin foto potret dengan latar buram (bokeh)? Gunakan angka f kecil (seperti f/1.8 atau f/2.8). Bukaan lensa melebar, cahaya masuk melimpah, dan fokus hanya terkunci pada objek utama.
- Ingin foto pemandangan (landscape) tajam dari depan sampai belakang? Gunakan angka f besar (seperti f/8 atau f/11). Bukaan menyempit, membuat seluruh detail pemandangan masuk dalam fokus.
Eksperimen adalah kunci! Jangan ragu memutar tombol aperture di kameramu untuk melihat langsung perbedaannya secara visual. Selamat mencoba, Sob!
Demikianlah artikel Tiga Aturan Emas Fotografi! (Ini Bukan Ilmu Silat...Ini Ilmu Fotografi!) - Tulisan Bagian Pertama. Baca juga kelanjutan dari artikel ini di: Tiga Aturan Emas Fotografi! (Ini Bukan Ilmu Silat...Ini Ilmu Fotografi!) - Tulisan Bagian Kedua.
Tetap Sehat, Tetap Semangat !
Salam Jepret Selalu !
Artikel ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar