Rabu, 14 Januari 2026

Berhenti Jadi "Normal": Rahasia Bikin Foto yang Nggak Gitu-Gitu Aja! (Bagian Kedua)



Beraban, Tabanan, Bali, Rabu, 14 Januari 2026

Artikel ini adalah sambungan dari bagian Pertama. Silahkan disimak dengan hati lapang dan jiwa yang tenang.

Melatih "Lensa Internal" di Dalam Diri

Manfaat bertindak "aneh" ini bukan cuma soal hasil foto di kartu memori saja, Sobat. Lebih jauh dari itu, kebiasaan ini akan mengubah cara pandang Sobat terhadap dunia secara fundamental.

Setelah bertahun-tahun melatih diri untuk tidak puas dengan sudut pandang normal, mata Sobat akan otomatis memiliki "lensa internal". Sobat akan mulai melihat potensi estetik dalam hal-hal yang dianggap sampah oleh orang lain. Tekstur tembok yang mengelupas, pola bayangan di kursi taman, atau pantulan cahaya di kaca toko akan menjadi objek yang menarik bagi Sobat.

Ini yang membuat pengalaman traveling Sobat jadi lebih bermakna. Sobat nggak cuma datang, foto objek terkenal, lalu pulang. Sobat akan benar-benar merasakan keunikan karakter sebuah tempat melalui detail-detail kecil yang selama ini tersembunyi.


Tips Praktis Supaya Hasil Foto Sobat "Nggak Normal"


Nah, supaya Sobat nggak bingung mau mulai dari mana, coba deh terapkan langkah-langkah santai berikut ini saat hunting foto nanti:

1. Hukum "Satu Foto Biasa, Sepuluh Foto Gila" 
Setiap kali Sobat melihat subjek yang menarik, silakan ambil foto yang "normal" dulu sebagai dokumentasi. Setelah itu, paksa diri Sobat untuk mengambilnya dari perspektif yang benar-benar berbeda. Cobalah berbaring sedatar mungkin dengan tanah (worm's eye view alias setinggi matanya cacing!), atau naik ke tempat yang lebih tinggi (bird's eye view). Kelilingi subjek tersebut 360 derajat. Sobat akan kaget betapa berbedanya cerita yang dihasilkan hanya dengan geser posisi sedikit saja.

2. Buang Urat Malu di Tempat Ramai 
Jangan takut dicap aneh kalau harus bongkar pasang tripod di tengah keramaian. Selama Sobat tidak melanggar hukum dan tidak mengganggu kenyamanan orang lain, ya sikat aja! Biarkan mereka bertanya-tanya dalam hati, "Itu orang lagi ngapain sih?". Balas saja dengan lirikan tipis nan tajam yang dibumbui dengan senyuman misterius. Keberanian Sobat untuk tampil "tidak biasa" di depan umum adalah harga yang pantas untuk sebuah foto yang spektakuler. Percaya deh, saat Sobat melihat hasilnya di layar monitor yang besar, rasa malu itu akan langsung hilang digantikan rasa bangga (atau bisa jadi malah diganti dengan rasa malu yang lebih besar lagi).

3. Temukan Berlian di Antara Dua Destinasi 
Kebanyakan turis atau fotografer terburu-buru pindah dari satu objek wisata ke objek lainnya. Padahal, seringkali foto paling bermakna justru ada di perjalanan di antaranya. Perhatikan pintu-pintu tua yang unik, detail tiang pagar, atau interaksi manusia di pinggir jalan. Bisa jadi, foto terbaik Sobat tentang Paris bukanlah Menara Eiffel yang megah, melainkan ekspresi seorang kakek tua yang sedang asyik menyeruput kopi di kedai kecil yang sepi. Itulah yang namanya menangkap "jiwa" sebuah kota.

4. Jadi "Aktor" di Panggung Sendiri 
Pernah nggak Sobat menemukan pemandangan yang cakep banget, tapi rasanya ada yang kurang karena nggak ada orang di sana? Jangan cuma nungguin orang lewat yang nggak datang-datang. Pasang tripod, nyalakan timer, dan masuklah ke dalam bingkai. Jadilah subjek untuk karya Sobat sendiri. Keuntungannya? Sobat adalah model yang paling mudah diarahkan karena Sobat tahu persis apa yang Sobat mau (dan juga gratis alias tanpa bayaran)!

5. Kembali Kepada Niat Awal; Motret Itu Untuk Bersenang-senang 
Ini poin yang paling penting, Sobat. Jangan terlalu kaku. Saat Sobat mulai menurunkan atau bahkan membuang "benteng" harga diri dan mulai fokus untuk bersenang-senang (meskipun terlihat konyol di depan publik), aura positif itu akan terpancar ke hasil foto Sobat. Fotografi adalah soal eksplorasi, bukan soal menjaga citra agar terlihat keren di depan orang asing yang lewat.

Kesimpulan: Berani Beda Itu Seru!

Sobat, pada akhirnya dunia fotografi itu sangat luas. Jangan batasi diri Sobat hanya karena takut dibilang aneh. Ingat, para fotografer ternama di dunia seringkali melakukan hal-hal ekstrem yang dianggap gila oleh orang awam demi mendapatkan satu jepretan yang abadi.

Jadi, lain kali Sobat keluar membawa kamera, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah saya sedang mengambil foto yang bisa diambil siapa saja?". Kalau jawabannya iya, segera jongkok, merangkak, atau cari sudut lain yang bikin orang-orang menatap Sobat dengan heran.

Karena pada dasarnya, Normal itu membosankan, dan menjadi tidak biasa adalah kunci agar karya Sobat tetap dikenang.

Selamat bereksplorasi, selamat jadi "aneh", dan jangan lupa untuk tetap bersenang-senang! Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sobat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar