Minggu, 24 Juli 2016

100 Tips Fotografi Yang Penting Untuk Sobat Ketahui!



Kemayoran, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2016

Edisi revisi...........
(Postingan kali ini adalah revisi dari postingan sebelumnya, karena sebelumnya tampilan baik tulisan maupun gambar masih acak adut, maka diperbaiki...supaya enak diliat!)

Salam jepret ya sobat, gimana kabarnya? Baik-baik saja? Oh ya, Postingan kali ini adalah tentang hasil penemuan saya setelah mencari-cari trik atau tips yang mungkin cocok dipakai untuk meningkatkan hasil jepret-jepret saya (dan mungkin sobat-sobit juga!). 

Tips ini ditulis oleh seorang chef, eh, maaf...fotografer dan pengajar workshop street photography, namanya Eric Kim (kalo ada yang belum tahu dengan orang ini, dan berhasrat ingin kenalan, silahkan! Dengan satu syarat...jangan lupa ajak saya!).

Artikelnya mengenai 100 tips fotografi sangat menarik, dan saya yakin, sedikit banyak akan berguna. Mungkin ada satu, dua atau beberapa tips yang secara pribadi kita kurang sreg atau bahkan tidak setuju, namun secara umum tips ini bagus. Dan ingat, tips-tips ini datang dari street photographer ya…. Jadi...Silahkan dibaca, diresapi, dipahami dan direnungi...


Demikian isi tipsnya:


100 Tips Fotografi (Tambah satu lagi, jadi jumlahnya 101, kalo nggak salah!)
  1. Hanya karena memiliki kamera yang mahal, bukan berarti mereka adalah fotografer yang hebat! (sohib-sohib setuju ya, kamera yang mahal belum tentu menghasilkan karya foto yang bagus, dan kamera yang murah juga belum tentu jelek hasilnya!) 
  2. Selalu memotret dalam format gambar RAW. Selalu!!!
  3. Lensa prime membantumu mendapatkan foto yang lebih baik!
  4. Mengedit foto juga termasuk dalam seni tersendiri
  5. Rule of third berguna untuk hampir seluruh foto...Hampir!
  6. Fotografi makro bukan untuk semua orang
  7. Filter UV berguna seperti halnya lens cap
  8. Pergilah keluar, dan memotretlah! Daripada menghabiskan waktu berjam-jam di forum fotografi online
  9. Abadikan keindahan dalam hal-hal yang sederhana dan kamu akan memiliki foto terbaik!
  10. Film tidak lebih baik dari digital
  11. Digital juga tidak lebih baik dari film (lebih murah...mungkin!)
  12. Tidak ada “magic/sihir” dalam kamera dan lensa
  13. Lensa lebih baik tidak otomatis menghasilkan foto yang lebih baik
  14. Kurangi waktu mengamati hasil karya orang lain, dan perbanyak waktu untuk memotret
  15. Jangan membawa kamera DSLR kedalam sebuah pesta (lihat tips no. 31) 
  16. Menjadi fotografer itu seksi (hehehe...no comment ya sobat!)
  17. Mengubah format foto menjadi black & white tidak lantas menjadikan sebuah foto lebih artistik 
  18. Orang akan selalu mendiskreditkan karyamu kalau kamu bilang fotomu sudah diedit difotoshop. 
  19. Lebih baik katakan pada mereka, fotomu sudah diproses di kamar gelap. 
  20. Tidak perlu semuanya harus dipotret

  21. Paling tidak kamu harus memiliki 2 copy foto sebagai cadangan
  22. Buang neckstrap (tali kamera yang melilit leher) dan gantikan dengan handstrap (dililit di tangan) supaya kamu selalu siap “tempur”.
  23. Mendekatlah saat memotret, biasanya hasilnya lebih bagus.
  24. Jadilah bagian dari adegan sambil memotret, jangan jadi tukang intip
  25. Kurangi kekhawatiran mengenai aspek teknis memotret dan perbanyak perhatian dalam komposisi foto
  26. Memotret sambil rebah seringkali hasilnya lebih baik 
  27. Tutupi merk yang ada di kamera dengan selotip hitam, itu akan mengurangi perhatian kearahmu
  28. Under expose sebanyak 2/3 stop saat memotret disiang hari yang terang benderang
  29. Makin banyak memotret, makin baik dan oke hasilnya
  30. Jangan takut memotret beberapa foto di tempat dan posisi yang sama, dengan exposure, sudut dan apertura yang berbeda
  31. Perlihatkan hanya foto terbaikmu 
  32. Kamera saku tetaplah sebuah kamera
  33. Bergabunglah dengan forum fotografi online
  34. Kritisilah hasil karya orang lain
  35. Berpikirlah sebelum memotret
  36. Foto yang bagus tidak membutuhkan penjelasan
  37. Alkohol dan fotografi itu bukan sahabat
  38. Jadikan fotografer lain sebagai inspirasi, tapi jangan pernah memujanya
  39. Grain itu indah
  40. Ganti tas kamera backpack (ransel) dan belilah tas kamera messenger, atau rompi, kamu akan mudah mengakses peralatan fotografimu
  41. Kesederhanaan adalah kunci
  42. Definisi fotografi adalah “melukis dengan cahaya”. Manfaatkan cahaya sesuai dengan seleramu
  43. Carilah gaya (style) fotografimu, dan konsistenlah
  44. Punya monitor kedua (dual display-red) adalah hal terbaik dalam memproses foto
  45. Silver EFEX Pro adalah konverter black & white terbaik
  46. Bawa kameramu kemanapun kamu pergi
  47. Jangan pernah biarkan fotografi menghalangimu untuk menikmati hidup
  48. Kamera bukan kucing, jangan dielus-elus, gunakan kamera sampai berbekas
  49. Ambil foto tanpa manipulasi (straight photo)
  50. Memotretlah dengan percaya diri
  51. Fotografi dan jukstaposisi (penempatan 2 obyek secara berdampingan) adalah sahabat terbaik
  52. Cetaklah foto besar-besar. Mereka akan membuatmu bahagia
  53. Berikan fotomu pada teman-temanmu
  54. Berikan juga ke orang asing
  55. Jangan lupa membingkainya
  56. Cetak ditempat yang murah
  57. Keluarlah dan memotretlah dengan teman-temanmu
  58. Bergabunglah dengan klub foto atau buat klub foto baru
  59. Foto adalah hadiah yang indah
  60. Memotret orang asing itu menantang dan mengasyikkan

  61. Candid lebih baik daripada pose
  62. Natural light adalah cahaya terbaik
  63. Lensa 35mm (dalam kamera full frame, 23 mm dalam kamera crop) adalah lensa terbaik untuk jalan-jalan
  64. Jangan takut menaikkan ISO saat diperlukan
  65. Tidak perlu membawa tripod kemana-mana
  66. Selalu lebih baik meng-underexpose daripada overexpose
  67. Memotret gelandangan agar terlihat “nyeni” adalah eksploitasi 
  68. Kamu akan menemukan kesempatan foto terbaik dalam situasi yang kelihatannya tidak mungkin 
  69. Foto akan selalu kelihatan menarik apabila ada unsur manusia didalamnya 
  70. Kamu tidak akan bisa mem-photoshop-kan foto yang jelek menjadi bagus
  71. Saat ini, semua orang adalah fotografer (lihat artikel saya tentang ini - "Semua orang adalah fotografer")
  72. Tidak perlu terbang ke Paris untuk mendapatkan foto terbaik, kesempatan foto terbaik ada di halaman belakang rumahmu 
  73. Orang yang memegang kamera DSLR dan saat memotret portrait grip kameranya mengarah kebawah terlihat seperti orang bodoh 
  74. Kamera adalah alat, bukan mainan, apalagi perhiasan
  75. Dilihat dari komposisi, fotografi dan lukisan tidak banyak bedanya
  76. Fotografi bukanlah hobby, itu gaya hidup (untuk ini, saya tidak sepenuhnya setuju, baca postingan saya tentang "Hobby Moto")
  77. Buatlah foto, jangan buat alasan
  78. Jadilah original dalam fotografi, jangan pernah mengcopy gaya orang lain
  79. Foto terbaik akan “bercerita”, sehingga akan membuat yang melihat penasaran
  80. Semua kamera yang warnanya tidak hitam akan terlalu menarik perhatian
  81. Semakin banyak peralatan yang kamu bawa, makin kamu tidak enjoy
  82. Foto self-portrait yang baik itu tampaknya mudah, padahal lebih sulit dilakukan
  83. Tertawa selalu bisa mengeluarkan karakter asli seseorang saat difoto
  84. Jangan terlihat mencurigakan saat memotret-membaurlah dengan lingkungan
  85. Fotografi landscape bisa terlihat tumpul setelah sementara waktu
  86. Bersenang-senanglah saat memotret
  87. Bersikaplah penuh hormat saat memotret orang atau tempat
  88. Jangan pernah menghapus foto
  89. Saat memotret candid seseorang di jalanan, lebih mudah menggunakan lensa lebar daripada tele
  90. Travel dan fotografi adalah pasangan yang sempurna
  91. Pelajari bagaimana cara membaca histogram
  92. Foto dengan “noise” itu lebih baik daripada “blur”
  93. Jangan takut memotret dalam hujan
  94. Pelajari bagaimana cara menikmati moment, daripada berusaha mati-matian membuat foto sempurna dari moment tersebut 
  95. Jangan pernah memotret saat perutmu kosong
  96. Kamu akan banyak menemukan dirimu sendiri dalam fotografi
  97. Jangan pernah menyembunyikan pengetahuanmu tentang fotografi, bagilah dengan dunia
  98. Jangan pernah berhenti memotret
  99. Fotografi itu lebih dari sekedar foto, dia adalah filosofi hidup
  100. Tangkaplah decesive moment (Decisive moment adalah bidikan sepersekian detik di mana sebuah peristiwa, emosi, dan komposisi visual mencapai titik puncak kesempurnaan. Momen ini merangkum keseluruhan cerita hanya dalam satu bingkai foto.)
  101. Buat daftar tipsmu sendiri!


Demikian kiranya tips atau trik yang bisa kita terapkan dalam memotret...nggak usah semua diterapkan (toh ini bukan ujian!). Terapkan saja beberapa dari tips tersebut, dan bandingkan hasil foto kamu setelah dan sebelum kamu terapkan, pasti kamu bakal kaget dengan hasilnya!

Itulah tadi, tips dan trik untuk memotret. masalah tips & trik yang segubrak banyaknya itu mau diterapkan satu saja, atau sebagian besar, atau semuanya, atau nggak sama sekali, itu semuanya berpulang kepada sobat semua.

Lagipula, nilai bagus atau tidak suatu foto, itu tidak ada patokan bakunya, tidak ada standar pastinya. 

Bisa saja suatu foto dinilai buruk oleh seseorang, tetapi justru malah dinilai sangat baik oleh orang lain. Contohnya lukisan potret dirinya Vincent Van Gogh, untuk beberapa orang, lukisan itu jelek dan tak berharga, tetapi, untuk para pengamat seni, lukisan itu sangatlah indah dengan komposisi yang luar biasa. Nah, fotografi itu seni juga, foto itu juga hasil seni, ga ada patokan yang baku untuk keindahan suatu karya seni.

Intinya ya sobat, jangan pernah takut untuk memotret, jangan jadikan kameramu sebagai penghalang untuk memotret. Pokoknya, siapkan kamera (apapun kameramu), lalu memotretlah sebanyak-banyaknya.

Demikian postingan kali ini, kurang lebihnya mohon dimaafkan, sampai jumpa dipostingan berikutnya! Salam Jepret!

2 komentar:

  1. Hasil karya yang sangat menarik serta menambah wawasan! Dan juga foto-foto yang luar biasa....Great Job!

    BalasHapus
  2. Lumayan bagus....mantab lah mas ! Ditunggu karya lainnya...4 Jempol!

    BalasHapus