Selasa, 09 Maret 2021

Episode Fotografi Hitam Putih: Sebuah Penuturan Singkat (episode 1)


Foto Portrait
trisoenoe.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 9 Maret 2021

Kenapa memilih hitam-putih pada saat yang berwarna sudah ada? Apa yang foto hitam putih dapat sajikan sementara foto berwarna tidak? 

Ini memang pertanyaan yang “susah-susah gampang” untuk menjawabnya. Susah karena banyaknya jawaban yang berbeda antara satu orang dengan orang lain, dan gampang, karena setiap orang bisa menjawab dengan mudah Kembali ke jawaban individual, alias “selera” masing-masing.

Nah, disini saya mencoba menyajikan satu artikel singkat (sayangnya, walaupun pakai embel-embel "singkat", tapi karena artikelnya panjang, jadi harus dibagi ke dalam dua episode) yang sedikit menjabarkan, mengapa aliran fotografi “hitam putih” ini tetap populer hingga saat ini, walaupun sudah berumur lebih dari 200 tahun. Ternyata, selain sejarah yang kaya serta kualitas yang abadi, ada banyak lagi yang ditawarkan oleh fotografi hitam putih.


Still Life Photography
trisoenoe.com 

Kilas Balik ke Awal Kelahiran

Pada pertengahan tahun 1820-an, Nicephore Niepce, seorang penemu asal Perancis, berhasil mensinergikan cara kerja kamera obskura dengan substansi yang berubah saat terpapar cahaya untuk menciptakan gambar kamera pertama: ya, dengan cara itulah ia menemukan fotografi. Akan tetapi, istilah 'fotografi' sebenarnya adalah ciptaan Sir John Herschel pada tahun 1839, yang kemudian menjadi tahun kelahiran fotografi secara praktis. Selama Revolusi Industri, permintaan potret di kalangan kelas menengah meningkat, dan fotografi pun berkembang sangat cepat (lonjakan permintaan tidak dapat dipenuhi baik secara volume maupun biaya lewat lukisan minyak).

Street Photography
trisoenoe.com

Jadi, seratus tahun pertama semenjak fotografi terukir dalam corak monokrom. Fotografi berwarna juga sukses dikembangkan oleh para penemu dan fisikawan masa itu. Akan tetapi, pada awal kelahirannya, pemrosesan dan pencetakan film warna sangat mahal dengan kualitas yang sering mengecewakan. Baru pada tahun 1970-an lah fotografi berwarna mulai populer berkat ditemukannya film warna yang lebih baik dan pemrosesan foto yang lebih terjangkau. Selanjutnya, dunia media pun menjadi penuh warna. Perkembangan itu membuat film hitam putih merosot tajam.

Untung saja, dunia yang penuh warna, meskipun sangat membius, tidak serta-merta membunuh fotografi hitam putih. Gaya monokrom tetap menarik dan beberapa tahun terakhir makin disukai oleh banyak fotografer ternama. Akan tetapi, sebetulnya apa saja daya tarik fotografi hitam putih itu?

Bunga
trisoenoe.com

Intensitas Visual

“Kehadiran” warna dapat menjauhkan perhatian bagi yang melihat dari subjek foto, jika objek beraksen bukanlah subjek utama. Foto hitam putih meminimalkan “hiruk-pikuk” warna serta meredam konteks emosional apa pun yang ada kaitannya dengan subjek utama. Dengan “keheningan” warna tersebut, fotografi hitam putih menyoroti detail tertentu di dalam komposisi yang sering dibiaskan oleh warna. Drama dalam foto dapat dipertegas lewat kontras yang lebih kuat dan vinyet yang lebih berat, dan menciptakan “kata-kata” visual yang lebih efektif kepada penikmatnya.

(Artikelnya udahan buat sekarang, nyambung lagi deh ke episode dua, tinggal di “klik” disini ya Sob!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar