Apa kabar Sobat Jepret semuanya?
Pada kesempatan kali ini, ijinkan saya untuk mengulas satu tema, yang masih ada hubungannya dengan fotografi, yaitu lensa kamera. Dahulu, saya pernah sedikit menulis tentang kelebihan dari lensa 50 mm (silahkan baca di artikel yang berjudul: "Tentang Lensa 50 mm"), dan kali ini, yang akan saya coba telisik adalah lensa kit 18 - 55 mm. Dan inilah ocehan potongan yang pertama, silahkan disimak ya Sob!
Apakah Sobat ada yang tau apa itu lensa kit?
Benar sekali Sob! Lensa kit adalah lensa kamera yang dijual dalam satu paket dengan kamera. Kebanyakan lensa kit punya tampilan yang terlalu “biasa” alias tidak heboh, ditambah dengan bahan lensanya yang mungkin kelihatan “murahan” dengan bahan plastik, ditambah dengan spesifikasinya yang juga terkesan “merakyat” alias biasa-biasa saja. Iya Sob, Lensa kit biasanya sering dicampakkan oleh fotografer-fotografer pemula (fotografer pemula tapi dari kelas sultan) karena dianggap kurang bonafide.
Sayangnya, tingkah-laku seperti ini, selain menyakiti hati fotografer proletar (seperti saya), ternyata juga mencerminkan kemampuan yang rendah dari para fotografer sultan tersebut. Sebenarnya, lensa kit adalah senjata yang paling sempurna bagi para fotografer yang baru menyelami sekaligus mendalami dunia fotografi, sekaligus solusi paling elegan untuk fotografer “kasta dalit” dalam hal berdamai dengan budget.
Lho, Kenapa bisa begitu?
Iya Sob, ternyata lensa kit tidak “semurah” tampilannya. Justru, ditangan para ahlinya ahli (core to the core nya fotografer), lensa kit bisa kasih hasil jepretan yang ciamik, yang tak kalah ciamiknya dengan hasil jepretan lensa prime. Bukan hanya itu, lensa kit ternyata punya sederet nilai lebih, yang sayang apabila diabaikan.
Nah, berikut ini akan saya coba sajikan, 10 keistimewaan dan kegunaan lensa kit yang sepertinya luput dari pemahaman kita:

Bunga !
Dijepret dengan Lensa Kit 18-55 mm
trisoenoe.com
1. Memiliki 4 Panjang Focal Klasik yang Berpadu Dalam 1 Lensa

Dijepret dengan Lensa Kit 18-55 mm
trisoenoe.com
Meski “penampakannya” terlihat sangat biasa, sebuah lensa kit memiliki 4 panjang focal klasik, dengan kata lain sebuah lensa kit bisa dengan apik mewakili tugas empat lensa prime/fixed sekaligus. Empat panjang focal klasik tadi adalah: 28mm (wide-angle), 35mm (medium wide), 50mm (normal) dan 85mm (portrait).
Angka focal length di atas adalah angka untuk kamera full frame, panjang focal ekuivalen untuk kamera APSC adalah masing-masing: 18mm, 23mm, 35mm dan 56mm.
Dan saat ini mayoritas lensa kit untuk kamera APSC yang dijual memiliki rentang 18–55mm. Pilihan lain adalah lensa kit dengan rentang dari lebar sampai mendekati medium tele: 18–105mm atau 18–135mm. Demikian juga saat Sahabat membeli kamera full frame, lensa kit yang paling sering di tawarkan adalah 24–105mm.
![]() |
| Bunga ! Dijepret dengan Lensa Kit 18-55 mm trisoenoe.com |
Memang lensa kit tidak akan menawarkan bukaan yang cetar membahana, paling mentok bukaannya di angka f/3.5, namun setidaknya Sobat bisa dapat fungsi dasar empat lensa (atau lebih) dalam satu lensa kit.
Mengagumkan bukan?
Saya sudahi dulu untuk celoteh yang pertama ini ya Sob, dan selanjutnya akan disambung ke bagian kedua, dengan judul: "10 (baca: Sepuluh) Keistimewaan dan Kegunaan Lensa Kit Yang harus Sobat Jepret Ketahui ! (Ocehan Potongan Kedua dari Empat Potong Ocehan Ala Kadarnya!)", semoga Sobat Jepret dimanapun bisa terhibur.
Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu
Tambahan Coretan Penutup (Bagian 1):
Jadi, bagaimana Sobat Jepret? Baru melihat satu poin saja, si lensa "plastik" yang sering dianaktirikan ini sudah pamer kesaktian, bukan? Bayangkan, modal satu lensa bawaan, Anda sudah serasa mengantongi empat lensa sekaligus. Ini jelas sebuah efisiensi tingkat dewa yang membuat dompet kita bisa bernapas lega, tanpa perlu menderita gejala "tipus keuangan" akibat memaksakan diri membeli lensa-lensa prime berharga selangit.
Memang sih, bagi sebagian fotografer yang telanjur gengsi, menenteng lensa kit di tempat umum itu rasanya seperti memakai sandal jepit di acara gala dinner—ada rasa kurang percaya diri yang menggelitik. Padahal, dunia fotografi itu bukan soal seberapa mentereng senjata yang Anda pegang, melainkan tentang siapa The Man Behind the Gun. Apa gunanya lensa seharga motor sport kalau kita cuma tahu cara memencet tombol shutter dengan mode Auto? (Ups, kesindir ya? Sama, saya juga kadang begitu, hehe).
Lensa kit ini sebenarnya adalah guru yang paling jujur dan penyabar. Dia menantang kreativitas kita untuk memaksimalkan bukaan $f/3.5$ yang "seadanya" itu agar tetap bisa menghasilkan karya yang luar biasa. Kalau ditangan yang tepat, bunga rumput di pinggir jalan pun bisa disulap jadi mahakarya estetik yang bikin takjub, seperti foto bunga yang saya pajang di atas.
Karena keterbatasan ruang dan demi menjaga kesehatan lambung kita bersama agar tidak kembung karena kebanyakan membaca ocehan, saya cukupkan dulu bahasan poin pertama ini di sini. Di potongan tulisan berikutnya, kita akan bedah lagi sembilan keistimewaan lainnya yang tidak kalah mencengangkan. Dijamin, setelah membaca seluruh rangkaian artikel ini, Sobat Jepret yang punya lensa kit bakal langsung buru-buru mengeluarkan lensanya dari dry box sambil minta maaf karena sudah lama mencampakkannya.
Sampai jumpa di potongan ocehan kedua ya, Sob! Sambil menunggu kelanjutannya, yuk bagikan pengalaman pertama kalian pakai lensa kit di kolom komentar! Apakah kalian termasuk tim yang langsung menjualnya demi lensa fix, atau tim setia yang memakainya sampai bodi lensanya mengelupas? Tulis di bawah, ya!
Sumber:
https://belfot.com/7-kelebihan-lensa-kit/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar