Edisi revisi...........
(Postingan kali ini adalah revisi dari postingan sebelumnya, karena sebelumnya tampilan baik tulisan maupun gambar masih acak adut, maka diperbaiki...supaya enak diliat!)
Salam jepret ya sobat, gimana kabarnya? Baik-baik saja? Oh ya, Postingan kali ini adalah tentang hasil penemuan saya setelah mencari-cari trik atau tips yang mungkin cocok dipakai untuk meningkatkan hasil jepret-jepret saya (dan mungkin sobat-sobit juga!).
Tips ini ditulis oleh seorang chef, eh, maaf...fotografer dan pengajar workshop street photography, namanya Eric Kim (kalo ada yang belum tahu dengan orang ini, dan berhasrat ingin kenalan, silahkan! Dengan satu syarat...jangan lupa ajak saya!).
Artikelnya mengenai 100 tips fotografi sangat menarik, dan saya yakin, sedikit banyak akan berguna. Mungkin ada satu, dua atau beberapa tips yang secara pribadi kita kurang sreg atau bahkan tidak setuju, namun secara umum tips ini bagus. Dan ingat, tips-tips ini datang dari street photographer ya…. Jadi...Silahkan dibaca, diresapi, dipahami dan direnungi...
Demikian isi tipsnya:
100 Tips Fotografi (Tambah satu lagi, jadi jumlahnya 101, kalo nggak salah!)
- Hanya karena memiliki kamera yang mahal, bukan berarti mereka adalah fotografer yang hebat! (sohib-sohib setuju ya, kamera yang mahal belum tentu menghasilkan karya foto yang bagus, dan kamera yang murah juga belum tentu jelek hasilnya!)
- Selalu memotret dalam format gambar RAW. Selalu!!!
- Lensa prime membantumu mendapatkan foto yang lebih baik!
- Mengedit foto juga termasuk dalam seni tersendiri
- Rule of third berguna untuk hampir seluruh foto...Hampir!
- Fotografi makro bukan untuk semua orang
- Filter UV berguna seperti halnya lens cap
- Pergilah keluar, dan memotretlah! Daripada menghabiskan waktu berjam-jam di forum fotografi online
- Abadikan keindahan dalam hal-hal yang sederhana dan kamu akan memiliki foto terbaik!
- Film tidak lebih baik dari digital
- Digital juga tidak lebih baik dari film (lebih murah...mungkin!)
- Tidak ada “magic/sihir” dalam kamera dan lensa
- Lensa lebih baik tidak otomatis menghasilkan foto yang lebih baik
- Kurangi waktu mengamati hasil karya orang lain, dan perbanyak waktu untuk memotret
- Jangan membawa kamera DSLR kedalam sebuah pesta (lihat tips no. 31)
- Menjadi fotografer itu seksi (hehehe...no comment ya sobat!)
- Mengubah format foto menjadi black & white tidak lantas menjadikan sebuah foto lebih artistik
- Orang akan selalu mendiskreditkan karyamu kalau kamu bilang fotomu sudah diedit difotoshop.
- Lebih baik katakan pada mereka, fotomu sudah diproses di kamar gelap.
- Tidak perlu semuanya harus dipotret
- Paling tidak kamu harus memiliki 2 copy foto sebagai cadangan
- Buang neckstrap (tali kamera yang melilit leher) dan gantikan dengan handstrap (dililit di tangan) supaya kamu selalu siap “tempur”.
- Mendekatlah saat memotret, biasanya hasilnya lebih bagus.
- Jadilah bagian dari adegan sambil memotret, jangan jadi tukang intip
- Kurangi kekhawatiran mengenai aspek teknis memotret dan perbanyak perhatian dalam komposisi foto
- Memotret sambil rebah seringkali hasilnya lebih baik
- Tutupi merk yang ada di kamera dengan selotip hitam, itu akan mengurangi perhatian kearahmu
- Under expose sebanyak 2/3 stop saat memotret disiang hari yang terang benderang
- Makin banyak memotret, makin baik dan oke hasilnya
- Jangan takut memotret beberapa foto di tempat dan posisi yang sama, dengan exposure, sudut dan apertura yang berbeda
- Perlihatkan hanya foto terbaikmu
- Kamera saku tetaplah sebuah kamera
- Bergabunglah dengan forum fotografi online
- Kritisilah hasil karya orang lain
- Berpikirlah sebelum memotret
- Foto yang bagus tidak membutuhkan penjelasan
- Alkohol dan fotografi itu bukan sahabat
- Jadikan fotografer lain sebagai inspirasi, tapi jangan pernah memujanya
- Grain itu indah
- Ganti tas kamera backpack (ransel) dan belilah tas kamera messenger, atau rompi, kamu akan mudah mengakses peralatan fotografimu
- Kesederhanaan adalah kunci
- Definisi fotografi adalah “melukis dengan cahaya”. Manfaatkan cahaya sesuai dengan seleramu
- Carilah gaya (style) fotografimu, dan konsistenlah
- Punya monitor kedua (dual display-red) adalah hal terbaik dalam memproses foto
- Silver EFEX Pro adalah konverter black & white terbaik
- Bawa kameramu kemanapun kamu pergi
- Jangan pernah biarkan fotografi menghalangimu untuk menikmati hidup
- Kamera bukan kucing, jangan dielus-elus, gunakan kamera sampai berbekas
- Ambil foto tanpa manipulasi (straight photo)
- Memotretlah dengan percaya diri
- Fotografi dan jukstaposisi (penempatan 2 obyek secara berdampingan) adalah sahabat terbaik
- Cetaklah foto besar-besar. Mereka akan membuatmu bahagia
- Berikan fotomu pada teman-temanmu
- Berikan juga ke orang asing
- Jangan lupa membingkainya
- Cetak ditempat yang murah
- Keluarlah dan memotretlah dengan teman-temanmu
- Bergabunglah dengan klub foto atau buat klub foto baru
- Foto adalah hadiah yang indah
- Memotret orang asing itu menantang dan mengasyikkan
- Candid lebih baik daripada pose
- Natural light adalah cahaya terbaik
- Lensa 35mm (dalam kamera full frame, 23 mm dalam kamera crop) adalah lensa terbaik untuk jalan-jalan
- Jangan takut menaikkan ISO saat diperlukan
- Tidak perlu membawa tripod kemana-mana
- Selalu lebih baik meng-underexpose daripada overexpose
- Memotret gelandangan agar terlihat “nyeni” adalah eksploitasi
- Kamu akan menemukan kesempatan foto terbaik dalam situasi yang kelihatannya tidak mungkin
- Foto akan selalu kelihatan menarik apabila ada unsur manusia didalamnya
- Kamu tidak akan bisa mem-photoshop-kan foto yang jelek menjadi bagus
- Saat ini, semua orang adalah fotografer (lihat artikel saya tentang ini - "Semua orang adalah fotografer")
- Tidak perlu terbang ke Paris untuk mendapatkan foto terbaik, kesempatan foto terbaik ada di halaman belakang rumahmu
- Orang yang memegang kamera DSLR dan saat memotret portrait grip kameranya mengarah kebawah terlihat seperti orang bodoh
- Kamera adalah alat, bukan mainan, apalagi perhiasan
- Dilihat dari komposisi, fotografi dan lukisan tidak banyak bedanya
- Fotografi bukanlah hobby, itu gaya hidup (untuk ini, saya tidak sepenuhnya setuju, baca postingan saya tentang "Hobby Moto")
- Buatlah foto, jangan buat alasan
- Jadilah original dalam fotografi, jangan pernah mengcopy gaya orang lain
- Foto terbaik akan “bercerita”, sehingga akan membuat yang melihat penasaran
- Semua kamera yang warnanya tidak hitam akan terlalu menarik perhatian
- Semakin banyak peralatan yang kamu bawa, makin kamu tidak enjoy
- Foto self-portrait yang baik itu tampaknya mudah, padahal lebih sulit dilakukan
- Tertawa selalu bisa mengeluarkan karakter asli seseorang saat difoto
- Jangan terlihat mencurigakan saat memotret-membaurlah dengan lingkungan
- Fotografi landscape bisa terlihat tumpul setelah sementara waktu
- Bersenang-senanglah saat memotret
- Bersikaplah penuh hormat saat memotret orang atau tempat
- Jangan pernah menghapus foto
- Saat memotret candid seseorang di jalanan, lebih mudah menggunakan lensa lebar daripada tele
- Travel dan fotografi adalah pasangan yang sempurna
- Pelajari bagaimana cara membaca histogram
- Foto dengan “noise” itu lebih baik daripada “blur”
- Jangan takut memotret dalam hujan
- Pelajari bagaimana cara menikmati moment, daripada berusaha mati-matian membuat foto sempurna dari moment tersebut
- Jangan pernah memotret saat perutmu kosong
- Kamu akan banyak menemukan dirimu sendiri dalam fotografi
- Jangan pernah menyembunyikan pengetahuanmu tentang fotografi, bagilah dengan dunia
- Jangan pernah berhenti memotret
- Fotografi itu lebih dari sekedar foto, dia adalah filosofi hidup
- Tangkaplah decesive moment (Decisive moment adalah bidikan sepersekian detik di mana sebuah peristiwa, emosi, dan komposisi visual mencapai titik puncak kesempurnaan. Momen ini merangkum keseluruhan cerita hanya dalam satu bingkai foto.)
- Buat daftar tipsmu sendiri!
Demikian kiranya tips atau trik yang bisa kita terapkan dalam memotret...nggak usah semua diterapkan (toh ini bukan ujian!). Terapkan saja beberapa dari tips tersebut, dan bandingkan hasil foto kamu setelah dan sebelum kamu terapkan, pasti kamu bakal kaget dengan hasilnya!
Itulah tadi, tips dan trik untuk memotret. masalah tips & trik yang segubrak banyaknya itu mau diterapkan satu saja, atau sebagian besar, atau semuanya, atau nggak sama sekali, itu semuanya berpulang kepada sobat semua.
Lagipula, nilai bagus atau tidak suatu foto, itu tidak ada patokan bakunya, tidak ada standar pastinya.
Bisa saja suatu foto dinilai buruk oleh seseorang, tetapi justru malah dinilai sangat baik oleh orang lain. Contohnya lukisan potret dirinya Vincent Van Gogh, untuk beberapa orang, lukisan itu jelek dan tak berharga, tetapi, untuk para pengamat seni, lukisan itu sangatlah indah dengan komposisi yang luar biasa. Nah, fotografi itu seni juga, foto itu juga hasil seni, ga ada patokan yang baku untuk keindahan suatu karya seni.
Intinya ya sobat, jangan pernah takut untuk memotret, jangan jadikan kameramu sebagai penghalang untuk memotret. Pokoknya, siapkan kamera (apapun kameramu), lalu memotretlah sebanyak-banyaknya.
Demikian postingan kali ini, kurang lebihnya mohon dimaafkan, sampai jumpa dipostingan berikutnya! Salam Jepret!


Hasil karya yang sangat menarik serta menambah wawasan! Dan juga foto-foto yang luar biasa....Great Job!
BalasHapusLumayan bagus....mantab lah mas ! Ditunggu karya lainnya...4 Jempol!
BalasHapus