Selasa, 10 Januari 2023

Fotografi Dramatik (Cerita Tentang Satu Aliran Fotografi, yang Disajikan Dalam Dua Tulisan, Ditambah 4 Gelas Kopi Hitam dan Dua Bungkus Rokok) – Bagian Kedua


Mendung - Barito Kuala
Fotografi Dramatik
trisoenoe.com

Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kalimantan, Selasa, 9 Januari 2023

Selamat pagi, siang, sore, dan malam rekan-rekan Sobat jepret. Perkenankan saya untuk menyambung tulisan saya sebelumnya yang mengulas tentang fotografi dramatik. Dan supaya Sobat tidak bingung, silahkan Sobat simak tulisan saya pada postingan sebelumnya yang berjudul: "Fotografi Dramatik (Cerita Tentang Satu Aliran Fotografi, yang Disajikan Dalam Dua Tulisan, Ditambah 4 Gelas Kopi Hitam dan Dua Bungkus Rokok) – Bagian Pertama". Tulisan ini adalah penuturan bagian kedua, silahkan disimak:

Jembatan & Mimpi - Barito Kuala
Fotografi Dramatik
trisoenoe.com

Nyawa Dari Fotografi Dramatik

Ada tiga unsur utama dalam fotografi dramatik: bentuk, warna, dan cerita. Adalah penting bagi seorang fotografer yang mendalami fotografi dramatik untuk belajar berpikir tentang tiga unsur penting ini.

Bentuk: Berarti citra dimensi dari sebuah objek dalam foto. Bentuk berperan sebagai tempat dimana foto dramatik dibuat. Pada dasarnya, bentuk menciptakan pusat dari sebuah foto sementara warna dan cerita menjadi penguat dari pesan dalam foto itu. Karena itu, penting bagi sebuah foto dramatik untuk dimulai dengan bentuk yang berbeda atau mencolok. Ini bisa dilakukan dengan memilih objek yang punya ‘bentuk’ yang menarik, mencolok, atau dinamis.

Warna: Warna dapat menarik perhatian orang yang melihat dan menstimulasikan sistem persepsi mereka. Warna bukan hanya menarik, tapi juga bisa mengunci perhatian. Kalau mata orang yang melihat bergerak ke sekeliling frame, maka warnalah yang akan menariknya ke pusat. Cara lain dalam menggunakan warna adalah menghasilkan sebuah foto dalam warna yang benar-benar kontras.

Cerita: Cerita dalam suatu foto memiliki peran untuk menyampaikan pesan kepada para penikmatnya, tentang apa yang ada dalam foto itu sendiri.

Sore di Pantai - Carita, Banten
Fotografi Dramatik
trisoenoe.com

Selain dari tiga unsur di atas, ternyata fotografi dramatik juga mengalami nasib yang sama dengan "mazhab" fotografi lain, dimana biasanya "tunduk" (walaupun tidak harus juga, tergantung si fotografernya) pada aturan-aturan yang lumrah di dunia jeprat-jepret saat ini. Beberapa aturan itu adalah: 

Komposisi

Komposisi adalah bagaimana benda-benda dalam sebuah foto diatur untuk saling menguatkan satu sama lain. Ada banyak pendekatan untuk melakukan ini. Tapi ada dua yang cenderung digunakan dalam fotografi dramatik.

Rule-of-thirds 

Yaitu meletakkan point of interest di sepertiga bagian frame.

Tanpa aturan 

Inilah salah satu hal yang paling menarik tentang fotografi dramatic. Kita tidak perlu mengikuti aturan yang ada. Apapun komposisinya, apapun point of interestnya, semuanya dapat diterima oleh foto dramatik. Dan Ketika keindahan hadir tanpa adanya satu aturan, maka keindahan itu menjadi keindahan yang sejati.

Sobat, hanya sebatas itu yang dapat saya jabarkan mengani fotografi dramatik.

Hingga saat ini, saya masih mendalami aliran fotografi yang menarik ini. Mohon doanya agar saya benar-benar mampu memahami fotografi dramatik ini.

Akhir kata.....Salam Jepret Selalu

Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA 

Selasa, 03 Januari 2023

Fotografi Dramatik (Cerita Tentang Satu Aliran Fotografi, yang Disajikan Dalam Dua Tulisan, Ditambah 4 Gelas Kopi Hitam dan Dua Bungkus Rokok) – Bagian Pertama


Mendung - Fotografi Dramatik
trisoenoe.com

Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
Selasa, 3 Januari 2023

Sobat, apakah sobat pernah mendengar tentang fotografi dramatik? Kalau sobat belum pernah mendengar atau mungkin pernah mendengar tapi tak memahami tentang aliran fotografi ini, maka itu artinya Sobat sama dengan saya, karena sayapun ternyata tak paham sepenuhnya dengan apa itu “fotografi dramatik".

Lalu, apa sebenarnya fotografi dramatik itu?

Nah, pemaparan dibawah ini merupakan hasil perenungan saya, ditambah dengan hasil pemikiran saya yang ala kadarnya. Silahkan dibaca;

Jembatan - Fotografi Dramatik
trisoenoe.com

Definisi Fotografi dramatik


Tidak ada definisi yang baku atau universal tentang aliran fotografi ini. Sebenarnya, tidak ada definisi yang jelas tentang konsep dramatik. Tapi, akan lebih mudah untuk menentukan apa yang masuk ke dalam batasan jenis fotografi ini. Secara sederhana, fotografi dramatik adalah satu aliran fotografi yang tidak berusaha untuk menampilkan suatu obyek foto dari sudut pandang keindahan semata, atau dari sisi realitas. Fotografi dramatik justru lebih memilih untuk “mendramakan” obyeknya melalui kekuatan bentuk, warna, dan cerita, dengan satu tujuan, untuk menenggelamkan "khayalan" dan "rasa" dari yang melihat foto ini ke dalam “nuansa” yang lebih mengharukan, atau bahkan mencekam.

Definisi yang sederhana ini kemudian melahirkan satu perspektif yang benar-benar berbeda. Karena detil dari sebuah objek terbuat dari bentuk, warna, dan cerita, maka otak secara logis akan mengolah dan menterjemahkan sesuatu yang berbeda ini dengan pendekatan “insting” ketimbang pendekatan logika. Alhasil, ketika manusia dihadapkan pada sesuatu yang “dramatik”, maka manusia akan cenderung untuk menggunakan perasaannya ketimbang menggunakan akal-fikirannya. 

Intinya, fotografi dramatik mengkomunikasikan kepada orang yang melihatnya melalui Bahasa emosi. Ini tentu menguntungkan fotografer, karena sistem emosi manusia lebih kuat dibandingkan sistem logikanya.

Jika dilaksanakan dengan baik, sebuah foto dramatik bisa sangat sejalan dengan persepsi, mental, dan alur emosi manusia. Hasil akhirnya bisa jadi sesuatu yang sangat kuat. Penting untuk dicatat bahwa dramatik tidak selalu berarti “mencekam”. Memang benar bahwa, pada beberapa foto dramatik, orang tidak bisa mengenali apa focus utama dari suatu foto. Bahkan, ada kalanya foto dramatik lebih menitikberatkan pada keseluruhan foto ketimbang pada satu atau dua point of interest di dalam frame.

Senja - Fotografi Dramatik
trisoenoe.com

Mengapa Fotografi Dramatik?


Beberapa orang mungkin tidak begitu menggemari genre ini karena ada lebih banyak genre fotografi lain yang lebih “jelas” dan lebih indah untuk dipilih. Ada beberapa alasan. Pertama, seperti yang sudah disebutkan, foto dramatik bisa jadi merupakan foto yang sangat kuat. Di dalamnya sudah ada semua yang dibutuhkan untuk memompa emosi pada diri manusia. Tapi, ada keuntungan berikutnya. Sebuah foto dramatik bisa dibuat dimana saja. Bahkan mulai dari sekeliling rumah. Ini kontras dengan jenis fotografi lain, seperti landscape, yang membutuhkan perjalanan ke suatu tempat untuk mendapatkan pemandangan yang benar-benar bagus.


Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA 

Minggu, 09 Oktober 2022

Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian ketiga)


Tetesan Air di Kelopak Bunga
trisoenoe.com

Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kalimantan, Minggu, 9 Oktober 2022

Selamat pagi, siang, sore, dan malam rekan-rekan Sobat jepret. Saya mohon ijin untuk menyambung tulisan saya sebelumnya yang mengulas tentang komposisi statis. Dan supaya Sobat tidak bingung, silahkan Sobat simak tulisan saya pada postingan sebelumnya yang berjudul: "Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian kedua)". Dan ini adalah penuturan bagian kedua, silahkan disimak:

Kalau sebelumnya yang kita bahas adalah definisi serta filosofi dari komposisi statis, maka yang akan kita ulas sekarang adalah tips dan trik untuk mengahsilkan fotografi statis yang ciamik. Dan beberapa tips dan trik yang dapat mendongkrak aura dari komposisi statis ini adalah:

Bunga dalam komposisi statis
trisoenoe.com

Warna

Secara visual, warna selalu berhasil memberikan nuansa yang berbeda dalam setiap foto. Warna juga mampu menyampaikan makna yang berbeda. Dan ini juga berlaku dalam komposisi. Memposisikan sebuah objek di tengah dengan warna yang mencolok akan mampu memberikan kesan yang kuat. Meskipun dalam porsi warna yang kecil, namun warna justru dapat menjadi unsur dominan, asal tidak terganggu dengan objek lain yang memiliki warna yang sama. Foto diatas menunjukkan warna putih dan kuning dari bunga tersebut sangat mencolok, dan objek atau elemen lain tidak memiliki warna yang sama/serupa.

Contoh diatas memaksimalkan warna primer sebagai kekuatan utama untuk menarik perhatian penikmat foto. Bayangkan jika bunga tersebut hanya memiliki satu warna saja, pasti fotonya akan menjadi datar.

Efek Gerak

Gunakan speed lambat untuk mendapatkan efek gerak, namun sang subjek yang di tengah diusahakan dalam keadaan diam. Efek gerak dari orang-orang sekitarnya membuat foto terasa lebih hidup meskipun saya mengkomposisikannya secara statis. Saya sarankan jika menggunakan speed lambat, lebih baik kalau pakai continuous shutter. Tidak perlu berdetik-detik, cukup 1/15 atau 1/4 sudah bisa menimbulkan efek gerak.


Objek Foto yang "Berbicara"

Carilah objek yang unik dan mampu "bertutur" ketika memotret dengan komposisi statis, dan jangan lupa untuk menggabungkan dengan pencahayaan yang unik pula, seperti contoh foto diatas. di atas merupakan street photography dengan menitikberatkan pada fragmen dari si obyek. Foto tersebut mampu "berbicara" dalam diam, dimana kasih seorang ibu pada anak yang tercermin dari gestur yang sangat menyentuh.

Text / tulisan

Sebuah text akan menjadi sangat jelas menjadi pusat perhatian ketika text tersebut di komposisikan di tengah. Membaca foto seperti membaca buku, sebuah symbol tekstual yang ada dalam sebuah foto pasti akan terbaca pertama kali saat melihat foto. 

Kesimpulan

Carilah sesuatu yang unik dan berbeda untuk menghasilkan foto yang ciamik, walau komposisinya statis. Jangan takut memotret sesuatu yang "membosankan", dan hapuslah anggapan tersebut dengan karya foto Sobat yang ciamik.

Akhir kata, demikianlah cerita tiga babak yang sedikit menjabarkan tentang satu pemahaman dalam fotografi yang bernama "komposisi statis"

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Dirangkum dari berbagai sumber, ditambah dengan ocehan dari beberapa orang sahabat fotografer (yang boleh kalau disebut sebagai fotografer-seniman yang berbahagia. Jelas saja mereka bahagia, karena perut mereka sudah terisi dengan mie instant pakai telor, ditambah dengan segelas kopi dan juga rokok!)

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos

Minggu, 18 September 2022

Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian kedua)


Foto Obyek
Disajikan dalam komposisi Statis
trisoenoe.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Minggu, 18 September 2022

Salam jepret Sobat sekalian. Mohon saya diijinkan untuk menyambung tulisan saya yang sudah tayang kemarin-kemarin dulu. Dan agar Sobat bisa paham, silahkan Sobat simak penuturan saya sebelumnya yang berjudul: "Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian pertama)". Dan ini adalah penuturan bagian kedua, silahkan disimak:

Apa itu Statis dan Mengapa harus Statis?

Arti kata statis adalah tetap, diam, tidak bergerak. Entah pemahaman ini adalah hasil kesepakatan bersama atau memang sebuah ketetapan yang mutlak, penuturan yang paling banyak menjabarkan komposisi statis itu adalah:  apabila objek utama ada tepat di tengah-tengah frame. Mau objeknya bergerak atau diam saja, selama si objek berada di tengah-tengah frame, maka itu adalah fotografi statis. Bahkan banyak fotografer kelas berat (dengan jam terbang yang sangat tinggi) pun menuturkan penjabaran yang serupa; “fotografi statis itu jikalau objeknya tepat berada di tengah frame”. Oleh karena itu foto dengan komposisi ini tidak “dinamis”, dalam artian tidak sedinamis foto dengan objek di pinggir (selain di tengah).

Dalam aturan komposisi fotografi yang sudah sangat kesohor, yaitu aturan segi tiga, penempatan objek di tengah-tengah adalah hal yang diharamkan. Alasan utama menghindari posisi tengah adalah agar foto terlihat “luwes” dan tidak kaku. Dalam kasus ini, banyak fotografer yang akhirnya memperlakukan “ke-kaku-an” tersebut sebagai hal yang harus dihindari. Alhasil, secara tidak sadar, sebagian fotografer tersebut malah terkungkung pada berbagai aturan dan ketetapan, dan sedikit demi sedikit mulai kehilangan naluri “kemerdekaan” dalam memotret.  

Foto Obyek
Disajikan dalam komposisi Statis
trisoenoe.com

Untungnya, ada sebagian fotografer yang lebih memilih untuk “merdeka” dan tak memenjarakan naluri memotretnya dengan berbagai aturan-aturan baku tersebut. Salah satunya adalah fotografer seperti Henri Cartier-Bresson. Beliau justru menganggap kalau posisi tengah merupakan komposisi yang sangat ideal untuk menekankan sebuah arti, yaitu kuat dan dominan. Dan kalua mau jujur, di era yang lebih jauh ke belakang sebelum lahirnya fotografi, komposisi statis selalu digunakan oleh para pelukis realis, seperti pada lukisan portrait.

Jika Sobat menyelami sebuah foto, bagian manakah yang pertama akan Sobat lihat, terlepas dari apapun objeknya? Saya sendiri biasanya lebih fokus pada objek yang ada ditengah, dan kadang juga melihat dari bagian kiri sebuah foto (mungkin efek dari bawah sadar, dimana dalam keseharian, saya biasanya membaca tulisan dari kiri ke kanan) 

Secara visual, objek yang berada di tengah itu menandakan bahwa objeknya seakan mencitrakan diri sebagai kaku, kuat, simetris, seimbang dan juga dominan. Dominan disini bukan karena objek dalam foto tersebut besar, namun bisa dikarenakan objeknya memiliki warna yang beda, bentuknya unik dan sebagainya.

Foto Portrait
Disajikan dalam komposisi Statis
trisoenoe.com

Pada saat saya pertama belajar fotografi, kebanyakan memang objek saya posisikan di bagian tengah frame. Memang komposisi tengah akan menimbulkan kesan membosankan, tapi terkadang malah memancarkan kesan yang lebih kuat. Komposisi favorit memang tergantung selera, karena selera penikmat foto maupun kritikus foto juga sangat beragam. Dan menurut saya (sebagai seorang yang menikmati fotografi), foto dengan komposisi statis itu bukanlah suatu hal yang terlarang, melainkan satu bentuk komunikasi dari jiwa yang merdeka dan bebas (dan seorang fotografer yang sejati adalah manusia yang merdeka dan bebas).

Demikianlah Sobat jepret dimanapun kalian berada, penuturan bagian kedua, dan saya akan menyambung dengan artikel selanjutnya, yang berjudul: "Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian ketiga)", semoga Sobat Jepret dimanapun bisa turut menangis bersama saya.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Dirangkum dari berbagai sumber, ditambah dengan penuturan dari beberapa orang sahabat fotografer (sekarang mereka ternyata tidak hanya minta ditraktir rokok dan gorengan, sekarang mereka juga sudah mulai minta disediakan mie instant pake telor. Dan setelah saya sediakan, barulah mereka mau bercerita. Sialan!)

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos

Sabtu, 10 September 2022

Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian pertama)


Bunga!
Disajikan dalam komposisi statis
trisoenoe.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Sabtu, 10 September 2022

Bagi Sobat yang punya kesukaan dalam hal jepret-menjepret alias memotret, pastinya sudah sangat paham, tentang apa itu komposisi dalam fotografi. Walaupun dalam hal definisi, tiap-tiap orang akan punya pendapat yang berbeda pula mengenai definisi komposisi ini, definisi dalam hal filosofi tentunya. Menurut seorang “Maestro” fotografi yang sudah sangat kesohor, yang bernama Arbain Rambey, komposisi fotografi itu adalah: “Masalah menempatkan berbagai benda yang terpotret dalam bingkai fotonya. Bagus tidaknya komposisi sebuah foto sangat tergantung kebutuhan pada foto itu sendiri. Komposisi bisa dibuat dengan mengatur benda yang akan dipotret, atau mengatur angle (sudut pengambilan) dan pilihan lensa untuk obyek pemotretan yang tak bisa diatur”. 

Ada juga yang menuturkan berdasarkan sudut pandang yang lain, seperti yang dikatakan oleh kebanyakan Sobat saya. Komposisi fotografi itu adalah cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini melingkupi elemen dasar dalam fotografi, yaitu garis, bentuk, form, warna, terang dan gelap. 

Walaupun penjabarannya beragam, tetapi semuanya sepakat, bahwa komposisi dalam dunia per”fotografi”an itu adalah hal yang mutlak ada alias tidak terpisahkan. Komposisi itu seperti “Bahasa” yang digunakan oleh fotografer saat bertutur melalui foto.

Menuju Lautan
Disajikan dalam komposisi statis
trisoenoe.com

Lalu, komposisi dalam fotografi itu apa saja?

Wah, banyak sekali Sob! Kalaupun saya nekat untuk bercerita kepada Sobat tentang apa itu komposisi, itu bakal lama sekali. Sampai botak sekalipun, belum tentu bisa kelar ceritanya. Jadi Sobat, kita bicara pendek-pendek saja ya, supaya saya masih ada sisa sedikit rambut di kepala saya.

Nah, sekarang, saya mau sedikit berceloteh tentang komposisi statis.

Benar sekali Sob, komposisi foto itu sebagian ada yang dinamis, dan ada juga yang statis. Kebanyakan fotografer punya keyakinan kalau komposisi statis perlu dihindari supaya hasil jepretan bisa berkesan dinamis dan hidup. 

Pertanyaannya, apakah keyakinan seperti itu benar secara mutlak? 

Bunga!
Disajikan dalam komposisi statis
trisoenoe.com

Belum tentu Sob. Seperti yang sudah saya tulis dalam tulisan saya yang lalu-lalu, fotografi itu bukanlah matematika, dimana segala sesuatu itu harus eksak dan mutlak. Fotografi itu urusan nadanya hati dan lantunan jiwa, jadi model "pikir-pikir ala matematika" harus dikesampingkan kalau sudah bicara tentang hati dan jiwa. Untuk itu, coretan saya kali ini akan coba bertutur tentang komposisi statis yang bisa juga menjadi nada yang apik dalam foto, dan menyuguhkan hasil jepretan yang ciamik.

Demikianlah Sobatku yang tersayang, penuturan bagian pertama, dan saya akan menyambung dengan artikel selanjutnya, yang berjudul: "Komposisi Statis, Suatu Komposisi yang Menarik, Bukan Suatu Komposisi Yang Harus Dihindari! (penuturan bagian kedua)", semoga Sobat Jepret dimanapun bisa turut menderita karenanya.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Dirangkum dari berbagai sumber, ditambah dengan penuturan dari beberapa orang sahabat fotografer (tentu saja harus dirayu dengan rokok dan kopi serta dibumbui dengan gorengan ala kadarnya)

#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photos