Entah cuma saya saja yang merasa, atau suasana ini hanya anomali yang sifatnya insidentil, atau memang ini kenyataannya, ada beberapa hal yang menurut saya agak-agak aneh dan sedikit diluar nalar terjadi belakangan ini. Mungkin ada masukan pendapat dari sobat jepret sekalian, siapa tahu, kejadian yang sedikit aneh ini juga dialami oleh Sobat sekalian.
Berikut ini, beberapa kejadian yang menurut saya...agak-agak..."aneh":
Beberapa hari belakangan, tingkat kemacetan tidak se"galak" yang biasanya. Kalau biasanya saya mengalami kemacetan 5 hari full dalam 1 minggu, dan itu juga kejadiannya pas jam berangkat dan pulang, sekarang-sekarang ini, tingkat kemacetan, terutama di dalam kota, nggak sebanyak itu, alias nggak terlalu macet!
![]() |
| Menyeberang ! trisoenoe.com |
Tapi, sekalinya ada macet, levelnya bisa dibilang nggak bisa masuk logika, kalau bahasa kekiniannya itu....macet puolllll...atau dead lock. Sepertinya, karakteristik lalu lintas jalan raya sudah masuk ke fase bisa diprediksi lagi!
Ke”aneh”an yang kedua adalah: Ada 2 jenis bahan bakar yang sekarang jadi susah banget nyarinya, alias langka banget, yaitu "Premium & Pertamax plus"!
Ke”aneh”an yang ketiga; Rokok jadi mahal tiada terkira (kalo yang ini mah nggak aneh lagi!).
Mungkin ada dari temen-temen yang mengalami hal yang sama?
Semoga Sobat Jepret juga mengalami hal yang sama, supaya saya tidak merasa “aneh” sendirian.
Coretan Tambahan tentang Anomali Kota:
Dipikir-pikir lagi, hidup di tengah kota besar belakangan ini memang mirip seperti naik roller coaster tanpa sabuk pengaman—penuh kejutan yang bikin jantung mau copot. Ketika jalanan mendadak lengang, kita bukannya bersyukur, malah curiga jangan-jangan ini adalah ketenangan sebelum badai macet total melanda. Dan benar saja, sekalinya macet, kendaraan bisa mematung berjam-jam sampai kita punya waktu luang buat merenungi arti kehidupan di balik kaca spion. Belum lagi urusan pasokan bahan bakar yang mendadak gaib; berburu Premium dan Pertamax Plus di SPBU sudah seperti mencari harta karun tersembunyi yang bikin frustrasi.
Ditambah lagi dengan langit yang seolah bocor tanpa henti setiap hari. Hujan yang turun bukan lagi sekadar berkah, tapi juga ujian kesabaran buat para komuter jalanan yang harus siap lahir batin menghadapi genangan air dan kepungan hawa dingin. Di saat-saat seperti itulah, sebatang rokok yang harganya makin melambung tinggi di luar nalar itu menjadi pelarian kecil yang mahal harganya.
Segala keanehan ini membuat saya sadar bahwa kota tempat kita berpijak ini sedang berubah dengan ritme yang makin sulit ditebak. Sebagai orang yang hobi mengabadikan momen lewat lensa kamera, anomali-anomali inilah yang sebenarnya menjadi bahan bakar kreativitas paling mahal. Di balik kacaunya lalu lintas atau basahnya aspal jalanan karena guyuran hujan, selalu ada cerita manusia yang tulus untuk direkam. Jadi, mari kita nikmati saja drama kota yang acak-adut ini. Angkat kamera kalian, bidik keganjilan di sekitar kita, dan biarkan foto yang berbicara.
Salam Jepret selalu.



Artikel yang sangat menarik serta menambah wawasan! Dan juga foto-foto yang luar biasa....Great Job!
BalasHapus